Pintu Keluar Riuh Liverpool dan Arsenal sama-sama mengakhiri 2006/07 tanpa gelar. Ketimbang Manchester United dan Chelsea, yang meraih trofi, The Reds dan The Gunners lebih ramai dikerubungi kasak-kusuk pergeseran titik-titik penting.
Arsenal memastikan nama Lukasz Fabianski sebagai rekrutan pertama musim panas ini. Namun, pemuda 22 tahun yang digaet dari Legia Warsawa masih harus bertarung dengan Jens Lehmann dan Manuel Almunia untuk merebut posisi nomor satu. Peraih anugerah Kiper Terbaik Liga Polandia dua tahun berturut-turut itu tentu bukan incaran utama The Gunners. Namun, ketika buruan belum diketahui, Arsenal lagi-lagi didera kabar bakal hijrahnya pilar-pilar. Barcelona membuka lagi minat terhadap striker dan kapten Arsenal, Thierry Henry, yang telah menolak rayuan klub Catalan itu musim lalu. Toh kabarnya pembicaraan di belakang layar telah berlangsung. Sementara itu, Julio Baptista sudah pasti dipulangkan ke Real Madrid. Nah, Madrid didengung-dengungkan akan menarik pula Arsene Wenger dan Francesc Fabregas. "Saya akan melanjutkan kiprah dengan Arsenal," ujar Wenger. Liverpool lebih riuh lagi meski belum ada tambahan amunisi. Beberapa nama mendekat, misalnya Samuel Eto'o, yang mengatakan bakal sulit menerima pinangan Reds, atau Carlos Tevez, yang diinginkan duet "kontroversial"-nya, Javier Mascherano, ada di Anfield. Muncul pula pemain yang merasa masa depannya tak menentu, seperti Mohamed Sissoko, yang tergeser Mascherano tapi disebut diminati Barcelona. Barca juga menginginkan alumnus La Liga, Xabi Alonso, walau kemungkinannya tipis. Multitahun Pintu keluar juga sudah dibuka untuk Robbie Fowler dan Jerzy Dudek. Boudewijn Zenden dipersilakan mencari klub lain. Mark Gonzalez hampir digaet Betis. Berdirilah Rafael Benitez, yang memang menginginkan perubahan besar, di antara pintu masuk dan keluar itu. Kabar inilah yang merisaukan klub Merseyside itu. Rafa ditengarai tidak senang dengan pergerakan Liverpool di bursa transfer. Chief Executive Rick Parry segera membantah kabar itu. Duet pemilik, George Gillett dan Tom Hicks, telah bersedia mengucurkan dana besar untuk membeli pemain. "Mereka merasa Rafa adalah orang yang tepat untuk posisi itu. Mereka menilainya sebagai pelatih fantastis dan ingin memberikan dukungan," ucap Parry pada BBC. Target Reds adalah titel liga yang telah 17 tahun tak mampir. Namun, Gillett malah merasa pesimistis. "Kami ingin membuat kemajuan, tapi ini program multitahun, bukan semalam." "Musim depan bergantung pada Rafa Benitez dan Rick Parry. Mereka memiliki rencana, kami berusaha mengerjakannya. Kami ada tepat di belakang, tapi kami punya tugas yang berat," ucap Gillett. Bersaing dalam bursa, salah satu tugas awal, memang bukan tugas mudah meski berdana besar. (Christian Gunawan) Lidahmu adalah bentengmu, jika engkau menjaganya maka ia akan menjagamu, dan jika engkau membiarkannya maka ia tidak akan mempedulikanmu [Non-text portions of this message have been removed]
