--- In [email protected], "Firdauf Achmad Dhewata" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> masalahnya Telkomsel merasa saat mereka mengambil anda dari tumpukan > lamaran pekerjaan yg segunung itu dan digaji 10jt/bln dgn kontrak > masih berjalan beberapa tahun kedepan, maka anda punya kewajiban untuk > menyelesaikan kontrak anda dan harus balas budi lebih banyak daripada > kasih gelar liga champion 1 kali. Alfonso: Emang kalau kita sebagai penonton (baca: orang ke-3 yang ga terlibat) paling gampang bilang "Wah, elu harus setia krn Telkomsel udah kasih karir/kontrak/kesempatan buat kamu". Tapi, jika kita sebagai Ronaldo yang kerja di Telkomsel, tetap aja kan mau pindah. Dale Carnegie berkata, "Segala tindakan yang Anda dan saya kerjakan saat ini, karena kita menginginkan sesuatu". Menurutku, Ronaldo ga salah dan ga bego dia mau pindah kemana saja. Well, itu murni pilihan hak dia atas hidup ini. Yang ga benar itu adalah FIFA! Sudah seharusnya FIFA membuat standar gaji pemain. Harus ada limitnya di dunia sepakbola. Pemain juga bermain dalam limit. Limit dalam lapangan yang berukuran sekian meter kali sekian meter. Limit 2x45 menit. Limit yang ingin mereka capai: pemain terbaik dunia, meraih juara, meraih piala, atau meraih ketenaran. Semua ada limit. Karena itu gaji mereka juga harus ada limit. Ini berbeda dengan dunia bisnis yang limitnya sangat luas. Karena itulah wajar orang bisnis gajinya juga ga bisa ada limitnya. Kalau gaji pemain sepakbola ga ada limit, satu hari nanti kejadian ini bakal menghancurkan sepakbola. Entah kapan, mungkin 5 tahun lagi, mungkin 14 tahun, atau mungkin setelah kita semua udah tua. Sifat manusia (baca: pemain lain) yang tidak puas/senang. Dan Ronaldo akan ditebas mereka! Siapa yang rugi? Ronaldo dan kita semua yang ga bisa nonton gocekan dia lagi. Alfonso
