Ada juga fenomena antara pemain Brazil dan Inggris. Rata-rata seusai pensiun sebagai pemain, mereka tidak mempunyai bakat sebagai pelatih. Ambil contoh pemain-pemain legendaris kedua negara tersebut di era 80an atau akhir 90an. Kebanyakan masih melatih klub kecil. Berbeda dengan pemain-pemain dari Italia, Jerman atau Belanda, kebanyakan mereka eks pemain melatih klub-klub besar bahkan sukses.
Tapi, meski begitu pelatih lokal tetap dominan di sepakbola Brazil. Berbeda dengan Inggris, bahkan sebelum Macca mereka mengimpor pelatih asing, sungguh ironis. Pertanyaannya ada apa dibalik fenomena tersebut ? Jawabannya mudah, rata-rata pemain-pemain Italia, Jerman dan Belanda mempunyai visi yang bagus di lapangan. Ambil contoh Klinsi di Jerman, Ancelotti, Donadoni, Mancini, Vialli dari Italia mereka dikenal sewaktu masih pemain sebagai pemain yang cerdik. Tidak hanya mengandalkan bakat alami atau kecepatan tapi otak. Untuk respon CR. anda terlalu berlebihan membandingkan dengan Kaka dan Ronaldinho. Ingat bung kedua pemain tersebut sudah pernah merasakan gelar Liga dan Piala Dunia. Lihat pula cara kedua pemain tersebut ketika menaklukan kiper. Mereka tidak mengandalkan bola sekarang yang didesain untuk striker, tapi dengan kecerdikan. Lihat cara Kaka menaklukan van der Sar gak perlu buang tenaga. [Non-text portions of this message have been removed]
