Thrash talk dalam pertandingan itu hal yg biasa dan sudah dilakukan dari jaman firaun pake celana cutbray. Kejadian headbutt zidane itu memang begonya dia sendiri. Dulu waktu playoff kualifikasi euro 2004 antara inggris dan turkiye, bek aston villa si alpay terus memprofokasi beckham, sampe beckham kepleset gagal penalty si alpay langsung mendatangi dan nyrocos didepan muka si becham. Tapi beckham anteng aja, dia sudah belajar dari world cup 98 waktu dia kena kartu angpao akibat profokasi pemain inter (kayanya gurunya matrix) si marco simone waktu lawan argentina di playoff. Wasit waktu itu liat juga tenang2 aja. Tapi pemilik aston villa yg kemudian menendang alpay keluar dari klub.
Balik ke zidane. Kemaren dia ungkit lagi kasus ini dan bilang ga mau minta maaf perkara headbuttnya. Gw yakin si matrix bakal ngakak2 aja sambil ngomong emang gw pikirin? Sambil ngipas2 foto dia lagi ngangkat piala dunia. Pendukung zidane pasti akan tetep ngedukung dia, dan kembali menghujat matrix. Buat gw, zidane simply stupid sore loooooserrrrr. Dulu gw nyesel kenapa dia dilepas juve, skrg gw bersukur dia keluar dari juve. -----Original Message----- From: indah larasati <[email protected]> Date: Mon, 1 Mar 2010 23:45:33 To: <[email protected]> Subject: [BolaML] taktik lain untuk menjegal lawan di lapangan bola. efeknya dahsyat! gimana kalo pake taktik yang ini? secara fisik tidak melukai, tapi secara psikis telah berhasil merusak! lidah Materazzi dahsyat menackling harga diri Zidane dan Zidane jatuh terjerembab dalam pusaran emosi yg rusak parahhhh, hingga berbuah kartu merah.. kekalahan tim perancis.. dan kepahitan seumur hidup krn menyimpan dendam! ini adl jurus lain dalam persepakbolaan, taktik provokasi melemahkan mental lawan. dan terbukti sukses mencapai tujuan! :( please don't try this at home! --------------------------------------------------------------------------------------------------------- Zidane: Mending Mati daripada Maaf ke Materazzi Selasa, 2/3/2010 | 01:04 WIB MADRID, KOMPAS.com — Rasa sakit yang dialami Zinedine Zidane karena dilecehkan Marco Materazzi pada final Piala Dunia 2006 tampaknya begitu dalam. Bahkan, dia tak mau memaafkannya, juga tak mau meminta maaf karena telah menyeruduk dadanya. Baginya, lebih baik mati daripada meminta maaf kepada Materazzi. "Saya hanya akan meminta maaf kepada sepak bola, para suporter, dan tim," katanya kepada surat kabar Spanyol, El Pais, yang diterbitkan Senin (1/3/2010). Pada final Piala Dunia 2006 antara Perancis dan Italia, Materazzi memang memprovokasi Zidane. Dia melecehkan ibu dan adik perempuannya. Sontak, Zidane marah dan berbalik menyeruduk defender Italia itu hingga terjatuh. Zidane pun terkena kartu merah dan Perancis akhirnya kalah dalam adu penalti. "Setelah pertandingan itu, saya masuk ruang ganti dan mengatakan kepada mereka (tim) saya minta maaf. Saya tidak akan mengubah sesuatu. Tetapi, untuk Materazzi, saya tidak bisa. Tidak akan pernah, tidak pernah. Rasanya tidak terhormat jika saya meminta maaf kepadanya," ungkapnya. "Saya meminta maaf kepada siapa saja, tapi bukan kepada Materazzi. Saya lebih baik mati (daripada meminta maaf ke Materazzi). Banyak orang jahat dan bahkan saya tak mau mendengar dia bicara," tegasnya. "Banyak hal terjadi di lapangan. Hal semacam itu sering terjadi terhadap saya. Tetapi dalam peristiwa itu, saya tidak bisa mengendalikan diri. Jika meminta maaf, maka sama saja saya membenarkan tindakannya. Bagiku, ucapannya tak normal," tambahnya. Kata-kata Materazzi memang menyakitkan. Dia menyebut ibu Zidane sebagai pelacur. Bahkan, dia juga mengatakan telah meniduri adik perempuan Zidane. "Lebih dari sekali mereka menghina ibu saya dan saya tak pernah meresponsnya. Tapi, itu (hinaan Materazzi)... dan itu terjadi. Ibu saya sedang sakit (saat itu). Ia dirawat di rumah sakit. Orang-orang itu tak tahu persoalan dan itu saat yang buruk" ungkap Zidane. "Jika yang melakukan itu orang baik, misalnya Kaka, maka saya akan meminta maaf. Tapi untuk orang satu ini..." Zidane tak melanjutkan, tapi jelas yang dia maksud adalah Materazzi. Zidane pensiun dari sepak bola profesional setelah turnamen tersebut dan kini bekerja sebagai penasihat Ketua Real Madrid Florentino Perez. (EPZ) --------------------------------------------------- [Non-text portions of this message have been removed] [Non-text portions of this message have been removed]
