--- In [email protected], Don Rudy <rudy.mil...@...> wrote: > > Kaka main bagus, kelihatan banget pengen nunjukin kalau dia professional. > Kalau dia ngegoalin juga gw yakin dia bakalan senang, masalah dirayakan atau > tidak beda urusan. > Momen paling dramatis sepanjang gw nonton bola adalah ketika Batigoal saat > bela Roma cetak goal ke gawang Fio sampai nangis, itu bener2 mengharukan. > Dalem banget perasaan Bati sama Fio, Kaka ke Milan masih jauh dari itu,,. > mungkin cuma Maldini yang bakal nangis kalau ngegoalin ke gawang Milan, cuma > ga mungkin karena dia ga pernah pindah klub. Tadi malem Maldini dan > Costacurta ada di tribun.
beda banget kondisi Kaka & Batistuta Kaka sudah memberikan gelar banyak buat Milan, dan dia pergi karena sudah tidak dikehendaki lagi oleh management Milan. Sehingga kalaupun dia nyetak hattrick bolehlah dia tidak punya penyesalan apa-apa. Sementara Batistuta punya kenangan emosional kuat dgn Fiorentina. Batigol punya hutang budi pada Cecchi Gori yg membawanya ke Serie A, dalam 2 musim pertama Batigol mencetak 29 gol sehingga namanya mulai dilirik tim2 raksasa. Tapi dgn setia dia tetap bertahan di Fiorentina, bahkan meskipun terdegradasi ke Serie B, Batigol tetap setia membawa Fiorentina kembali promosi ke Serie A. Akan tetapi sejak Mario Cecchi Gori meninggal dan digantikan anaknya Vitorio, kebijakan managemen Fio mulai berubah, hampir tiap musim ganti pelatih .. dan ini justru membuat kondisi tim rebuilding terus tiap ganti pelatih. Dan gelar yg dinanti2 Batigol tak kunjung tiba .. beberapa kali pula Fio gagal gara2 Batigol cedera. Sehingga thn 2000 Batigol memutuskan sendiri untuk hengkang .. Dan ketika akhirnya dia mencetak gol ke gawang tim yg telah dibelanya selama 10 musim, hatinya trenyuh mengenang perjuangannya, suka duka kepada Fiorentina membuat dia tertunduk lemas di pinggir lapangan. Alkaizer
