artine yo Uf: Fia iku mencla-mencle-hehehe. 
mestine kasus Trulli diadili sendiri, kasus kebohongan mclaren diadili sendiri. 
tetep ora ngerti? 
yo embuh lah. aku juga gak ngerti. 


yang ga ngerti juga: ferrari msh ikut F1 ga sih? :D  :D  :D 



________________________________
From: Firdauf Achmad Dhewata <[email protected]>


teuteup ga ngerti ...

============ ========= ========= ========= =======
Trulli Akhirnya Dapatkan Keadilan
Reky Herling Kalumata - detikcom

Kuala Lumpur, Jarno Trulli sangat senang. Ia merasa keadilan berpihak kepadanya 
setelah FIA memutuskan untuk mengembalikan kembali peringkat ketiga yang 
diraihnya saat di GP Australia. 

Trulli sebelumnya mendapatkan penalti oleh FIA. Ia dinyatakan bersalah karena 
meng-overtake pembalap tim McLaren, Lewis Hamilton, ketika safety car masuk 
trek untuk kedua kalinya pada balapan tersebut. 

Hasilnya Trulli mendapat penalti sehingga dari podium ketiga turun menjadi ke 
urutan ke-12. Namun hukuman penalti itu akhirnya dibatalkan dan Hamilton yang 
didiskualifikasi atas hasil yang diraihnya di Melbourne. 

Juara dunia ini dinyatakan salah karena memberikan bukti menyesatkan. Tentu 
saja Trulli sangat senang dengan keputusan FIA tersebut sehingga dia tidak 
kehilangan hasil yang diraihnya di Melbourne. 

"Saya senang karena saya hanya ingin keadilan, dan saya senang mendapatkannya. 
Saya gembira untuk diri saya dan juga tim. Saya berterima kasih kepada FIA 
karena itu tak sering terjadi bahwa mereka mempertimbangkan sesuatu," kata 
Trulli.

"Ini mungkin keras bagi mereka, tetapi mereka mempunyai akal sehat untuk 
benar-benar mencoba dan mengerti apa yang berlangsung. Saya sudah selalu jujur 
dan itu akhirnya  membuahkan hasil," ujar pembalap Toyota ini seperti dilansir 
Auto Sport. 

Tim pabrikan asal Jepang itu memang telah memutuskan tidak mengajukan banding 
atas sanksi penalti yang diberikan kepada Trulli. "Kami tak lakukan banding, 
kami tak melakukan apun dan tidak membuat komentar apapun," tukasnya.

"Saya pikir FIA cukup pintar dengan situasi seperti ini. Mereka sangat sibuk di 
akhir balapan, dengan banyak kejadian. Dan sekarang metreka mendapakan bukti 
yang lebih untuk dapat lebih mengerti akan kasus ini," pungkas Trulli.


   


      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke