Piala Dunia Momen Piala Dunia memang dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh sebuah Kafe untuk menarik pelanggan. Kafe tersebut menyelenggarakan nonton bareng dengan memasang layar super lebar, pertandingan yang disiarkan malam itu adalah Inggris lawan Ekuador. Wakidjan dan Tukidjo pun tak ingin ketinggalan meramaikan momen empat tahunan itu. Mereka langsung mencari tempat kosong dan kebetulan duduk dekat seorang Bule.
Wakidjan menjagoi Inggris, karena ia mengaku masih punya darah turunanInggris. Entah darimana. Tak lama, ketika striker Inggris sedang menggiring bola, maka Wakidjan pun dengan bersemangat teriak: "Let's go! let's go! continue kick... run is the tight!" (ayo! ayo! terus tendang... lari yang kenceng!)... Tukidjo yang mendengar pun malu dan berusaha menjelaskan ke bule di sebelahnya: "Sorry mister, friend me this less stupid.." (maaf tuan, teman saya ini sedikit bodoh) Sang bule hanya senyum saja dan kembali meneruskan nonton. Lagi-lagi Wakidjan teriak ketika penyerang Ekuador mengambil alih bola: "Basic stupid! The shake less fast... too heart-heart!" (dasar bodoh! goyangannya kurang lincah, terlalu hati-hati!) "If play ball, attentioned enemy, not until ball take same enemy!" kalau main bola, perhatikan lawan, jangan sampai bola diambil sama lawan!) Tukidjo kembali gerah dan menegur Wakidjan: "Djan, not make riot!" Djan, jangan bikin keributan!) Wakidjan sambil tetap melihat ke layar, tidak terima: "This problem me! like-like me! human me also pay!" (ini urusan gue! suka-suka gue! orang gue juga bayar!) Tukidjo lalu menggerutu kepada Wakidjan: "Basic head stone... not know culture, shame-shame just!" (dasar kepala batu... gak tau adat, malu-maluin saja!) Tiba-tiba Wakidjan berteriak: "IN!!! IN!!! point one zero!!! English the top!"(masuk! masuk! nilai satu nol! Inggris unggul!) Tukidjo pun tak tahan dan keluar sembari mengumpat: "Unfortunately! Wakidjan village very! me outside just.... walk foot-walk foot though..." (sialan! Wakidjan ndeso banget! aku keluar saja... jalan kaki-jalan kaki deh....) Hehehe,,dingin (cool) yaa wakidjan n tukidjo,, stupid doesn't play (bodohnya bukan main) Piano Nadine Wakidjan begitu terpesonanya dengan permainan piano Nadine. Sambil bertepuk tangan, ia berteriak, "Not a play! Not a play!" Nadine bengong. "Not a play?" "Yes. Not a play. Bukan main." Tukidjo yang menemani Wakidjan terperangah. "Bukan main itu bukan not a play, Djan." "Your granny (Mbahmu). Humanly I have check my dictionary kok.(Orang saya sudah periksa di kamus kok)" Lalu berpaling ke Nadine. "Lady, let's corner (Mojok yuk). But don't think that are nots (Jangan berpikir yang bukan-bukan). I just want a meal together." "Ngaco kamu, Djan," Tukidjo tambah gemes. "Don't be surplus (Jangan berlebihan), Djo. Be wrong a little is OK toch.?" Nadine cuman senyum kecil. "I would love to, but ..." "Sorry if my friend make you not delicious (Maaf kalau teman saya bikin kamu jadi nggak enak)" sambut Wakidjan ramah. "Different river, maybe (Lain kali barangkali). I will not be various kok (Saya nggak akan macam-macam kok)." Setelah Nadine pergi, Wakidjan menatap Tukidjo dengan sebal. "Disturbing aja sih, Djo. Does the language belong to your ancestor Emang itu bahasa punya moyang lu)?" Tukidjo cari kalimat penutup. "Just itchy Djan, because you speak English as delicious as your belly button." Gatel aja, Djan, soalnya kamu ngomong Inggris seenak udelmu dewe). Wakidjan cuman bisa merutuk dalam hati, "His name is also effort." (Namanya juga usaha) Some people think football is a matter of life and death...I can assure them it is much more serious than that. Bill Shankly 1914-81 [Non-text portions of this message have been removed]
