Zona Italia www.zonabola.com - Selasa, 29 Mei 2007, 05:42 Rapor Unik Seri A
Tirai Seri A 2006/2007 resmi ditutup, Minggu (27/5).Musim ini disebut Badan Liga Italia (Lega Calcio) sebagai salah satu musim paling menarik sepanjang sejarah Seri A. Diusirnya Juventus ke Seri A dan penalti poin yang dijatuhkan kepada AC Milan merupakan salah satu alasannya. Faktor lain adalah banyak pelatih yang kehilangan pekerjaan karena dianggap tidak becus meroketkan prestasi klub. Tanpa kehadiran La Vecchia Signora julukan Juventus dan tidak konsistennya penampilan Milan menjadikan Inter Milan menjadi raja Seri A. Banyak rekor yang dicatatkan pasukan Roberto Mancini pada musim 2006/2007 ini.Yang paling mencolok adalah kemenangan beruntun di 17 laga. Rekor ini merupakan yang terbaik di daratan Eropa sepanjang masa. Sebelumnya, Real Madrid dan Bayern Munich mampu berjaya di 15 pertandingan secara beruntun. Prestasi ini melengkapi gelar Supercoppa Italia yang diraih Inter awal musim dengan menaklukkan AS Roma 4-3. Fakta tersebut membuktikan, Inter berjaya bukan lantaran absennya Juventus atau penampilan kurang maksimal Milan. Setidaknya, itulah yang diyakini pemain Inter, Mancini, patron Inter Massimo Moratti,dan Interisti pendukung Inter. "Kami bekerja keras musim ini. Scudetto layak milik kami. Kami bosan selalu dikaitkan dengan Juventus dan Milan," tandas kapten Inter Javier Zanetti kepada Inter Channel, seusai menerima Trofi Seri A musim 2006/2007 di Giuseppe Meazza, Minggu (27/5). Roma menjadi rival terdekat Inter musim ini. Sayang, dalam beberapa laga, I Giallorossi terpeleset sehingga Roma tidak mampu menyalip Inter di puncak klasemen. Hingga kompetisi berakhir, Inter dengan Roma terpaut 22 poin. Gelar Coppa Italia menjadi pelipur lara Francesco Totti dkk, karena gagal merengkuh scudetto. I Giallorossi menaklukkan Inter di partai puncak dengan agregat 7-3. Keberhasilan ini juga sebagai balas dendam Roma terhadap Inter.Sebagai catatan, tiga musim secara beruntun, final Coppa Italia selalu memper-temukan Inter dan Roma. Pada dua musim sebelumnya, Roma harus menyaksikan Inter berjaya. Musim 2006/2007 Italia mengirimkan tiga wakilnya ke Liga Champions 2007/2008. Inter sebagai kampiun Seri A, Roma sebagai runner up, dan Milan yang merupakan juara bertahan Liga Champions. Jika I Rossoneri julukan Milan gagal menjadi jawara kompetisi klub paling bergengsi tersebut, mereka harus melalui babak kualifikasi ketiga. Sedangkan SS Lazio akan berusaha masuk babak utama Liga Champions melalui babak kualifikasi ketiga. Sementara jatah ke Piala UEFA menjadi milik Fiorentina, Palermo,dan Empoli.Chievo Verona,Ascoli, serta Messina harus meninggalkan Seri A dan terdegradasi ke Seri B. Musim 2006/2007 juga menjadi neraka bagi para pelatih Seri A.Tercatat, 13 allenatore kehilangan pekerjaan. Namun, beberapa dari kemudian mereka kembali menukangi klub tersebut. Mereka di antaranya Francesco Guidolin (Palermo) dan Daniele Arrogoni (Livorno). Penulis: [SI]
