yang dihukum hanya bajunya saja bukan hatinya...
Aremania Pilih Telanjang Dada Aremania, suporter pendukung Arema yang dihukum Komisi Disiplin tak boleh hadir di stadion karena kasus kerusuhan di Stadion Brawijaya, Kediri, Januari lalu, masuk dalam pengawasan lagi. Ada kemungkinan Komdis bisa memberikan sanksi tambahan jika mereka tak melanggar sanksi. Hal ini terlihat saat minggu pertama Djarum ISL, sejumlah suporter berseragam Aremania, hadir di Stadion Jalak Harupat. Panpel Persita kini hendak diperiksa Komdis. "Kami masih memerlukan sejumlah keterangan dan saksi. Karena itu, kami panggil panpel Persita," jelas Hinca Panjaitan, Ketua Komdis. Surat panggilan juga diberikan kepada manajemen Arema untuk bisa menghadiri sidang Komdis, Selasa (22/7). "Kami mohon agar Aremania untuk saat ini bersikap dewasa dengan tidak merugikan tim dan Aremania sendiri," pinta M. Muklis, ketua panpel Arema. Sikap unik ditunjukkan sejumlah suporter. Lantaran kedatangan Aremania dipantau di Stadion Gelora Bumi Kartini oleh Komdis dan BLI, menjelang laga lawan Persijap, Sabtu lalu, mereka melakukan aksi telanjang dada dengan melepaskan kaus dan pakaian simbol Aremania yang dikenakan. Ada pula yang menggunakan kaus berwarna merah bertuliskan "Indonesia Damai". Puluhan Aremania tersebut berada di sisi timur stadion berdampingan dengan kelompok suporter tuan rumah Banaspati. "Kami datang ke sini membuktikan bahwa kami bisa datang dengan kostum apa saja. Aremania adalah jiwa kami, meskipun tanpa kostum," ujar Marheis, koordinator Aremania Gadang, yang hadir di Stadion Gelora Bumi Kartini. BLI melalui Joko Driyono berencana untuk berdialog dengan Arema, seperti halnya dialog soal sponsor pada awal 2007. "Kami ingin berdialog dengan Aremania. Ini bukan hanya untuk membahas sanksi, namun lebih soal sepakbola di masa mendatang," tegas Direktur Kompetisi BLI itu. Menurut Joko, rencana pertemuan ini merupakan inisiatif Komdis, yang ingin mengenal Aremania lebih dekat. "Kami akan siap sebagai tuan rumah yang baik, apalagi ini demi sepakbola masa depan. Kami juga berterima kasih atas keinginan berdialog dengan kami. Ini sekaligus menjadi pembuktian jika Aremania masih diakui," tegas Sugeng Arcom, Aremania korwil Comboran. BLI dan Komdis rencananya bakal hadir sehari sebelum pertandingan home pertama Arema Malang, Minggu (27/7). *(ary/idr)* 2008/7/23 Adi Bagus <[EMAIL PROTECTED]>: > Tetep boleh nonton.. tapi tanpa atribut (kaos, spanduk). Kalo tidak > salah Aremania dulu pernah dihukum seperti itu, dan mereka datang ke > stadion dengan pakain jawa.. > > On 7/23/08, bAKT <[EMAIL PROTECTED]<bakti_noorseta%40yahoo.co.id>> > wrote: > > > gak nyangka aja sampe segitunya. tapi emang keterlaluan banget sih. > > official dan pemain kedua tim aja malah pada kangen2an. karena kebetulan > > beberap pemain pernah satu tim. > > herannya malah penonton ngamuk setelah persib gagal panalti karena > > "hadiah". yg mestinya cuma tendangan bebas di luar kotak. > > sayang stadion bagus gitu kalo mereka sendiri gak bisa masuk. > > > > wahyu raharjo wrote: > > > kabar buruk buat persib ya? > > > ktnya bobotoh dilarang nonton setaun??? > > > > > > joey > > > > > > > > >> > > >> > > >> > -- > ~~ ADI B ~~ > U N I T E D > K I D S > W I F E > [in that order] > > > -- Orang Yang berkata jujur akan mendapatkan 3 hal. Kepercayaan, Cinta dan Kehormatan -HR. Muslim- [Non-text portions of this message have been removed]
