Aku juga pernah liat wawancara Dick Advocaat di Sport Center kalo dia itu bener-bener heran dengan suporter Zenit yang sangat rasis. Zenit adalah satu-satunya tim di Rusia yang belum pernah membeli pemain kulit hitam. Mereka adalah all-white team. Pelatih ini sih mau-mau saja beli pemain kulit hitam tapi suporternya yang tidak mau dan menentang keras.
Mungkin lebih tepatnya yang lebih rasis itu suporternya bukan klubnya. Tapi tetap saja sih heran kalau sampai ada kebijakan ada klub nggak mau beli pemain tertentu karena faktor warna kulit. Emang kalau kulitnya gelap nggak ada mutunya? Jadi Pele, Weah, Thuram, Drogba, Henry, Ferdinand mau dianggap apa? Jadi ingat filmnya Stallone dimana Pele ikutan main bola lawan tim Nazi nih.... --- In [email protected], "Ari Muladi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > pernah aku baca beritanya di internet maupun di koran SINDO minggu ini > juga. Dick Advocaat pernah kewalahan karena kebijakan rasialis Zenit > sampai minta tolong Putin karena dia fans Zenit, tapi jawabannya > diplomatis. Zenit masih mau nerima dari Latin maupun Asia tapi tidak > untuk kulit hitam. > > ________________________________ > > From: [email protected] [mailto:[EMAIL PROTECTED] On Behalf > Of Tukang Sapu Istana Negara > Sent: Thursday, May 15, 2008 10:28 AM > To: [email protected] > Subject: Re: [BolaML] Re: Final UEFA > > > > On 5/15/08, Ari Muladi <[EMAIL PROTECTED] > <mailto:arim%40lemigas.esdm.go.id> > wrote: > > > Zenit adalah klub rasialis. bila pelatih berencana rekrut pemain baru > > pertanyaan pertama dari managemen board dan fans adalah apakah dia > > negro? bukannya prestasi dll nya. > > Info zenit adalah klub rasialis darimana om Ari ? > > Ini informasi yang saya dapatkan dari website resmi zenit : > > FC Zenit actively supports European and national antiracist campaigns > and plans its participation in European 'Show Red Card to Racism!' > activity. > > http://www.fc-zenit.ru/eng/page.phtml?id=405 > <http://www.fc-zenit.ru/eng/page.phtml?id=405> > > Bravo Zenit !! >
