On 5/3/07, maftuch rizqi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
>   mungkin mas putra sudah tidak tertarik lagi membahas jalannya
> pertandingan, tapi begitulah AC Milan, San Siro jelas adalah Tahta AC Milan,
> disini merekalah yang berkuasa, sekaligus warning untuk para lawan Milan,
> jangan pernah meremehkan AC Milan, karena bila itu terjadi, maka AC Milan
> akan memberikan sebuah pelajaran bagaimana cara menghormati lawan, tetap
> salut buat MU, salut buat perjuangannya sampai semi final, Milanisti selalu
> akan menaruh rasa hormat pada semua lawan2 Milan, MU, Munchen celtic atau
> bahkan Liverpool, Milan selalu memberi respect yang tinggi pada
> mereka.sekali lagi salut buat MU dan
> ARRIVEDERCI
> ADIOS AMIGOS
>
>












[rudy]
Yup, saya dulu pernah ikut-ikutan nyerang tim lain karena banyaknya
cemo'ohan yang ditujukan kepada Milan dan Italia. Karena "reflex", saya
melakukan serangan balik.
Tapi sekarang saya kembali sadar, Milan yang saya cintai tak pernah mencari
musuh. Galliani pernah menyatakan perang ama Madrid tapi itu hanya karena
cara mereka untuk mendapatkan Kaka seperti "Bandit". Milan yang saya cintai
selalu menghormati lawan dan tidak pernah melupakan jasa-jasa para
pahlawannya...itu yang diajarkan Milan buat saya sebagai Milanista, makanya
Milan seperti sebuah keluarga besar. Seperti kasus Shev7, Milan masih
menganggapnya keluarga(itu yang dikatakan oleh petinggi2 Milan seperti
Galliani, Don Carlo) dan pemain2 senior Milan walaupun masih menyayangkan
keputusan Shev7.
Bahkan saya pernah baca, untuk mendatangkan seorang pemain seperti
Ronaldinho sekalipun...manajemen Milan harus berkonsultasi terlebih dahulu
dengan para pemain2 senior Milan seperti Maldini, Custacurta, max23, Gattuso
dll. Wuiiih, ga ada deh di klub lain.

MILAN
MENYERANG DENGAN GAYA BRAZIL
BERTAHAN DENGAN GAYA ITALIA
[/rudy]

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!
FORZA INDONESIA >> Tak pernah berhenti berharap Indonesia bisa tampil di
Piala Dunia.


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke