Jakarta, 3.50 pm.
Dilema simalakama 2 tahun yang lalu gw alami lagi neh..
Kalau di Piala Eropa waktu itu terjadi di partai final, pertemuan 2 tim
favorit gw ini sekarang di Piala Dunia harus terjadi di semi final.
Déjà vu yang tidak menyenangkan sama sekali buat kesehatan jantung gw!
Sebetulnya berat, beraaatttt sekali nulis ini.. tapi mau gimana lagi..
pilihan harus ditentukan. Suami resmi atau selingkuhan, gw harus
putuskan segera pilihannya :)
Peluang Jerman – Spanyol :
skill pemaen 50-50.
Pelatih: Joachim Loew sedikit di atas Vincente del Bosque.
Luck from God? Nah ini dia, factor X yang susah diprediksi manusia
manapun, karena cuma Tuhan yang bisa memberi tanpa bisa digugat. Apakah
Jerman yg bakal dapat good, Spanyol bad, we never know, tak juga seekor
binatang gurita di akuarium Jerman sono!!!
[Oh, plis deh.. masa tingkah laku seekor gurita yg lagi striptease di
tiang besi aquarium trus ngejogrog diem di atas bendera merah kuning
Spanyol bisa mempengaruhi akal manusia sejagad?] kemana perginya iman
kalian, teman2ku seiman? doa harus tetap dipanjatkan! :P
Factor crucial justru ada di tangan pelatih. Sebab, siapa yang
meragukan kemampuan tim matador yang berhasil menjuarai piala eropa 2
tahun lalu ini? Nama-nama seperti Xavi, Iniesta, Puyol, Villa, Torres
adalah nama2 cemerlang yang menguasai dunia sepak bola beberapa tahun
ini. Siapa juga yang menyangsikan kegagahan Lahm dkk saat mengandaskan
lawan-lawannya di 5 pertandingan putaran final PD 2010 ini? Untuk
faktor pemaen di lapangan tak usah lah kita ragukan kapasitas dan
kualitas mereka. Piala dunia ini lebih merupakan adu muslihat antar
pelatih dalam menerapkan strategi dan meramu pemain sesuai kebutuhan
yang dihadapi saat ini.
Jika Loew bisa meredam Xavi dan Iniesta nanti malam, seperti dia
membuat tim Maradona terjun bebas di perempat final lalu karena Messi
praktis tidak bisa ngapa2in, gw yakin Jerman bisa mengendalikan
pertandingan ini sepenuhnya.
Memang, absennya Muller berpengaruh terhadap dobrakan tim Torpedo
Bavaria ini [sebutan diesel kayanya udah expired buat menjuluki tim
yang selalu tampil panas dan menggairahkan ini] namun jangan lupa, Loew
masih menyimpan koleksi Marko Marin [Werder Bremen] dan pemain sayap
Piotr Trochowski [Hamburger SV] yang siap diturunkan dari menit
pertama.
Sementara itu di pihak del Bosque, permainan Spanyol selama di Afrika
Selatan ini belum menemui titik tertinggi yang memukau di mata gw.
Bahkan saat nonton pertandingan perempat final lalu ketika mereka
menang tipis 1-0 atas Paraguay gw sukses tidur lelap! Partai terseru
dari Spanyol hanya terlihat saat mereka melawan Portugal dan Honduras.
Tapi, [tanpa bermaksud merendahkan] kalo mau jujur Honduras sebetulnya
bukan lawan sepadan, mereka setingkat di bawah level tim La Furia Roja
laaa..
Jadi, bisa gw bilang duel nanti malam adalah duel Loew vs Bosque.
Apakah kematangan mental pemaen el matador [di usia ideal] bisa
mengatasi panasnya gairah squad muda tim panzer? Ataukah semangat
membara anak muda Jerman yang akan membakar hangus sang banteng?
Well, siap2 saja kalian semua menyaksikan kejadian ini: "Apakah panzer
Jerman akan menggilas remuk sang banteng Spanyol? Ataukah tanduk
mematikan si banteng yang akan melubangi badan besi panzer? we'll see..
Siapkan jantung kalian semua, para fans tim Jerman dan Spanyol.
Last but not least: feeling gw sih kebalikan dari final Euro Cup 2008,
kali ini beberapa hari yang terlihat di pelupuk mata gw adl seragam
putih der panzer yang fit in ke body sexy Podolski :D
Tapi bisa aja feeling gw salah karena... gw kan bukan gurita!
Gw? siap-siap bunuh diri!!!
[Non-text portions of this message have been removed]