Era Baru Milan Bersama Leonardo
Doni Wahyudi - detiksport

daylife
Jakarta - Carlo Ancelotti angkat kaki, Paolo Maldini gantung sepatu dan 
Leonardo jadi bos baru. Perubahan sedang terjadi di AC Milan, yang 
diharapkan membawa era baru buat Rossoneri.

Delapan tahun membesut Milan, Ancelotti tak bisa dibilang gagal sebagai 
pelatih karena dalam kurun tersebut dia mampu memberikan delapan titel 
juara. Don Carletto bahkan termasuk dalam kelompok kecil orang yang 
mampu menjuarai Liga Champions hingga dua kali dan membawa pulang satu 
titel Kejuaraan Dunia Antarklub.

Tapi Don Carletto juga tak lepas dari kontroversi, terutama di 
tahun-tahun terakhirnya bersama Diavolo Rosso. Sudah sejak musim lalu 
tuntutan dirinya mundur sudah terdengar, pelatih 49 tahun itu dianggap 
bertanggung jawab terhadap kegagalan Paolo Maldini cs lolos ke Liga 
Champions musim lalu setelah cuma duduk di posisi lima klasemen akhir.

Hal lain yang membuat Ancelotti kerap jadi sorotan adalah soal 
kebijakannya terkait regenerasi pemain di Milan. Soal pembelian pemain, 
dia mungkin harus menuruti kebijakan petinggi Milan yang lebih suka 
berhemat dengan membeli pemain yang usianya beranjak senja. Tapi di atas 
lapangan kebijakan yang sama justru kerap dia pakai juga.

Yoann Gourcuff yang beberapa hari lalu resmi dibeli Bordeaux adalah 
cotoh betapa Carletto terlanjur "asyik" dengan pemain seniornya tanpa 
memberi peluang yang layak buat young guns untuk unjuk kebolehan. 
Jadilah starting XI Milan lebih sering diisi nama-nama seperti Maldini, 
Zambrotta hingga Filippo Inzaghi. Milan seperti tak belajar dari 
pengalaman saat mereka menemukan Kaka dan memberi banyak kesempatan pada 
Pato untuk bermain.

Leonardo punya banyak pe er untuk bisa membawa Milan bersaing dengan 
Inter Milan dan meneruskan catatan gemilang mereka di Eropa. Sesuatu 
yang bisa jadi akan sulit lantaran dia sama sekali belum punya jejak 
rekam sebagai pelatih.

Leonardo memang bukan nama asing di Milan karena dia sempat memperkuat 
klub tersebut dalam kurun 1997-2001. Sempat pulang ke Brasil, 
pesepakbola bernama lengkap Leonardo Nascimento de Araújo itu kembali ke 
Milan tahun 2003 sebelum memutuskan pensiun.

Sejak saat itu dia menjadi bagian dari manajemen Milan. Awalnya dia 
mengurusi hubungan klub dengan media, membantu beragam kegiatan amal 
yang digelar sampai kemudian ditunjuk sebagai staff teknis Milan tahun 
kemarin.

Meski sempat dijadikan kandidat sebagai pelatih oleh beberapa media, 
penjukkan Leonardo mungkin akan tetap mengundang tanda tanya karena pria 
Brasil berusia 39 tahun itu belum punya pengalaman melatih. Mungkin 
Milan terinspirasi oleh Barcelona yang meraih sukses luar biasa bersama 
Barcelona dengan merebut treble winners.

Kalau memang seperti itu, Leonardo punya banyak hal yang harus dia 
lakukan karena Milan tentu tak sama dengan Barcelona yang punya pemain 
hebat di semua posisi. Pekerjaan pertama Leonardo mungkin adalah 
membersihkan Rossoneri dari pemain-pemain gaek, kondisi yang dalam 
beberapa musim jadi penghambat Milan menjaga konsistensi pergorma mereka 
di Italia dan Eropa.

Maldini sudah pergi, juga Carlo Ancelotti. Bersama Leonardo, Milan 
harusnya bisa memulai sesuatu yang benar-benar baru.

Kirim email ke