Walah.

Ternyata yg namanya Setan (Merah) cuma ama si Nyamuk aja KO.
tuing ?


Senin, 07 Jan 2008,
Si Nyamuk Makan Korban Lagi


TINGGI badannya "hanya" 165 cm. Itu tergolong mungil untuk ukuran 
seorang striker di Eropa. Klub yang dibelanya, Coventry City, juga 
hanya berkiprah di pentas League Championship (Divisi I Liga Inggris, 
Red). Tapi, dua handicap -kalau bisa dikatakan demikian- itu tak 
membuatnya minder. 

Dialah Michael Mifsud. September lalu di babak ketiga Carling Cup, 
Manchester United malu besar gara-gara memandangnya sebelah mata. 
Saat itu Coventry menang 2-0 dan kedua gol tersebut diceploskan 
Mifsud. Hebatnya, hal itu dilakukan Mifsud di kandang United di Old 
Trafford.

Berselang empat bulan, tepatnya Sabtu tengah malam lalu, pemain 
berjuluk The Mosquito alias si Nyamuk itu menggigit lagi. Korbannya 
lagi-lagi klub asal Premier League, divisi teratas Liga Inggris, 
yaitu Blackburn Rovers. 

Mifsud membobol gawang Rovers dua kali dan Coventry pun menang 4-1 
pada laga 32 Besar Piala FA itu. Seperti saat melawan United, Mifsud 
dan Coventry juga melakukannya di markas lawan, Ewood Park. 

"Kemenangan ini terasa lebih manis dibandingkan saat mengalahkan 
Manchester United. Michael berperan besar atasnya," kata Iain Dowie, 
pelatih Coventry, seperti dikutip Daily Mail.

Mifsud mengawali kemenangan The Sky Blue -julukan Coventry City- pada 
menit ke-34. Bomber yang baru 12 bulan berbaju Coventry setelah 
diakuisisi dari Lillestorm (Norwegia) itu memanfaatkan blunder lini 
belakang Blackburn dalam mengantisipasi bola. Mifsud pula yang 
memungkasi keunggulan Coventry lewat gol pada injury time.

Sepanjang pertandingan, Mifsud memang terus menyulitkan pertahanan 
tuan rumah lewat kegesitan dan penempatan posisi yang pas. Posturnya 
yang kecil membuatnya kerap lolos dari perhatian dan tahu-tahu sudah 
berada dalam posisi berbahaya.

"Dia (Mifsud) memang selalu seperti itu. Setelah berputar-putar atau 
bergerak ke sana-kemari, tiba-tiba dia sudah menempati posisi yang 
tak terjaga lawan dan mendapatkan peluang untuk mencetak gol," ujar 
Tim Flowers, asisten Dowie, seperti dilansir The Sun. 

Dari Flowers pula julukan si Nyamuk berasal. Kini, menarik untuk 
ditunggu siapa yang menjadi korban gigitannya di babak-babak 
berikutnya. (roq/ttg)





Kirim email ke