Kemaren Styles sekarang Bennett.

Bennett ?
Bukannya orang ini yg kasih kartu merah Mascherano saat MU vs
Liverpool maren ya ?

Dibayar berapa si sontoloyo ini ? (Omar mode on)

blep blep blep...




2008-10-06 10:10:13

Ince Tuding Wasit Berpihak pada Tim Elite

Untuk kedua kalinya saat menjamu tim elite Liga Premier, Blackburn
Rovers gagal mencuri poin meski bermain di kandang sendiri, Ewood
Park. Setelah digebuk Arsenal empat gol tanpa balas, 13 September
lalu, skuad asuhan Paul Ince juga tak berdaya saat menjamu juara
bertahan, Manchester United di pekan ketujuh, Sabtu (4/10). Ryan
Nelsen dkk takluk 0-2 (0-1).

Terlepas dari penampilan anak-anak asuhan Sir Alex Ferguson yang
diakuinya cukup menakutkan, Ince lebih menyoroti kinerja sang wasit
yang menjadi pengadil di laga tersebut, Steve Bennett. Menurut Ince,
Bennett berbuat blunder alias kesalahan fatal saat mensahkan gol
pertama MU yang tercipta lewat sundulan Wes Brown di menit ke-30 babak
pertama. Dari tayang ulang dapat terlihat sebelum Brown berhasil
menyundul bola, rekannya Nemanja Vidic tampak menyikut kiper kedua
Rovers, Jason Brown.

Karenanya, Ince menuding para wasit premiership lebih berpihak atau
cenderung membuat keputusan yang menguntungkan tim-tim elite. Seperti
yang dilansir The Times Online, klaim Ince tersebut didasarkan kepada
pengalamannya sewaktu masih aktif bermain di kompetisi sepakbola
Inggris. Selama enam tahun, 1989-1995, Ince menjadi anak buah
Ferguson. Setelah sempat hijrah ke Inter Milan, Ince kemudian membela
Liverpool dalam dua musim, 1997-1999.

"Anda bisa lihat dari (catatan) sejarah bahwa mereka (tim-tim elite)
lebih diuntungkan dibanding tim-tim yang lebih kecil, seperti halnya
yang kini kami dapatkan," tegas Ince. "Saya tidak menyatakan bahwa
kami seyogyanya dapat memenangkan pertandingan, sebab United (MU)
adalah tim yang luar biasa. Tapi, lihatlah keputusan wasit (Bennett).
Gol pertama selalu menjadi yang paling penting," imbuhnya.

Klaim Ince mendapat bukti pembenaran. Pekan lalu, di Old Trafford, MU
berhasil lolos dari hadangan Bolton Wanderers berkat gol pembuka
Cristiano Ronaldo dari titik putih penalti. Proses terciptanya
tendangan 12 pas itu—wasit Rob Styles menganggap bek Bolton, Jlloyd
Samuel melangar Ronaldo—mendapat kritikan hebat dari The Trotters.
Styles pun akhirnya mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas
keteledorannya tersebut (Soal Penalti Ronaldo, Styles Minta Maaf).

Jadi? "Saya pikir, tim yang lebih besar (elite) bakal mendapat
keputusan yang lebih menguntungkan. Saya tidak menyimpulkannya dari
apa yang baru saja kami alami, melainkan dari pengalaman saya saat
bermain bersama United. Saya akui ketika itu keputusan wasit yang
menguntungkan juga kerap terjadi (bagi MU)," akunya.

Lebih lanjut Ince menyatakan, "Saya bisa menerima keputusan wasit jika
situasinya 50-50. Tapi, dengan kejadian yang begitu jelas di hadapan
mata dan mereka (wasit) tetap bertindak salah, wajar dong kalau kami
jadi kesal dan marah."

Karena itu, "Seharusnya ada cara untuk mencegah mereka berbuat
kesalahan fatal. Saya tidak mengatakan jika semua ofisial (wasit dan
para pembantunya) pantas diberi sanksi jika mereka terbukti melakukan
kesalahan. Namun, bandingkan dengan para pemain yang mendapat kartu
merah (otomatis mendapat skorsing). Melihat wasit pun memiliki kontrak
profesional sebagaimana halnya para pemain, mengapa tidak itu (sanksi)
diberlakukan," tandas Ince yang akan genap berusia 41 tahun pada 21
Oktober mendatang.

Kirim email ke