EPL musim ini paling banyak diciptakan goal di lima menit terakhir (sesudah menit ke 85) dibanding EPL musim2 yang lalu. Tiap musim selalu meningkat bahkan musim ini duakali dari musim 2005-2006 presentase goal yang tercipta. Bila saja tidak terjadi goal sesudah menit ke 85 (atau goal sesudah menit 85 kita hilangkan) maka Arsenal akan menempati posisi zona degradasi, MU di posisi ke 4 dan the Boro di dasar klasemen.
Terakhir yang tercatat menciptakan goal di akhir pertandingan adalah Cahill ke gawang Liverpool di menit 87 di Anfield. Sementara MU dan Chelsea juga terbantu dalam persaingan meraih juara EPL minggu kemarin dengan goal telat di injuri time oleh Berbatov dan Lampard. Diantara the big 4 yang paling banyak ambil keuntungan dari goal telat adalah Manchester United, banyak poin musim ini diperoleh karena goal2 di 5 menit terakhir tersebut. Bukan kebetulan kalau MU dan Arsenal banyak menghasilkan goal di menit2 akhir. Mereka lebih bisa menjaga stamina karena lebih efisien dalam bermain bola, dengan passing2 dan operan2 pendek. Sementara klub2 lawan yang mengejar bola dan menutup gerakan2 mereka akan mudah kelelahan sehingga hilang konsentrasi di menit2 akhir. Manchester United hanya di urutan kedua pada musim ini yang paling banyak meraih poin dari goal menit2 akhir. Team yang paling berbahaya di 5 menit terakhir musim ini adalah Everton. Walau tidak seefisien United dan Arsenal dalam bermain bola, David Moyes dapat menanamkan etos kerja keras dan pantang menyerah sampai peluit berakhir, mengalahkan semangat team2 EPL yang lain. Team2 Italy yang bertemu dengan team EPL di UCL nanti perlu lebih konsentrasi dan waspada di menit-menit terakhir bila tidak ingin kejutan goal telat ke gawang mereka. Ari Chelski [Non-text portions of this message have been removed]
