gak ada yang salah dengan bonus, karena itu merupkana salah satu bentuk
penghargaan yang berhak diterima atlit yang berprestasi
bonus bisa jadi motivasi mereka untuk memberi yang terbaik. karena atlit kan
gak dapet gaji [kecuali si atlit merangkep pegawai, itu lain kasus dah] anggep
aja si atlit layaknya salesman yang berhak untuk mendapatkan bonus jika
targetnya gol ;)
pareng..
----- Original Message ----
From: mandura2001 <[EMAIL PROTECTED]>
Kenapa atlet ga' boleh mengutamakan ngejar bonus.
Yg penting kan prestasinya tercapai, apapun motivenya.
Justru fenomena bekas atlet yg jatuh miskin karena waktu berprestasi
mereka ga' mikirin soal bonus (uang).
Mereka (pelakunya) aja ga' mikir soal uang, apalagi mengharapkan
orang lain.
Justru pola pikir seperti ini yg kurang pas.
--- In [EMAIL PROTECTED] com, "Tukang Sapu Istana Negara"
<toink.stankonia@ ...> wrote:
>
> Udah sepantasnya atlit dapat apresiasi sebesar itu.
> Tapi semoga tidak menjadi target utama bagi atlit untuk hanya
sekedar
> ngejar bonus.
>
[Non-text portions of this message have been removed]