DC Pertanyakan Arti Adil untuk Hamilton

Montreal, McLaren Mercedes sempat dikritik media khususnya Inggris, 
karena memberlakukan team order yang merugikan Lewis Hamilton. 
Benarkah Hamilton diperlakukan tidak adil? David Coulthard 
mempertanyakannya.

Coulthard bukanlah orang asing untuk McLaren. Pembalap Skotlandia 
itu pernah menjadi pilot mobil MP4 mulai dari seri 11 yang dipakai 
tahun 1996 hingga seri 19B yang dipakai musim 2004. Orang yang 
memimpin McLaren pun masih sama yakni Ron Dennis.

Reaksi keras media Inggris cukup bisa dimaklumi karena Hamilton 
merupakan pembalap asal negeri Ratu Elisabeth. Penampilan konsisten 
di musim pertamanya di F1, benar-benar menarik kagum dan simpati 
banyak orang. Tentu saja banyak yang kecewa di GP Monaco lalu 
McLaren menginstruksikan pembalapnya untuk mempertahankan posisi 1-
2, dengan Fernando Alonso di urutan terdepan.

Insiden ini sempat diselidiki FIA. Tetapi setelah McLaren dinyatakan 
tidak melakukan kesalahan apa pun, Coulthard semakin berani 
menunjukkan dukungannya.

"Media Inggris merasa Lewis telah diperlakukan tidak adil. Tetapi 
saya ingin mengingatkan, jangan terlalu keras kepada mereka karena 
McLaren telah memberikan kesempatan kepada Lewis. Mereka telah 
memberikan calon juara yang potensial asal Inggris. Karena itu 
jangan jadikan McLaren sebagai tim besar yang menyakiti pembalap 
Inggris yang baik," ujar Coulthard seperti dilansir ITV, Senin 
(4/6/2007).

"Media jangan sampai merusak hubungannya dengan tim. Karena jika ia 
ditempatkan di tim Spyker, dia tidak akan jadi apa-apa. Apakah 
kejadian di Monaco adil bagi Hamilton? Jawaban saya ialah 'Apa arti 
adil?' Dia telah diberikan kesempatan membalap di salah satu tim 
yang paling sukses di F1, yang selama ini tidak pernah memakai 
mereka yang belum punya pengalaman," lanjut Coulthard.

Coulthard yang kini membela tim Red Bull juga bersaksi bahwa dirinya 
pernah merasakan apa yang dialami Hamilton. Di GP Eropa tahun 1997 
dan GP Australia 1998, dirinya disuruh mengalah demi rekan setimnya 
Mika Hakkinen.

"Anda bisa berpura-pura itu tidak ada, tetapi kenyataannya itu 
adalah bagian cara untuk menjalankan tim," tandasnya.

Kirim email ke