.......................


 
-------------------------------
 
20 YEARS BABY !!



----- Original Message ----
From: Kaka Gugun <[email protected]>
To: bolaml <[email protected]>
Sent: Wed, July 21, 2010 2:32:03 PM
Subject: [BolaML] Kaos Manchester United Haram di Malaysia

*VIVAnews *- Pemuka agama di dua negara bagian Malaysia melarang umat Muslim
di Negeri Jiran mengenakan kaos klub sepakbola Manchester United (MU).
Pasalnya, gambar "setan merah" di kaos MU terlarang dalam ajaran Islam.

Dewan Keagamaan Johor dan Mufti negara bagian Perak menjelaskan bahwa gambar
salib, minuman beralkohol, dan setan di kaos-kaos klub sepakbola merupakan
penghinaan terhadap Allah dan tidak seharusnya dipakai oleh umat Muslim.

Kaos sepakbola lain yang dinyatakan tidak bisa diterima dalam Islam adalah
kaos tim Brazil, Portugal, Serbia, Barcelona, dan Norwegia karena semua kaos
tersebut mengandung unsur salib.

"Tidak ada alasan apapun yang bisa digunakan untuk memakai pakaian seperti
itu, karena itu berarti, sebagai seorang muslim, kalian mengidolakan simbol
agama lain," kata Datuk Nooh Gadot, Mufti Johor, seperti dikutip dari laman
*Telegraph*, Senin, 20 Juli 2010.

"Dalam urusan ini, tidak ada yang bisa dikompromikan dengan alasan untuk
hiburan, fashion, atau bahkan olahraga," kata Nooh.

Mufti Perak, Tan Sri Harussani Zakaria, mengatakan bahwa umat Muslim yang
mengenakan kaos sepakbola tersebut berarti melangkah di jalan dosa. Ini
karena, kata Harussani, orang yang mengenakan kaos yang mengandung simbol
kepercayaan berbeda lebih memprioritaskan agama itu dibanding agama Islam.

Peringatan tersebut menimbulkan berbagai reaksi dari fans MU di Malaysia.

"Sebentar lagi pasti mereka (ulama) akan menyarankan untuk mengganti simbol
aritmatika seperti tanda "+" dan "x" karena simbol-simbol itu tidak halal,"
kata seorang fans MU di situs fans.

Manchester United sendiri merupakan klub paling populer di negara mayoritas
mMuslim tersebut. Dalam tur MU tahun lalu ke Malaysia, dua pertandingan MU
kontra tim Malaysia XI digelar di hadapan sekitar 40 ribu penonton.

MU sendiri pada Maret lalu menandatangani kontrak kemitraan lima tahun
dengan perusahaan telekomunikasi Telekom Malaysia. Kontrak tersebut semakin
menegaskan bahwa MU adalah tim sepakbola paling digemari di Malaysia.

Reputasi Malaysia sebagai negara Muslim moderat dan progresif tahun ini
merosot menyusul pengeboman sejumlah gereja pada Januari lalu dan hukuman
cambuk pada tiga perempuan Muslim karena dugaan zina pada Februari lalu.
(hs)

• VIVAnews
=============================


      

Kirim email ke