Guardiola Itu Spesial  
Doni Wahyudi - detiksport
 

Reuters 
<a
href='http://openx.detik.com/delivery/ck.php?n=a3a24c19&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE'
target='_blank'><img
src='http://openx.detik.com/delivery/avw.php?zoneid=66&amp;cb=INSERT_RANDOM_NUMBER_HERE&amp;n=a3a24c19'
border='0' alt='' /></a>  Roma -        Kalau Jose Mourinho punya sedikit 
kerendahan hati, dia mungkin akan memberikan julukan The Special One yang dia 
klaim untuk Josep Guardiola. Tiga gelar di tahun pertama kepelatihan, Pep jelas 
spesial.

Luar
biasa adalah kalimat yang tepat untuk menggambarkan perjalanan karir
kepelatihan Guardiola. Dia yang dua tahun lalu masih bukan siapa-siapa,
kini sudah menjadi salah satu pelatih tersukses di Spanyol, dan bahkan
Eropa.

Pep baru merentas profesi sebagai pelatih pada 21 Juni
2007 saat ditunjuk membesut tim Barcelona B. Dia tak harus menunggu
lama menjadi pelatih tim utama karena 11 bulan kemudian (9/ Mei 2008)
Frank Rijkaard diberhentikan dan Pep ditunjuk sebagai bos baru Carles
Puyol dkk.

Kala itu, banyak yang menyangsikan keputusan manajemenEl Barca mengingat Pep 
memang belum punya jejak rekam yang bagus. Namun dalam
kurun 12 bulan setelah naik jabatan dia dengan luar biasa memberi tiga
tropi juara buat Barcelona: Liga Spanyol, Copa del Rey dan, yang masih
mereka rayakan kegembiraannya kini, gelar juara Liga Champions.

"Guardiola
sudah melewati semua ekspektasi. Saat kami memutuskan merekrutnya, kami
menaruh kepercayaan kalau dia akan bisa berbuat bagus, tapi kami tidak
membayangkan kalau kami akan menjalani musim terbaik sepanjang sejarah
klub," ungkap Presiden Barcelona, Joan Laporta di Goal.

Hebatnya
lagi, meski telah meraih sukses besar dan berhasil menciptakan
Barcelona yang atrkatif dan sangat menakutkan, mantan pesepakbola AS
Roma dan Brescia itu tetap membumi dengan kerendahan hatinya.

"Adalah
sesuatu yang istimewa untuk bermain menghadapi dia....Saya akan
berusaha belajar dari dia," demikian Guardiola mengomentari
pertemuannya dengan Sir Alex Ferguson, pelatih dengan lebih
dari 30 gelar juara yang sudah mulai mengumpulkan titel saat dia
sendiri baru berusia sembilan tahun.

Atas suksesnya di Stadion
Olimpico, bertambah pula sederet gelar buat pria kelahiran Santpedor,
18 Januari 1971 itu. Setelah di tengah musim lalu mengukuhkan diri
sebagai rookie pelatih terbaik La Liga, kini dia juga
tercatat sebagai salah satu dari sedikit orang yang mampu merengkuh
tropi Liga Champions sebagai pemain dan pelatih. Guardiola juga menjadi
salah satu pelatih termuda yang bisa menjuarai kompetisi antarklub
terbaik Eropa tersebut.

"Guardiola dan seluruh pemainnya sudah
menjalani musim terbaik di sepanjang sejarah klub ini. Hal itu dia
lakukan dengan tetap mengusung filosofi sepakbola yang sesungguhnya,"
pungkas Laporta.



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke