dan sialnya waktu itu Maradona mendukung La Paz supaya tetep dapet ijin buat 
main bola..


--- In [email protected], Tukang Sapu Istana Negara <toink.stanko...@...> 
wrote:
>
> Kalau ga salah FIFA atau siapa ya ( gw lupa ) yg pernah protes sebuah
> pertandingan diadakan di Bolivia
> Yah karena faktor ketinggian ini. Tapi Presiden Bolivia Evo Morales (
> cmiiw ) ngotot biar tetap ada pertandingan di negara itu.
> 
> Jadi ingat PSM Makassar yg dibantai 12-0 oleh tim Jepang karena faktor
> cuaca dingin.
> 
> 2009/4/2 Bing Gimtaro <gimt...@...>:
> >
> > Pertandingan di La Paz ibukota tertinggi di dunia, sekitar 11.800 feet atau
> > 3600 meter dari permukaan laut. Tingginya kira2 sama dengan puncak Semeru
> > gunung tertinggi di Jawa.
> > Tahun lalu aku pernah jalan jalan ke Cusco di Peru, tingginya hampir sama
> > dengan La Paz sekitar 11.000 feet atau 3.350 meter, letak kedua kota
> > tersebut sama-sama di pegunungan Andes. Brochure2 yang diperoleh yang
> > berhubungan dengan Cusco selama mau kesana selalu disertai iklan2 obat untuk
> > mengurangi efek ketinggian. Dari Jorge Chaves bandaranya Lima Peru sekitar 2
> > jam ke Cusco. Sampai Cusco langsung terasa pening di bagian belakang kepala.
> > Malam2 terbangun karena sesak napas, padahal sudah tarik napas dalam2 tapi
> > dada rasanya kosong saja. Oksigen yang tipis menyebabkabkan pening, susah
> > bernapas, dan mual serasa mau muntah.
> > Kalau tidak terbiasa akan mengalami sindrom seperti itu, jadi bisa
> > dibayangkan pemain2 Argentina lari2 ngejar bola sambil nyari2 oksigen di
> > udara yang tipis. Pantas saja kalah 6-1 dengan Bolivia. Barangkali belum ada
> > (atau jarang?) team lawan yang bisa mengalahkan Bolivia di La Paz.
> >
> > Ari Chelski



Kirim email ke