Mr. Abramovich, apa sih yang ada di kepala Tuan? Pertanyaan ini berkecamuk di kepalaku berhari hari sejak Mourinho meninggalkan Chelsea ... dan rasanya banyak fans Chelsea punya pertanyaan yang sama. Jika Abramovich memecat Mourinho demi sepakbola yang attractive, apa Abramovich berharap Avram Grant (AV) bisa memberikan yang dia inginkan? Hal yang aneh sekali di dunia sepakbola apabila memecat pelatih di tengah kompetisi berjalan tapi tidak menyiapkan pelatih penggantinya lebih dahulu. Tidak perlu dibantah oleh manajemen Chelsea semua sudah tahu kalau Grant levelnya jauh dibawah Mourinho. Avram Grant di Israel sendiri mendapat sebutan karena kemampuannya dalam ber-intrik bukan kemampuannya dalam melatih sepakbola. Nickname nya saja "restless intriguer" - tukang intrik yang tak ada capeknya - tentunya ini ada sebabnya kan ....?
Sekarang Chelsea jadi bahan omongan. Coba pikir sebelumnya kita 5 point di depan MU sekarang 5 point di belakang MU. Sementara kita tidak pernah mendengar manajemen MU dan fans nya teriak-teriak minta sepakbola yang lebih attractive walau sekarang MU lebih sering menang cuma dengan 1-0. Dan apabila MU nanti juara Liga tahun ini dengan kebanyakan menang 1-0 seperti Chelsea dulu, apa nggak tambah malu tuh Roman telah memecat Mourinho. Kapal Chelsea memang belum karam, tapi sudah buruk sekali di klasemen. Chelsea sekarang di urutan ke tujuh, tujuh point di belakang Arsenal dengan lebih satu pertandingan dibanding dengannya. Kita mempunyai perbedaan goal negatif, satu-satunya team di top 12 ... Grant kelihatan kurang cerdas dalam memilih taktik dan memilih pemain-pemainnya. Taktiknya melempem ketika diadu lawan MU 6 hari sebelumnya, kemudian hanya bisa draw lawan Fulham - team yang baru menang sekali di Liga Primer musim ini dan sebelumnya tidak pernah menang selama 10 kali derby dengan Chelsea. Rekor Fulham versus Chelsea kalah 8 kali dan draw 2 kali tanpa sekalipun menang. Lihat menit-menit terakhir AV berdiri di kotak touch line, mencoba teriak-teriak memberi instruksi ke pemain2nya, sayang suaranya tidak bisa didengar kalah dengan suara chant dari fans yang menguasai Stamford Bridge. Suara-suara "Jose Mourinho, Jose Mourinho" berkumandang di seantero stadion menenggelamkan suaranya. AV merencanakan permainan dengan formasi starter yang agresif (entah idenya atau atas perintah Roman :-)) dengan 3 striker atau 4 pemain di depan, sementara Sidwell dan Makalele sebagai midfield dengan ujung tombak di depan adalah Sheva pemain yang pernah menyandang gelar European footballer of the year. Sayang penampilan Sheva kacau .. jelek dalam finishing, maupun passing, controlling, dan shooting bahkan dalam menendang bola mati pun jelek banget. Sejak kedatangannya penampilan Sheva levelnya hanya medioker dan menjadi penyebab utama perpecahan di Chelsea. Mungkin kalau Sheva dimainkan pemain-pemain lain berpikir seolah-olah bermain dengan 10 orang dan bukannya 11 orang. Sheva cuma lumayan di Liga Champion saja. Kenapa Sheva bisa seperti itu? Apa karena gaji yang berlebihan dan kedekatan dengan Roman? Rasanya sayang Eidur Gudjohnsen dulu dijual dan diganti dengan Sheva ... Sheva kalau bisa secepatnya dijual saja, sudah terlalu sabar fans Chelsea menunggu kontribusinya selama ini. Kalau perlu tarik lagi Gudjohnsen ke squad Chelsea, memang tidak seterkenal Sheva tapi paling tidak Gudjohnsen bisa kontrol dan passing bola dengan baik. Malam itu kesempatan demi kesempatan melayang begitu saja. Chelsea menguasai lapangan dimana mana tapi nihil hasil. Sheva dan Kalou sering membuang-buang peluang. Tidak ada yang becus membuat tendangan sudut, lebih parah lagi masak tidak ada tendangan sudut yang bisa melewati lawan terdepan. Sampai Anton Cech yg nonbar duduk disebelahku (thank atas 1 slice pizza nya ... he3) sudah mengeluh "pasti nggak nyampe ..." duluan tiap kali bola corner mau ditendang. Benar-benar menyedihkan. Terakhir Chelsea mencetak goal dari set piece corner rasanya musim lalu saat melawan Bolton. Mourinho telah membuat pola permainan Chelsea yang berbeda dengan MU dan Arsenal, dan selama 3 tahun polanya sudah terbukti menghasilkan 6 piala termasuk 2 piala EPL. MU dan Arsenal menggunakan pola menyerang dari bawah melalui sayap, passing, maju, passing lagi, maju lagi, bahkan sangat memanfaatkan lebar lapangan. Menurut Sir Stanly Mathhews pola tersebut merupakan taktik passing sepakbola paling mematikan. Arsenal dan MU sudah melakukan bertahun tahun, bukan ide buruk untuk meniru tapi kalau tiba-tiba saja Chelsea mau melakukannya dalam semalam tentu saja bisa diduga hasilnya. Kenapa tidak memakai pola (JM) Chelsea sendiri yang terbukti efektif, yang dibenci oleh para rival karena sulit untuk ditaklukkan? Ben Haim di babak pertama maupun kedua tetap saja buruk (kayaknya sudah ada pilih kasih di Chelsea untuk selalu memainkannya). Untuk AV please please ... sebaiknya jangan pasang lagi Ben Haim, usul ini bukan karena aku rasis tapi memang dia bermain buruk selama ini. Alex kelihatan jauh lebih lengkap segalanya dibanding Ben Haim. Ben Haim tackles nya benar-benar buruk. Mending segera pasang Alex dan Terry/Carvalho secepatnya. Sebaiknya kita tiadakan pemain dengan level Bolton di kesebelasan Chelsea. Lucu juga kemarin ketua klub Chelsea Bruce Buck, mengatakan pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap pendukung the Blues yang melakukan aksi rasis anti semitic (yahudi) terhadap pelatih anyar Avram Grant. Padahal bau rasisme asalnya dari AV sendiri dan belum aku temuin berita dari media tentang adanya aksi rasisme pada malam itu di SB. Tiga striker di depan pada sistem yang terbiasa dengan model diamond kelihatan amburadul mainnya. Banyak teman-teman yang ikut nonbar di MU cafe tidak bisa nahan ketawa saat 3 pemain tersebut sama-sama mengejar bola di waktu dan sisi lapangan yang sama. Bener-bener tidak lucu. Semua pemain awalnya mengikuti plot pelatihnya, hanya lama kelamaan formasinya kacau dan akhirnya mereka main sendiri-sendiri. Makalele yang bermain cemerlangpun malam itu rasanya dapat perintah untuk memberi umpan ke Sheva, akhirnya seperti pengumpan Sheva saja ... Walau begitu kalau tanpa Makalele belakang akan kedodoran menerima serangan balik Fulham. Belletti dan Ashley malam itu kurang efektif membantu serangan mereka tidak bisa maju overlap ke sayap karena tengahnya rapuh hanya ada Makalele dan Sidwell, kalau Belletti dan Ashley naik dan terlambat turun akan sangat berbahaya ... yang paling cemerlang adalah Petr Cech, bila bukan dia kipernya Chelsea bisa kalah 2-0 dan rekor tak terkalahkan di kandang bisa berhenti. Betapa cepat Chelsea berubah ... sejak Frank Lampard cedera empat game berikutnya di Liga dilewati tanpa goal satupun !!! Kelihatan sekali tanpa adanya Lampard team tidak bisa bermain, layaknya pasukan tanpa komandan. Hampir semua serangan yang sukses selama ini selalu melibatkan Lampard dan Drogba. Drogba bermain bagus sebelum dikeluarkan, Drogba protes karena memang pantes mendapat penalti sayang terlalu ngotot sehingga mendapat kartu kuning pertama ... kartu kuning kedua kesalahan Drogba walau bukan disengaja, sial aja karena sebelumnya sudah mendapat kartu kuning pertama yang tidak perlu sehingga harus keluar lapangan. Well, walau kita masih bisa bilang mengincar quadruple (MU saja tidak bisa) mungkin target realistis AV sekarang adalah masuk 4 besar Liga Primer dan lebih fokus ke Liga Champion dengan target jangka pendek lolos dari penyisihan group. Forget it juara EPL, gunakan Carling dan FA untuk latihan saja bukan sasaran. We Keep The Blue Flag Flying High Ari Chelski www.chelsheafc.or.id Some people think football is a matter of life and death...I can assure them it is much more serious than that. Bill Shankly 1914-81 [Non-text portions of this message have been removed]
