Hak siar La Liga masih diributin. Memang benar agak sedikit mereda
tapi belum ada kesepakatan final. Alhasih, fans Madrid dan Barca jadi
korban karena untuk sementara semua pertandingan dua klub besar ini ga
bisa ditayangin ke semua negara di luar Spanyol.

Di lapangan, hasil pertandingan nunjukkin beberapa hal yang di luar
dugaan banyak orang.

Atletico dengan investasi jor-joran nyatanya belum bisa bikin
pendukungnya bahagia. Dengan cuma 2 poin dari 3 pertandingan dan duduk
di peringkat 14, Javier Aguirre harus cepat mencari jalan untuk
membawa timnya meraih kemenangan.

Senasib dengan Atletico adalah Real Zaragoza. Skuad penuh bintang ini
- Aimar, D'Alessandro, Milito - rasanya tak pantas ada di peringkat
16. Tapi itulah yang terjadi. Victor Fernandez sendiri tidak begitu
panik menghadapi situasi ini. Ia cukup bangga dengan usaha timnya
menahan seri Bilbao dan optimis skuadnya akan lebih solid menghadapi
pertandingan berikutnya.

Ada apa dengan Barca? Saat pramusim, kemenangan atas Muenchen dan
Inter seolah memupuk keyakinan bahwa mereka adalah tim yang patut
ditakuti. Tapi setelah 3 pertandingan dilewati, faktanya amunisi Barca
tak lebih daripada peluru angin. Henry mungkin harus belajar dari
Kanoute yang sukses bermain di Spanyol setelah pindah dari Inggris.
Sementara Rijkaard rasanya harus lebih kreatif mengubah gaya bermain
Barca yang terlanjur dihapal lawan.

Bintang masih berkilau di Bernabeu. Menghadapi Almeria, Madrid gagal
bermain bagus seperti ketika membantai Villareal. Beruntung mereka
punya pemain-pemain yang mampu mengatasi situasi sulit di lapangan.
Gol Saviola menunjukkan reaksinya yang cepat menuntaskan peluang.
Sneijder lagi-lagi menunjukkan Madrid kini tak butuh Becks. Lewat
tendangan bebas, Sneijder menambah total golnya menjadi 4 buah. Ini
adalah gol ke-3 Sneijder melalui tendangan bebas dalam 3 minggu
terakhir. Bye-bye Becks! Dan Higuain di menit-menit akhir mencuri gol
di tengah bek lawan yang kebingungan membuat perangkat off-side. Tanpa
RVN dan Robben, Madrid tetap tajam. Dengan hasil sementara ini,
Calderon menjadi orang paling bahagia dengan hasil perjudiannya di pra
musim lalu.

Kirim email ke