Andrea Pirlo - Steve Nash, separated at birth ??? 
Andy N. Gultom 
Football is combination between passion and soft touches. Mungkin hal ini yang 
muncul di benak Andrea Pirlo. Menikmati permainannya, bagaikan mendengarkan 
concerto biola di theater Broadway New York.

Posisi sebagai deep playmaker, adalah definisi terbaru dalam kamus sepakbola. 
Berdiri di depan 4 pemain bertahan, namun menjadi pusat permainan dalam 
strategi penyerangan, dialunkan dengan baik oleh pemain mungil tersebut.


Sungguh sulit mengikuti kebiasaan bermain Pirlo, gayanya cenderung 
malas-malasan, dan tidak bersemangat. Namun, dalam sekali hentakan, passingnya 
sangat akurat, dan mematikan. Sentuhan engkel kaki Pirlo dapat membelokkan bola 
ke segala arah. Siapapun strikernya, Pirlo-lah penyuplai golnya. Sebagai bahan 
informasi, Pirlo adalah assist leader (umpan yang menghasilkan gol) di Liga 
Champion 2007.

Saya pribadi, sangat mengagumi style dan gaya bermain Pirlo. Pirlo adalah 
Pirlo, yang tidak dapat disamakan atau bahkan menyamakan pemain lainnya yang 
pernah ada di muka bumi.

Kalaupun ada pemain yang dapat menyamakan peranan Pirlo di muka bumi ini, 
mungkin hanya Steve Nash, pebasket andal Phoenix Suns.

Pebasket ? Ya, benar. Steve Nash adalah MVP (Most Valuable Player) Regular 
Season NBA 2004/2005 dan 2005/2006. Beliau juga memimpin NBA dalam hal assist 
dengan rataan 10 assist/game.

Bermain di posisi 1 (point guard), Nash menjadi jenderal distribusi lapangan. 
Kerja kerasnya, meliuk-liuk barisan pertahanan, memudahkan rekannya dalam 
mencetak angka. Nash lah yang memberikan passing maut ke segala arah, bahkan 
dalam posisi sulit sekalipun.

Phoenix Suns sendiri, mirip-mirip dengan AC Milan. Phoenix memiliki gaya 
permainan up tempo offense, di mana sepanjang waktu mereka selalu ingin 
menyerang secara agresif. Dalam 3 tahun terakhir, Phoenix selalu memimpin NBA 
dalam hal rataaan total angka/game, dengan 120 point !!!!

Uniknya, jika kita lihat dan bandingkan, kemiripan Pirlo dan Nash bukan hanya 
dari gaya bermain dan peranannya di lapangan. Muka mereka berdua dan gaya 
rambutnya, sangat mirip. Mungkinkah mereka bersaudara ? Atau jangan-jangan 
kakak adik, yang terpisah sejak lama ?  

Source : www.goal.com, www.hoopsvibe.com (Photo)


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke