Dari awal nonton, ekspetasinya memang pengen lihat Spanyol nyetak banyak gol. Kekuatan Selandia Baru jelas masih jauh di bawah juara Eropa. Dan yang terjadi pas banget sama yang gue pengen.
Spanyol semalam kayak lagi latihan. Mungkin Selandia Baru sudah bersiap dengan taktik bermain rapat atau bola-bola tinggi. Modal hanya kalah 3-4 dari Itali membuat mereka lebih yakin dengan kemampuan team. Tapi maaf...Spanyol jelas beda. Xavi terlalu superior di tengah. Dikepung 2-3 pemain pun, gerakan Xavi kayak matador yang lihai mengelak serbuan banteng. Fabregas yang diplot mengganti Iniesta tampil ga kalah hebatnya dengan assist dan koleksi satu golnya. Dan yang terhebat adalah El Nino. Spanyol beruntung punya duet maut. Kalo minggu lalu, Villa bikin hattrick. Semalam giliran Torres. Malah sebenernya 4-5 gol bisa dia cetak. Sekarang giliran ngomongin Itali. Wah luar biasa serunya Moto GP semalem. Orang di rumah gue yang biasanya cuek, jadi ikut-ikutan panas lihat duel maut Lorenzo-Rossi. Gue pun nonton sambil naik-naik kursi. Biarpun hasilnya bikin gue kecewa, mau ga mau gue harus acungin jempol kaki gue buat Rossi. Cuma gue heran kok bisa-bisanya Lorenzi disalip di tikungan terakhir. Rossi yang dasarnya jago atau Lorenzo yang bloon. Sebenernya jauh lebih seru kalau Stoner bisa ikutan nimbrung. Kalau bertiga bakalan lebih sedap lihatnya. Tapi ya ternyata motor Ducati lagi ga perform. Congrats Rossi!
