[rudy]
Selamat...selamat, mudah-mudahan nantinya bisa meraih emas di olimpiade

Ciao
[/rudy]

Eko Raih Perak di Kejuaraan Dunia Angkat Besi
Sabtu, 21 November 2009 | 21:40 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta - Lifter Indonesia Eko Yuli Irawan berhasil meraih
medali perak pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Goyang, Korea Selatan,
Sabtu (21/11).

Eko yang turun di kelas 62 kilogram itu meraih total angkatan 315 kilogram.
Medali emas diraih oleh lifter Cina Jianjun Ding dengan total angkatan 316
kilogram. Ada pun medali perunggu diraih Fan Yang dengan total angkatan 314
kilogram.

Eko pun merasa cukup puas dengan hasil yang didapatnya itu meski sebenarnya
ia mengincar gelar juara dunia junior lagi.

"Tapi semuanya sudah sesuai arahan Ketua Program Atlet Andalan waktu
berangkat. Saya hanya diharapkan tampil enjoy tanpa beban," kata Eko yang
pernah menjadi juara dunia dunia angkat besi junior di Thailand pada 2007
lalu.

Eko sebenarnya punya keunggulan di nomor clean and jerk. Eko menjadi juara
dunia pada nomor itu setelah mampu mengangkat beban 175 kilogram. Sedangkan
Fan dan lifter asal Taiwan Sheng-Hsiung Yang sama-sama hanya mengangkat 170
kilogram.

Namun, di nomor snatch Eko gagal mengulang sukses dan hanya mampu meraih
angkatan 140 kilogram. Di nomor ini Eko hanya berhasil meraih perunggu.
Medali emas snatch diraih oleh Ding yang sukses mengangkat beban seberat 146
kilogram, sedangkan Fan meraih medali perak dengan beban 144 kilogram.

Manajer tim angkat besi Sony Kasiran menilai hasil yang didapat Eko sudah
cukup baik. Namun, menurut Sony, nilai angkatan atletnya itu belum
sepenuhnya memuaskan, apalagi Eko akan menghadapi SEA Games di Laos pada
Desember mendatang.

Sony berharap Eko nanti bisa meningkatkan jumlah angkatannya dengan latihan
yang lebih baik. "Tampil di kejuaraan dunia bisa menambah pengalaman Eko.
Atmosfer pertandingan tidak akan berbeda SEA Games nanti," katanya.

GABRIEL WAHYU TITIYOGA


Profil Eko Yuli : Pernah Diusir Karena Intip Latihan

[image: 
PDF]<http://bangadang.com/organisasi/pabbsi/beritapabbsi/1649-profil-eko-yuli-pernah-diusir-karena-intip-latihan-?format=pdf>[image:
Cetak]<http://bangadang.com/organisasi/pabbsi/beritapabbsi/1649-profil-eko-yuli-pernah-diusir-karena-intip-latihan-?tmpl=component&print=1&layout=default&page=>[image:
E-mail]<http://bangadang.com/component/mailto/?tmpl=component&link=aHR0cDovL2JhbmdhZGFuZy5jb20vb3JnYW5pc2FzaS9wYWJic2kvYmVyaXRhcGFiYnNpLzE2NDktcHJvZmlsLWVrby15dWxpLXBlcm5haC1kaXVzaXIta2FyZW5hLWludGlwLWxhdGloYW4t>
PABBSIRABU, 14 OKTOBER 2009 13:20

Eko Yuli Irawan
Terlahir dengan nama Eko Yuli Irawan, pria kelahiran Lampung ini mencatatkan
sejarah sebagai alet pertama Indonesia yang meraih medali di Olimpiade 2008
Beijing. Dan *Sang Merah Putih* pun berkibar di *Negeri Tirai Bambu* ketika
medali perunggu disematkan lifter di kelas kelas 56 kg, dengan total
angkatan 288 kg.

Pria kelahiran Lampung, 24 Juli 1989 ini adalah atlet angkat besi yang lahir
dan dibesarkan di keluarga miskin. Ayahnya, Saman, seorang pengayuh becak, *cah
angon*, sedangkan ibunya, Wastiah, berjualan sayur.

Prestasi Eko yang gemilang di arena angkat besi telah mengubah keadaan
ekonomi keluarganya. Dia telah meraih bonus ratusan juta rupiah. Dia antara
lain telah membangun rumah baru, membeli tanah dan sawah untuk ayahnya,
sehingga tak perlu lagi mengayuh becak. Ayahnya, Saman, sudah bertani, tidak
lagi mengayuh becak. Sedangkan ibundanya, Wastiah, sudah berjualan sayur di
kios yang sederhana, tidak lagi hanya di lapak.

Eko sendiri sebelumnya tak pernah bercita-cita jadi atlet angkat besi. Ia
malah pernah bercita-cita jadi pemain sepak bola. Ia mau ikut sekolah sepak
bola (SSB), tetapi tidak jadi karena harus bayar.

Kiprahnya di cabang lifter ini bermula tahun 2000, tidak sengaja datang ke
sasana latihan angkat besi asuhan Yon Haryono di Metro, Lampung. Kala itu ia
masih duduk di bangku sekolah dasar. Selepas sekolah pagi, sorenya
menggembalakan kambing (milik orang lain), sambil bermain bersama
teman-temannya. Suatu hari, ia bersama teman sepermainannya, ia iseng masuk
ke dalam sasana untuk melihat dari dekat orang berlatih mengangkat barbel.
Mereka pun diusir keluar.

Setelah itu, rasa ingin tahu membuatnya makin ingin sering melihat orang
berlatih angkat besi. Sampai akhirnya, awal 2001, Eko bersama teman-temannya
memberanikan diri ikut latihan angkat besi di sasana tersebut. Mulai dari
latihan memakai kayu untuk belajar teknik. Setelah menguasai teknik, barulah
dilatih memakai barbel yang berat.

Mulailah terasa latihannya sangat berat. Teman-temannya mulai satu per satu
tidak datang lagi. Eko sendiri pun terkadang berniat untuk tidak datang.
”Akibat latihannya berat banget, waktu itu saya juga berpikiran datang,
enggak, datang, enggak,” kenang Eko.

Tapi Eko akhirnya membulatkan tekad untuk bisa menjadi lifter andal. Dia
makin giat latihan. Setiap pulang sekolah (pagi), sore hari berlatih angkat
besi. Ia pun mohon izin pada orang tuanya untuk tidak menggembala kambing
lagi. Semangatnya berlatih semakin tinggi, tatkala mulai mendapat honor Rp
7.000 per minggu. Honor itu, sangat berarti bagi diri dan keluarganya.

Dengan kegigihannya berlatih, dalam waktu kurang dari satu tahun, Eko sudah
mengikuti Kejuaraan Nasional Remaja di Indramayu, Jawa Barat. Hasilnya
mengejutkan, Eko meraih emas. Kala itu, keluguannya menyembulkan tanya tanya
di benaknya:

Pikiran Eko pun makin terkonsentrasi untuk meraih juara di berbagai ajang
kejuaraan. Ia ingin menyebar keharuman nama bangsanya sebagai Sang Juara. Ia
giat dan rajin mengikuti jadwal ketat pemusatan latihan nasional jauh dari
keluarga di Lampung. Eko rutin berlatih setiap pagi dan sore.

Rasa tanggung jawab dan kerja kerasnya membuahkan hasil gemilang yang
mengharumkan nama bangsa. Dia meraih perunggu pada Olimpiade Beijing 2008.
Medali pertama buat Indonesia.



Nama:              Eko Yuli Irawan

Lahir:                Lampung, 24 Juli 1989

Ayah:               Saman

Ibu:                  Wastiah

Saudara:

- Angga Romansyah (Adik)

- Inge Trimelani (Adik)

Prestasi:

   1. Medali perunggu Olimpiade Beijing 2008, kelas 56 Kg, dengan total
   angkatan 288 Kg.
   2. Medali emas PON VXII di Kaltim, 2008
   3. Medali perak kejuaraan Asia di Kanazawa, Jepang, di kelas 62 Kg.
   4. Medali emas Sea Games di Thailand, 2007
   5. Medali emas dan lifter terbaik kejuaraan dunia yunior di Praha,
   Republik Ceko, 2007
   6. Dua medali perunggu kejuaraan dunia 2007 di Chiang Mai, Thailand, di
   kelas 56 Kg.
   7. Peringkat 8 kejuaraan dunia tahun 2006 di Santo Domingo, Republik
   Dominika, kelas 56 Kg. dengan total angkatan 266 Kg.



(tim adangdaradjatun.com)

-- 
Cavaliere
AC Milan atau tidak sama sekal!


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------------------

HAPUS BAGIAN EMAIL YG TIDAK PERLU SEBELUM ME-REPLY.

==========================================================
Milis Tabloid BOLA
Untuk KELUAR DARI MILIS INI. Kirim Mail kosong (tanpa subject) ke alamat 
[email protected]
==========================================================Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/bolaml/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke