Senin, 03 Des 2007, Rekor Baru karena Lapangan
Milan 0 v Juventus 0 MILAN - San Siro terus menjadi "hantu" bagi AC Milan. Di kandang mereka yang berkapasitas sekitar 80 ribu penonton tersebut, Rossoneri kembali gagal memetik kemenangan setelah ditahan imbang tanpa gol oleh Juventus dini hari kemarin WIB. Itu berarti, dari tujuh kali menjamu lawan di pentas Serie A musim ini, tak sekali pun Rossoneri memetik tiga poin. Pasukan Carlo Ancelotti itu hanya mampu meraup lima poin dari lima kali imbang dan dua kali kalah. Itulah rekor baru di sepanjang satu abad lebih eksistensi klub sekota Inter Milan tersebut. Rekor itu diperburuk dengan minimnya produktivitas mereka. Selama tujuh kali penampilan di San Siro tadi, Paolo Maldini dkk hanya mampu melesakkan tiga gol. Tapi, segudang catatan negatif itu ditanggapi dingin oleh Ancelotti. Menurut dia, seperti terlihat saat melawan Juventus, tim asuhannya tidak tampil buruk. Kemenangan gagal diraih semata karena primanya lini belakang lawan. "Juventus adalah tim yang agresif, kompak, dan memiliki pertahanan terbaik di Italia. Tapi, kami masih bisa menciptakan sejumlah peluang. Jadi, tak ada yang perlu disesali dari hasil ini," kata Ancelotti sebagaimana dikutip AFP. Dari klasemen sementara, terlihat bahwa benteng Juventus bukanlah yang paling sedikit kebobolan. Masih kalah dengan Inter Milan dan Fiorentina. Jadi, argumen Ancelotti tadi sulit bisa diterima. Yang lebih masuk akal adalah "teori" pelatih Juventus Claudio Ranieri. Menurut mantan pelatih Chelsea itu, kegagalan Rossoneri memetik kemenangan di kandang lebih disebabkan buruknya kondisi lapangan San Siro. "Lapangan di San Siro ini seperti sabun, sangat licin. Untuk sebuah tim berteknik tinggi semacam Milan, kondisi lapangan seperti ini sungguh tak bersahabat," jelas Ranieri seperti dikutip Channel 4. Di Italia, San Siro memang dikenal sebagai salah satu stadion dengan kondisi lapangan terjelek. Konon, kualitas rumput di markas Milan dan Inter Milan itu sangat rendah karena minimnya penerangan sinar matahari. Dengan lapangan seperti itu, sesuai dengan teori Ranieri tadi, memang sulit mengembangkan permainan dini hari kemarin. Apalagi pressing yang diterapkan Juventus sangat ketat. Andrea Pirlo dan Kaka, dua otak serangan tuan rumah, tak diberi ruang bebas. Akibatnya, selama 90 menit, Milan hanya tercatat memiliki dua peluang emas. Yang pertama lewat tendangan Alberto Gilardino pada menit ke-50 yang sebenarnya masuk ke gawang Gianluigi Buffon. Tapi, gol itu dianulir karena Gilardino dianggap offside. Peluang berikutnya lewat tembakan Filippo Inzaghi pada menit ke-70, setelah pemain pengganti itu lolos dari jebakan offside. Tapi, tembakan Inzaghi tepat ke pelukan Buffon. Juventus yang tampil dengan determinasi tinggi justru lebih banyak membahayakan gawang Dida. Di antaranya melalui David Trezeguet, Pavel Vedved, dan Hasan Salihamidzic. Tak heran jika Ranieri mengaku puas dengan tampilan anak asuhnya. "Saya puas dengan karakter permainan yang ditunjukkan tim ini. Ini beda sekali dengan Milan. Sungguh tak pantas Milan berada di jajaran 10 besar," katanya. (ttg) Hasil Kandang Milan di Serie A Musim Ini 3/9 v Fiorentina 1-1 22/9 v Parma 1-1 30/9 v Catania 1-1 21/10 v Empoli 0-1 28/10 v Roma 0-1 3/11 v Torino 0-0 1/12 v Juventus 0-0
