Selamat Datang Liga Terakbar  
Doni Wahyudi - detiksport
 

 Jakarta -      Liga terakbar. Rasanya tak berlebihan menyematkan status itu 
pada Premiership. Menjadi kompetisi reguler yang paling banyak ditonton, Liga 
Inggris menyuguhkan persaingan sengit dari klub-klub hebat.

Pada musim 2005-2006 Liga Inggris mendapat total pemasukan 1,4 miliar 
poundsterling. Dengan angka tersebut jumlah pemasukan di Premier League lebih 
besar hingga 40% dibanding kompetitor terdekatnya, Liga Italia
Seri A. Deloitte memperkirakan uang sebesar 1,8 miliar poundsterling
berhasil didapat Liga Inggris sepanjang musim 2007-2008 dan terus
bertambah musim ini.

Tapi bukan cuma masalah fulus saja yang
membuat Liga Inggris jadi nomor satu di "Benua Biru". Faktanya, mereka
memiliki klub-klub berstatus raksasa Eropa yang sangat serius dalam
keinginannya meraih prestasi yang tak lagi terbatas di komeptisi
domestik, tapi juga di tingkat regional.

Lihatlah bagaimana
Chelsea membelanjakan uangnya untuk membangun sebuah skuad yang sangat
mewah kini. Kedatangan Luiz Felipe Scolari berpeluang mengantar The Blues 
mewujudkan apa yang mereka impikan selama ini: menjadi kampiun Eropa.

Sementara dengan kematangan Sir Alex
Ferguson, Manchester United adalah salah satu kekuatan paling
mengerikan di Eropa. Sukses mereka mempertahankan Cristiano Ronaldo
dari kejaran Real Madrid rasanya cukup jadi alasan buat Fergie untuk
sedikit lebih tenang di bursa transfer musim ini.

Di kubu
Liverpool, kedatangan Robbie Keane diharapkan bisa jadi partner klop
Fernando Torres untuk menghapus dahaga gelar juara yang sudah tertahan
19 tahun lamanya. Sementara Arsene Wenger masih bertahan dengan
keyakinannya untuk menurunkan pemain-pemain belia.

Tak bisa
dipungkiri kalau persaingan menuju tangga juara tinggal dimiliki empat
klub tersebut. Namun kondisi tersebut sangat tidak menguragi greget
kompetisi yang akan mulai bergulir akhir pekan ini. Tottenham Hotspur,
Everton atau Manchester City diyakini berpeluang menjadi kuda hitam
yang akan mendobrak dominasi The Big Four, meski untuk jadi juara peluangnya 
sangat kecil.

Liga Champions juga jadi gambaran tepat betapa Premiership kini
layak disebut sebagai kompetisi nomor satu. Dalam dua musim terakhir,
Inggris selalu menempatkan tiga wakilnya di semifinal. Dua tahun lalu
MU, Chelsea dan Liverpool gagal membendung laju AC Milan yang jadi
juara, sementara musim kemarin "Setan Merah" memenangi persaingan atas
Chelsea, Liverpool dan Barcelona untuk bisa jadi kampiun.

Sabtu
(16/8/2008) nanti, panas dan sengitnya Liga Inggris akan kembali
menyambangi kita. Pekan-pekan penuh pertarungan seru dan perang urat
syaraf akan menjadi penyedap yang membuat Premiership makin memikat.
Dari sini, perjuangan menuju gelar juara yang akan berakhir 24 Mei 2009
mendatang dimulai. Bersiaplah. (        din     /       roz     ) 

Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke