Sit back..  relax..  take a deep breath.. and very-wide smile  

Ah ya ya ya.. kita dah tau semua kalo Valentino Rossi udah selesei'in tugas 
dengan well done taon ini. Gelar dunia ke-8 [di kelas berdeba] atau mahkota 
ke-6 di kelas motogp/800cc - yg dulu 500cc [mesti kudu lengkap, takut ada yg 
salah baca lagi trus komplen neh, heheh..] sudah teraih after gelaran motogp 
Motegi - Jepun kemaren minggu 28 September 2008. Dengan gap poin 92 di atas 
Stoner yang ada di pos 2, Rossi dah tak terkejar lagi ma lawan2nya coy! 

Selebrasi unik dia lakukan begitu GP kelar: memakai kaos putih bertuliskan 
Scusate il Ritardo [yang artinya: maaf atas kemenangan yang tertunda] dan nomor 
8 yang tercetak di kaosnya. Kata2 ini mungkin ditujukan buat fans dan tim yg 
dia bela setelah 2 tahun gelar itu lepas dari tangan. Rossi kemudian melakukan 
pengesahan gelar juara 8 di depan notaris [gadungan], tapi tanda tangan tidak 
dibubuhkan di atas kertas wasiat melainkan di atas helm! 

Semua teman2nya juga terlihat memakai kaos serupa. Dan adiknya yang kecil ikut 
nimbrung di kerumunan  itu! [mmmm.. cakepan adek lo kemana2, Ros!]

Dalam konferensi pers-nya Rossi bilang: tahun ini sungguh pertarungan yang 
hebat dan sulit dengan rival seperti Stoner dan Pedrosa. [haiyaaa.. kemana 
Hayden yaa?] 
Mengingat di tahun 2006 Rossi harus kehilangan gelar yang sudah di depan mata  
karena kesalahannya sendiri [or apes?] dan tahun 2007 Rossi terpuruk karena 
kondisi teknis Yamaha yang demikian terburuk [berapa kali dia gak finish eh], 
kemenangan kali ini terasa begitu manis. Apalagi dengan naek podium pertama 5x 
berturut2. 

Memang, Rossi tak bisa menang dengan sendirinya, ada faktor penting di belakang 
layar yang membantunya dalam mewujudkan ambisi dia untuk mengejar rekor sang 
legendaris Agostini.



"The men behind Rossi´s success"
Saturday, 04 October 2008
motogp.com meets Valentino Rossi´s crew chief Jeremy Burgess to learn
more about the six-time MotoGP World Champion´s title-winning team.
Even before Valentino Rossi´s historic move to Yamaha in 2004, the core of the 
Italian´s crew had a distinctly antipodean feel.

The team has been led by Jeremy Burgess for many years, and includes
his fellow Aussies Alex Briggs and Gary Coleman, alongside Belgian
mechanic Bernard Ansiau - all three having moved from Honda to Yamaha
with Burgess and Rossi.

Existing Yamaha team members, Italian Data Recording Engineer Matteo
Flamigni and Kiwi mechanic Brent Stephens, complete one of the most
efficient and successful crews in the MotoGP paddock.
.............................Besok minggu siang GP Philip Island - Aussie akan 
digelar. Akankan Rossi maen ayal2an karena mahkota udah nangkring di kepala?  
Atau dia akan memberi angin pada si adek Lorenzo untuk menunjukkan  lawan bahwa 
mereka adalah duet maut yang dimiliki Yamaha? Atau dia tetep akan bermain 
pol2an untuk menorehkan rekor prestasi dengan naek podium 1 lagi? 

Hmmmm...
Buat gw, juara atau tidak, Rossi tetaplah Rossi.. yang layak dinanti aksinya. 
Disamping itu, gw juga tetep menunggu gaya Lorenzo, yang di GP 2 terakhir ini 
selalu nyaris melewati musuh di depannya: 

1) GP Indianapolis - jika balapan tidak dihentikan 7 lap lebih awal, 
kemungkinan besar dia bisa melewati Hayden yang ada di posisi 2. 
2) GP Motegi - jika dia mau sabar dikiiiiittt aja, naek podium 3 juga bisa dia 
raih. Tapi karena sedikit "bersentuhan" dengan roda belakang Pedrosa di lap 
akhir, jagoan no.2 gw ini malah kehilangan kesempatan sama sekali. huh. 

Gaya koboy bernomor 48 ini sedikit mengingatkan gw sama Rossi. Berani, penuh 
perhitungan di saat lap2 akhir untuk melewati lawan di depan, atraktif, memberi 
sentuhan hiburan saat selebrasi dan agak2 pecicilan  ;) 
Beda banget lah sama Pedrosa yang pendiem dan dingin.. or Stoner yang santun. 


Seperti di F1, motogp juga memberlakukan sistem tandem [duet] maut yang makin 
merata kekuatannya. Tujuannya: jika pembalap pertama tak bisa bekerja dengan 
baek, pembalap ke-2 diharapkan akan bisa mengambil alih peran tsb. Coba tengok 
duet yang ada di motogp sekarang:

Ducati --> Stoner - Hayden
Yamaha --> Rossi - Lorenzo
Honda Repsol --> Pedrosa - Dovizioso
Suzuki Rizla --> Chris Vermeulen - Loris Capirossi 
Kawasaki --> John Hopkins - Melandri
Tech 3 --> Edwards - Toseland
Honda Gresini --> De Angelis - Nakano
Alice --> Elias - Guintoli




Can't wait to see motogp at next season! nguueeeeeeeeeeennnggggggg..... 


Tinggal nunggu Lewis Hamilton raih mahkota dunia F1 yang pertama neh :) 

[ga usah gusar buat temen2 yg jagoin ferrari. namanya juga permainan.. kita 
boleh maen tebak2an juga doooong.. taon kemaren gw uda nebak si Komo eh si 
Kimi, jadi sekarang gw ganti nebak juaranya dari tim laen dah]



xoxo,
Larasati
http://larasatilarepati.blogs.friendster.com/ 


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke