Medali Pertama Indonesia Minggu, 10 Agustus 2008 - 20:31 wib
LIFTER - Eko Yuli Irawan menjadi atlet pertama yang menyumbangkan medali bagi Kontingen Indonesia. Lifter 19 tahun ini meraih perunggu saat turun di kelas 56 kg putra di Beijing University of Aeronautics & Astronautics Gymnasium, Minggu (10/8/2008). Perolehan perunggu pertama sudah terlihat saat lifter Kalimantan Timur itu melakukan angkatan snatch. Dirinya berada di posisi tiga besar bersama lifter China Long Qingquan yang akhirnya merebut emas. Dan, peraih perak Hoang Anh Tuan dari Vietnam. Eko meraih total angkatan 130 kg saat melakukan angkatan snatch. Dia bersaing dengan Anh dengan 130 kg, dan Long yang berhasil memecahkan rekor yunior dunia dengan 132 kg. Sayang, momentum mendapatkan emas sirna ketika Eko mendapat instruksi mengangkat beban 152 kg di kesempatan pertama angkatan clean and jerk. Padahal, Anh dan Long sudah melakukan start awal dengan 155 kg. Eko pun tak mau ketinggalan, dan berusaha mengangkat beban 158 kg di kesempatan kedua. Sayang, peluang itu gagal diangkat salah satu lifter terbaik Tanah Air tersebut. Beruntung Eko mampu memberi harapan saat berhasil memecahkan rekor yunior dunia dengan angkatan 158 kg di kesempatan terakhir. Sayang, harapan itu kembali menguap setelah Anh dan Long tampil optimal dengan angkatan 160 kg. Kesuksesan itu membuat Long meraih total angkatan 292 kg, dan Anh dengan 290 kg. Sementara Eko hanya meraih 288 kg di peringkat ketiga. Meski demikian, pencapaian itu merupakan hasil terbaik. Eko sebelumnya hanya berhasil mencapai total angkatan 284 kg saat turun di SEA Games 2007, Thailand. "Saya telah memberikan yang terbaik, termasuk saat mengejar ketertinggalan di angkatan clean and jerk. Sayang, saya hanya mampu mengangkat 158 kg. Saya meminta maaf tidak dapat memberikan harapan lebih bagi masyarakat Indonesia," ungkap Eko. (Edi Yulianto/Sindo/zwr)
