Kebanggaan Muller
Meski baru pertama kali bermain di ajang sekelas Piala
Dunia. Gelandang serang Jerman, Thomas Muller, berhasil menggondol
gelar Sepatu Emas. Muller pun mengaku tidak pernah menduga sebelumnya
bisa menjadi pencetak gol terbanyak di Piala Dunia 2010.
Sebenarnya,
jika dilihat dari jumlah perolehan gol selama gelaran Piala Dunia 2010.
Ada tiga pemain lain yang mengoleksi jumlah gol yang sama dengan
Muller, yaitu lima gol. Pemain-pemain tersebut antara lain David Villa
(Spanyol), Wesley Sneijder (Belanda), dan Diego Forlan (Uruguay). Akan
tetapi, Muller lebih unggul dalam jumlah assist, yaitu tiga kali memberikan
assist
pada rekan satu timnya. Alhasil, Muller pun didaulat sebagai pencetak
gol terbanyak atau peraih sepatu emas pada gelaran Piala Dunia 2010.
Muller pun berkomentar atas pencapaiannya tersebut. "Prestasi ini
sangat luar biasa untuk pemain yang baru bermain di Piala Dunia seperti
saya. Tentu saja, gelar ini adalah sesuatu yang membanggakan, tapi akan
lebih membanggakan lagi jika kami (Jerman) meraih gelar juara dunia.
Sebenarnya, pada awal turnamen ini, jika ada orang yang mengatakan
bahwa saya dapat mencetak delapan gol (pencetak gol terbanyak), maka
saya langsung menganggap mereka bergurau," ujar Muller seperti dilansir
situs resmi Bayern Muenchen, Senin (12/7).
Dengan begitu, Muller pun menjadi pemain termuda kedua yang pernah
meraih sepatu emas di ajang Piala Dunia. Tercatat nama striker
Hungaria, Florian Albert, pernah meraih gelar sepatu emas pada Piala
Dunia 1962 dengan raihan empat gol. Kala itu, Albert berusia 20 tahun
268 hari, 32 hari lebih muda dari Thomas Muller.
Tidak hanya meraih gelar sepatu emas, pemain yang baru memulai
karier internasionalnya bersama tim senior Der Panzer pada Maret 2010
itu juga berhasil mendapatkan gelar pemain muda terbaik di South Africa
2010. Muller pun mengaku bangga bisa disandingkan dengan nama-nama
besar yang pernah meraih gelar serupa.
"Sebuah kebanggaan bisa
menjadi disamakan dengan nama-nama besar seperti Pele, Franz
Beckenbauer, Michael Owen, dan peraih gelar itu sebelumnya, Lukas
Podolski," tutur Muller.
"Buat saya pribadi, gelar-gelar
tersebut adalah bukti appresiasi semua orang pada kerja keras yang
telah saya lakukan selama ini. Saya senang semuanya bisa berjalan
lancar dan sangat menikmati gelar tersebut. Kehormatan ini akan berada
di tangan saya dan sebuah tanda yang luar biasa bagi karier saya ke
depan," tambah pemain kelahiran Weilheim, Jerman, 20 tahun silam
tersebut.
.............................................................................................................................
masih panjang jalan ke depan, Muller. gila, 21 tahun aja belom genep lu!
meski ada yg bilang disini kemaren: "tim jerman dgn Joachim Loew apa hebatnya
sih?!?" tapi, GW TETEP BANGGA AMA KALIAN SEMUA!!!!
see u 2 years again.. di piala eropah.. mwaahhh!
xoxo,Larasati Jose Torres Sanz
[Non-text portions of this message have been removed]