Jumat, 11 Mei 2007 Prestasi Bertolak Belakang
Jangan pernah Anda menjagoi Spanyol menjadi nomor satu di ajang Piala Dunia maupun Eropa. Negeri Matador ini adalah salah satu kiblat klub sepak bola Eropa. Akan tetapi, mereka tidak pernah yang terbaik ketika harus tampil di Piala Dunia maupun Eropa. Tidak demikian, tentunya, dengan persaingan di antara klub Eropa. >dropSS11< Di Piala Dunia Jerman, 2006, Spanyol hanya sampai di perempat final sebelum digusur Perancis. Tersingkirnya Spanyol, sebelum dua langkah mencapai final, memperpanjang rekor buruk mereka sepanjang keikutsertaannya di ajang tertinggi sepak bola itu. Ya, Spanyol hanya sebagai langganan tetap. Akan tetapi, tidak dengan prestasi membanggakan. Berbicara tim nasional Spanyol hanya akan mengungkit luka lama yang menyisakan cerita pilu. Mereka selalu tampil mengesankan di babak-babak awal, tetapi kemudian dengan mudahnya disingkirkan oleh lawan dengan skor mencolok. Ada apa dengan prestasi tim nasional Spanyol yang begitu bertolak belakang dengan prestasi gemilang klub-klubnya di kancah Eropa? Sebuah pertanyaan yang mudah diucapkan tetapi sulit mencari jawabannya. Tentu sejumlah alasan atau misteri ikut berperan. Bisa saja nuansa politik yang mengemuka lewat persaingan Catalunia (Barcelona) dengan Madrid (Real Madrid) menjadi virus yang tidak terdeteksi oleh siapa pun (pelatih) dalam membangun tim nasional. Atau, semangat "Matador" yang menjadi julukan tim "Merah-Biru" ini hanya sebagai simbol belaka. Tidak ada kemauan yang tinggi dari setiap pemain untuk mengoptimalkan kemampuan dan menuntaskan tugas ketika mereka harus membela tim nasional. Bakat-bakat baru tidak pernah habis dilahirkan lewat kompetisi La Liga yang semakin bersinar. Spanyol dulu mempunyai Emilio Butragueno, lalu Raul Gonzalez. Kini, muncul David Villa dan Fernando Torres di lini depan. Xavi Hernandes, Anders Iniesta, Ruben Baraja, dan Xabi Alonso adalah aktor-aktor lapangan tengah dengan kualitas nomor satu di Eropa. Sedangkan di lini pertahanan, ada Carles Puyol yang menjadi tulang punggung setelah mundurnya Fernando Hierro. Ini semua memperlihatkan Spanyol memang memiliki kerangka tim yang tangguh. Akan tetapi, apa yang yang kini mereka peroleh, untuk sementara, di kualifikasi Piala Eropa 2008, kembali membuat insan sepak bola geleng kepala. Peluang Spanyol belum tertutup dalam mengejar dua posisi teratas klasemen Grup F. Akan tetapi, dari lima pertandingan yang sudah diselesaikan, Spanyol kini masih mendekam di peringkat ketiga, di bawah tim underdog Irlandia Utara dan Swedia. Salah satu penyebab keterpurukan ini, ketika mereka dipaksa menyerah 2-3 dari tuan rumah Irlandia Utara di Belfast. Spanyol juga kemudian takluk dari tuan rumah Swedia 0-2. Tiga partai lain dimenangi Spanyol, semuanya di pertandingan kandang, atas tim lemah Liechtenstein 4-0, Denmark 2-1, dan unggul tipis atas tim urutan buncit, Eslandia, 1-0. Masih ada tujuh pertandingan lagi yang akan dilalui, tetapi kalau sampai Spanyol gagal pun jangan pernah kaget. Itulah Spanyol yang mungkin selama ini terkenal karena masih ada Real Madrid dan Barcelona yang lebih menakutkan di kancah antarklub. Cemerlang Ya, bagaikan langit dan bumi memang prestasi tim nasional Spanyol dan klubnya. Kalau tim nasional Spanyol bagaikan sangat susah untuk meraih gelar Piala Dunia atau Piala Eropa, maka Real Madrid justru seakan-akan sudah bosan dengan gelar Liga Champions. Sembilan kali menghadirkan gelar Liga Champions di Bernabeu menegaskan kecemerlangan Real Madrid di ajang paling bergengsi antarklub itu. Dalam satu dekade terakhir, bahkan, klub-klub lainnya di luar Real Madrid terus meningkatkan kinerjanya dan mulai meramaikan persaingan. Sebut saja, Valencia yang dua kali sampai di final dan terakhir di perempat final. Sedangkan Barcelona sempat berjaya, untuk kedua kalinya, tahun 2006. Di ajang Piala UEFA, musim ini Spanyol justru memperlihatkan hegemoninya. Itu berarti pula memperpanjang kehebatan Spanyol di musim lalu di mana Sevilla keluar sebagai juara. Kini, Sevilla akan tampil di final UEFA di Glasgow, Skotlandia, 16 Mei, dalam duel sesama Spanyol melawan Espanyol. Di semifinal, Spanyol sudah menghadirkan tiga tim. Satunya lagi, Osasuna yang diempaskan Sevilla. Sedangkan Espanyol menggusur Werder Bremen (Jerman). Tiga wakil Spanyol di semifinal Piala UEFA ini menyamai tiga wakil Inggris di semifinal Liga Champions. Hanya saja, Inggris gagal melakukan final sesama klub Inggris, 23 Mei di Athena, karena MU digusur AC Milan. (YESAYAS OKTOVIANUS)
