Originally Posted by *RookieOfTheYear* [image: View
Post]<http://forum.detik.com/showthread.php?p=10768507#post10768507>
Dalam dunia ilmiah, Gurita, hewan laut yang memiliki sembilan otak ini
memang sudah lama dikenal sebagai binatang yang sangat cerdas. Dalam tes
laboratorium, Gurita bisa dilatih untuk membedakan bentuk dan pola yang
berbeda. Dalam berbagai eksperimen diketahui bahwa, seperti manusia, Gurita
memiliki ingatan jangka pendek dan ingatan jangka panjang dan tidak seperti
hewan-hewan lainnya, sebagaimana Manusia perilaku gurita lebih banyak
ditentukan oleh hal-hal yang didapat dari aktivitas belajar bukan
berdasarkan insting. Kemudian sampai sejauh ini Gurita juga diketahui
sebagai satu-satunya hewan invertebrata yang bisa menggunakan perkakas.

Dengan tingkat kecerdasan yang luar biasa seperti itu, banyak ilmuwan yang
percaya kalau di samping manusia, Gurita adalah makhluk lain penghuni planet
ini yang sebenarnya bisa menciptakan bahasa dan membentuk sebuah peradaban.
Satu-satunya hal yang menghalangi Gurita untuk memiliki peradaban dan
memiliki bahasa adalah usianya yang pendek. Beberapa spesies gurita hanya
mampu bertahan hidup selama 6 bulan saja. Spesies lain yang lebih besar
seperti Gurita Raksasa Ppasifik Utara misalnya bisa hidup sampai usia lima
tahun. Penyebab utama pendeknya usia gurita adalah aktivitas reproduksinya,
gurita jantan hanya mampu hidup beberapa bulan setelah kawin sedangkan
gurita betina hanya mampu hidup sampai beberapa saat setelah telurnya
menetas. Itulah sebabnya anak Gurita hampir sama sekali tidak mendapat
pengetahuan apapun dari orang tua mereka, inilah yang membuat gurita, hewan
yang cerdas ini tidak bisa membentuk sebuah peradaban sebagaimana halnya
Manusia, makhluk cerdas lain penghuni bumi tercinta.

Fakta ini pula yang membuat banyak ilmuwan yang berspekulasi bahwa kehidupan
cerdas di planet lain (kalau ada), bisa jadi dimiliki oleh makhluk yang
berbentuk mirip Gurita.

Menurut mitologi orang Hawaii, dunia yang kita tinggali saat ini adalah
dunia yang dibentuk setelah sang Pencipta menghancurkan alam sebelumnya
(kiamat) Berdadarkan mitologi ini, orang Hawaii percaya kalau Gurita adalah
satu-satunya makhluk cerdas yang bertahan hidup dari kiamat dunia sebelumnya
dan tetap hadir di dunia ysng kits tinggali saat ini.

Begitulah kisah Paul, fakta ilmiah dan mitologi tentang Gurita.

Sekarang mari kita bayangkan, apa jadinya kalau Paul tinggal di Indonesia
(terutama di pulau Jawa), negeri yang penduduknya begitu percaya kepada
berbagai hal yang berbau klenik dan tahayul, yang kalau mengalami sebuah
kejadian luar biasa, langsung mengaitkannya dengan berbagai mitos dan
legenda.

Di Jawa, di beberapa daerah, sebuah kuburan milik seorang tokoh besar di
masa lalu seringkali dipercaya memiliki kekuatan keramat sehingga menarik
minat banyak orang untuk mengalap berkah, mulai dari minta pelarisan usaha,
minta jodoh, minta anak sampai menyembuhkan penyakit. Saking banyaknya
pengunjungnya sampai-sampai Pemda setempat mentenderkan pengelolaannya.
Kenyataan seperti yang biasa saya saksikan ini membuat saya begitu miris
menyaksikan kuburan Iskandar Muda di kompleks Meuligoe Aceh yang tampak tak
terawat dan tidak dipedulikan orang, saya bayangkan seandainya kuburan ini
terdapat di Pulau Jawa, bukan di Provinsi tempat kelahiran saya, tentu
kuburan tersebut akan didatangi banyak orang, lalu bisa ditenderkan dan akan
menyumbangkan PAD beberapa milyar rupiah setiap tahunnya.

Fenomena terbaru kasus klenik semacam ini adalah fenomena Ponari di Jember,
yang cerita tentang batu petir miliknya mengundang ribuan orang untuk
meminta berkah darinya. Orang-orang miskin yang menderita sakit, yang tidak
kuat membayar tingginya biaya kesehatan di negeri ini seperti mendapat
durian runtuh mendengar berita ini, mereka pun kemudian ramai-ramai
mendatangi Ponari untuk meminta air celupan batu petir miliknya yang
dipercaya bisa menyembuhkan penyakit mereka.

Di televisi juga pernah ditampilkan, di sebuah daerah lahir seekor anak
kambing yang wajahnya menyerupai manusia yang mati sesaat setelah
dilahirkan. berita ini langsung mengundang kedatangan banyak orang dan
seperti biasa orangpun mulai mengarang cerita macam-macam dan percaya kalau
anak kambing itu memiliki kekuatan supranatural.

Ketika di negeri ini ada anak kambing yang lahir cacat sehingga mukanya jadi
mirip manusia saja dipercaya memiliki kekuatan supranatural sehingga banyak
didatangi orang untuk mengharap berkah.

Maka bayangkanlah apa jadinya kalau hewan sespektakuler Paul ada di sini,
saya bisa pastikan kalau akuariumnya tidak akan berhenti didatangi orang
dari mana-mana. Air Aquariumnya akan dipercaya memiliki khasiat luar biasa,
yang mampu menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari penyakit ecek-ecek
seperti kadas dan kurap, sampai penyakit serius semacam kanker dan tumor
bahkan mampu menetralisir pelet dan gangguan makhluk halus.

Oleh pemiliknya Paul pasti akan diperlakukan layaknya dewa, diberi gelar
kehormatan Kyai, sebagaimana gelar Kyai yang disandang oleh Kyai Slamet,
kerbau bule di keraton solo yang dipercaya sebagai hewan keramat. Bukan
tidak mungkin juga akan bermunculan cerita di masyarakat tentang Paul, yang
mengatakan kalau Paul dulunya adalah hewan peliharaan Sunan Kalijaga yang
diberi kekuatan khusus oleh pemilik lamanya.

Alih-alih ada yang berpikir menjadikannya Tokiyaki atau Paella, sebaliknya,
selain mendapat makanan dan perlakuan istimewa, tiap Selasa Pahing dan
Jum’at Kliwon, di depan Aquariumnya, Paul akan mendapati tumpukan sesajen
yang berisi kembang tujuh rupa.


-- 
Aldo Desatura ® & ©
================
Kesadaran adalah matahari, Kesabaran adalah bumi
Keberanian menjadi cakrawala dan Perjuangan Adalah pelaksanaan kata kata


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke