--- El sáb 16-ago-08, bakt <[EMAIL PROTECTED]> escribió:

kagem Don,

gimanapun memandang sesuatu ada batasannya.
kalo elu memambtasi pada semua hasil, ya memang begitu.
tapi bahkan fifa sendiri biasanya mememberikan penghargan berdasar musim,
decade atau batasan lain.
kalo misal musim 2007/2008 akan ketahuan siapa yang terbaik.

ini buka masalah cara pandang yg beda. tapi kadang jadi rancu kalo
batasan2 tersebut di campur aduk untuk dibanding2kan.

-- 
matur nuwun,
bakt 
mailto:bakti_noorseta@ yahoo.co. id

Saturday, August 16, 2008, 8:22:15 AM, sampeyan nyerat:


> [rudy]
> Lihat subject-nya dong. Terbaik di DUNIA, bukan terbaik di EROPA. Wah,
> mental lokal/regional kayak gini emang susah diajak ngomongin sepakbola
> kelas DUNIA....radio ga ga...radio blah blah..blah blah...
==========

kemarin di Multiply, gue baca salah satu kontak gue cerita pengalamannya makan 
di rest. Omah Sendok. kawan gue ini cerita salah satu yang terkenal di Omah 
Sendok adalah bubur sumsum. anjrit, ceritanya pake disertai foto-foto, 
menggiurkan melihatnya. bubur sumsum di OS konon halus lembut dengan gula merah 
cair yg pas, lembutnya bubur dan paduan manis serasa pas diujung lidah. gilanya 
lagi, kawan ini kemudian ber-experimen dengan mencampurkan es cendol kedalam 
mangkuk bubur sumsumnya....gila, "heaven" katanya.
asli penasaran berat gue pengen nyoba menu sederhana ini.

bulan depan udah puasa khan ya...boleh nih kita jajal menu ini buat buka 
bersama, atau buat halal bihalal juga boleh direncanain dari jauh...wak haji yg 
biasa ngomporin wisata kuliner di tetangga sebelah, setuju gak wak???

*heye-type posting mode on*

-omar- 

__________________________________________________
Correo Yahoo!
Espacio para todos tus mensajes, antivirus y antispam ¡gratis! 
Regístrate ya - http://correo.yahoo.com.mx/ 

Kirim email ke