Bersihkan Sepatu Senior, Etos Kerja Terpupuk Kris Fathoni W - detikcom London, Frank Lampard mencemaskan etos kerja para pemain muda yang sepertinya sudah dimanjakan keadaan. Yang muda-muda seharusnya senantiasa membersihkan sepatu seniornya demi memupuk kebiasaan bekerja keras.
Lampard adalah salah satu pemain yang dikenal punya daya juang tinggi, di luar dan di dalam lapangan. Hal ini adalah hasil dari masa-masa yunior yang dia habiskan di West Ham. Di sana dia tak kenal lelah bekerja keras, berlatih dengan sangat giat, bahkan mengambil porsi ekstra. Sampai sekarang, pemain Chelsea itu dikenal sebagai salah satu yang terakhir meninggalkan sesi latihan, konon untuk menempa tendangan bebasnya. Saat ini, rupanya Lampard melihat kalau para pemain muda sudah relatif "manja", tidak seperti dirinya dan para pemain lain di era sebelumnya. Ini dikarenakan keadaan kini sudah dipermudah untuk para pemain muda tersebut. "Kurang cukup (kerja keras). Ini sesuatu yang sangat kurasakan. Ada pemain muda yang bagus, tapi sekarang sudah jadi terlalu nyaman buat mereka," kata Lampard di Telegraph. Wajar kalau seorang pemain sepakbola menikmati hidup dari uang yang mereka peroleh dari bersepakbola. Tapi itu harus dicapai lewat kerja keras dan pemain muda saat ini mulai melupakannya karena tak sedikit yang langsung dinyamankan keadaan. "Kami semua beruntung ada di posisi kami saat ini, hidup enak, tapi gaya hidup itu (saat ini) datang lebih dini. Para pemain (muda) lupa dengan kerja keras yang harus diusahakan untuk sampai ke gaya hidup semacam itu," papar Lampard. Di Chelsea sendiri, Lampard yang sudah berusia 30 tahun jelas terbilang pemain senior. Untuk itu dia mengaku sudah memberikan wejangan untuk beberapa pemain muda 'Si Biru' yang dekat dengannya. Akan tetapi, ada satu hal yang dia kategorikan sebagai nilai minus di masa kini. Mungkin terdengar sepele: para pemain muda sekarang tak lagi membersihkan sepatu para seniornya. "Aku dan John (Terry) selalu mengeluh bahwa mereka seharusnya membersihkan sepatu karena itu adalah metode pelajaran berharga buat kami, dimarahi Julian Dicks (bekas senior Lampard di West Ham yang punya julukan Terminator --red) dan dilempari sepatu." "Saat itu sudah tak ada lagi, ada hal positif yang niscaya hilang. Kalau itu bikin pemain tak bisa sebagus semestinya, maka itu adalah hal buruk. Aku bekerja keras. Kalau aku santai, aku merasa permainanku turun setingkat," demikian punggawa timnas Inggris tersebut.
