--- In [email protected], "Don Rudy" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Arief Natakusumah | Bola Vaganza
> 
> The Last Gladiator
> 
> Tiada satupun pesepakbola Italia yang merefleksikan jiwa Italia 
secara
> persis sebagaimana Francesco Totti. Di jiwa raganya sekarang ini 
bersemayam
> inkarnasi Italia. Totti adalah Italia. Italia adalah Totti.
> 
> Sebuah Masserati hitam meluncur kencang melewati perempatan jalan 
di Roma,
> tatkala lampu lalu lintas menunjukkan warna merah. Tentu saja hal 
itu
> membuat kedua alis mata seorang polisi yang kebetulang nongkrong 
di sekitar
> situ naik drastis. Dengan motor gede bertuliskan Policia, ia 
mengejar sedan
> dan siap menilang sang pengendara setelah berhasil menghentikannya.
> 
> Tapi hal itu urung terjadi. Begitu kaca mobil diturunkan, pak 
polisi ini
> malah terperangah. Pulpen yang dibawa untuk mencatat alasan untuk 
menilang,
> malah ia gunakan meminta tanda tangan si pengemudi Masserati yang 
langka ia
> temui, yang amat dipujanya. Dia adalah Francesco Totti, il 
capitano della
> Capitale, pemimpin dari Roma.
> 
> Tak satupun orang yang paling dipuja bak Julius Caesar di Roma 
selain kapten
> tim ibukota AS Roma itu. Totti dicintai Romanista sekaligus 
disegani
> Laziale. Bahkan dalam kisah lain, seorang pengendara motor yang 
ditabrak
> Totti hingga cedera cukup parah, tak mau menuntut si pendosa 
kecuali meminta
> kostum nomor 10 yang katanya akan dibingkai.

kesimpulan : Totti = sopir metromini ?

Alkaizer

Kirim email ke