Jumat, 24 Juli 2009 | 04:27 WIB *Oleh MH SAMSUL HADI*
Jakarta telah dicoret Manchester United dari agenda Tur Asia 2009 mereka, seperti dialami Malaysia pada 2007. Berbeda dari pembatalan tur di negeri jiran dua tahun lalu karena bersamaan dengan Piala Asia dan protes AFC, batalnya Jakarta menjamu MU lebih tragis. Juara Liga Inggris itu membatalkan tur ke Jakarta karena ledakan bom di Hotel JW Marriottdan Ritz-Carlton, 17 Juli. Panitia dan perusahaan yang terlibat rugi besar. Namun, kerugian terbesar adalah citra Indonesia yang ternyata belum aman dari terorisme. Maukah MU datang pada 2011? Wajah Agum Gumelar, Ketua Panitia Lokal Tur MU di Jakarta, dalam jumpa pers yang dipadati wartawan di kantor PSSI, Selasa (21/7), tampak kusut. Masih memakai kaus merahberlogo MU Asia Tour 2009, mantan Ketua Umum PSSI itu menyampaikan berita soal gagalnya usaha panitia untuk merayu MU agar mau datang ke Jakarta. Agum bercerita, ia datang ke Kuala Lumpur, Minggu, atau dua hari setelah ledakan bom. Kalaupun tidak bisa datang satu tim, minimal Pelatih Sir Alex Ferguson dan dua pemainnya mau ke Jakarta untuk sekadar memberikan keterangan pers. Begitu upaya kompromi terakhir Agum. Namun, upaya itu tetap ditolak MU, seperti ditolaknya imbauan Juru Bicara Presiden Dino Patti Djalal agar mereka tetap datang ke Jakarta sebagai solidaritas atas tragedi bom. Semua orang di klub (MU) menyesal tidak bisa tampil di Indonesia, tetapi kami punya tanggung jawab atas (keselamatan) pemain dan staf, demikian penegasan resmi MU. Hari Jumat, tidak lama setelah mendengar ledakan bom di hotel yang bakal mereka tempati jika jadi ke Jakarta, Ferguson langsung membatalkan tur ke Jakarta dan menegaskan, Kami tak akan menoleh ke belakang. Kami sudah 21 tahun keliling dunia bersama Manchester United dan selalu kagum akan sambutan para penggemar di Asia, katanya. Namun, untuk soal keamanan dan keselamatan timnya, Sir Alex tidak bisa berkompromi. Jangankan untuk hal sepenting itu, pelatih Skotlandia berusia 67 tahun tersebut ikut mengurusi hal kecil skuadnya, seperti menu makanan atau hotel timnya. Kami tidak bercanda. Jika tidak menuruti keputusan Sir Alex, rencana tur MU bisa batal, kata Julian Kam, CEO ProEvents, promotor Tur Asia MU, kepada Kompas, pertengahan Mei lalu. Pihak MU sempat menawarkan pemindahan laga lawan pemain timnas Indonesia ke Kuala Lumpur, tetapi langsung ditolak Ketua Umum PSSI Nurdin Halid. Jadwal laga MU pada 20 Juli lalu, yang sedianya untuk meladeni pemain timnas Indonesia, pun digantikan tim Malaysia XI. *Soal force majeur* Agum menyebut angka Rp 25 miliar-Rp 28 miliar kerugian akibat batalnya tur MU. Itu dihitung berdasarkan uang laga (macth fee) dua juta dollar AS atau sekitar Rp 20 miliar yang telah dibayarkan panitia ke MU dan uang operasional untuk mempersiapkan hajatan tersebut. Repotnya lagi, posisi panitia cukup lemah jika mengacu pada perjanjian kontrak dengan MU. Menurut Agum, dalam situasi force majeur yang membuat laga tidak bisa digelar, uang 2 juta dollar AS itu hangus alias tidak bisa diminta lagi oleh panitia. Kita akan bicarakan soal itu dengan pihak MU setelah mereka menyelesaikan tur Asia, 26 Juli, kata Agum. Mengapa panitia terlihat mengabaikan pada kemungkinan terburuk force majeur dalam kontrak semahal itu? Juru bicara panitia lokal, Joko Driyono, menampik anggapan bahwa hal itu karena panitia hanya berpikir soal potensi keuntungan yang bisa diraih. Masalah legal itu akan kami negosiasikan dengan mereka (MU). Kami akan bicarakan apakah ledakan bom termasuk force majeur yang umumnya lebih karena bencana alam, kata Joko. Sejumlah perusahaan rekanan panitia juga dipastikan menderita kerugian, seperti penyedia jaringan telepon seluler 3, Nike, dan Bank Danamon. Jaringan telepon seluler 3 bahkan telah mempersiapkan diri sejak awal April lalu saat mengumumkan kepastian datangnya MU ke Jakarta dalam acara meriah di Hotel Ritz-Carlton Pacific Place, SCBD, yang dihadiri legenda MU, Bryan Robson. Presiden Direktur Hutchison CP Telecommunications Indonesia Manjot Mann, dan Direktur Komersial Suresh Reddy, saat itu menolak menyebut angka kontrak sponsor 3 dalam tur MU saat ditanya wartawan. Angka yang beredar di kalangan media sekitar 8 juta dollar AS. Selain menjadi sponsor, mereka juga memegang lisensi layanan produk MU lewat telepon seluler, seperti klip video pertandingan, nada dering, ring back tone, berita, prediksi, dan kartu bergambar logo dan bintang-bintang MU. Lisensi itu berlangsung hingga 2012. Kerugian yang tidak kecil juga dialami Nike. Perusahaan apparel ini telah menyiapkan acara Nike5 Challenge yang melibatkan para pelajar untuk bertemu beberapa pemain MU. Marketing Manager Nike Dyah Oetari tidak mau menyebut angka kerugian yang mereka tanggung. Dari persiapan mereka, ditaksir sekitar Rp 1,5 miliar angka kerugian itu. Pengelola tabloid Bola, yang telah mencetak 30.000 eksemplar majalah panduan resmi laga tur MU, pun tak luput dari kerugian. Wakil Pemimpin Redaksi Bola Arief Kurniawan menyebut kerugian pihaknya sekitar Rp 250 juta. *Janji atau basa-basi?* CEO MU David Gill berjanji, suatu saat nanti MU akan tiba ke Jakarta, yang awalnya diakui Ferguson sebagai kota tujuan tur paling dia harapkan. Seriuskah janji Gill untuk membawa MU ke Jakarta suatu waktu nanti? Andai pembatalan itu bukan karena bomact of terrorism, istilah merekakita bisa berharap MU datang pada 2011, tahun ganjil yang biasa mereka isi dengan tur. Namun, karena bom yang meledak persis di hotel yang akan mereka tempati, apakah Ferguson masih melirik Jakarta sebagai tujuan tur? Mau?! -- "Laa tahtaqir Syaian mahmaa kaana shaghiiran" (Jangan anggap enteng segala sesuatu meskipun ia kecil) kawunglarang.wordpress.com [Non-text portions of this message have been removed] ------------------------------------ HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY. ========================================================== Milis Tabloid BOLA Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat [email protected] ==========================================================Yahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[email protected] mailto:[email protected] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [email protected] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
