Abdul Halim, SE. 021-99882233 ________________________________ From: ALI MURTOPO Sent: Friday, September 05, 2008 8:29 AM To: WEDY ABDULLAH; Noor Syawaluddin; Bambang Saptorenggo; KASMAN; Muhammad Dradjat; HERNI DWININGSI; ABDUL HALIM; Tri Surati; JOHANES PURWOKO; NURAENI; KHRISNA SETIYAWAN Subject: FW: Laskar Senja : Mengejar Mimpi (Modernisasi oh Modernisasi)
Maaf teman….adanya bacaan sgt menarik dari Mas Is yg diupload di webnya Kitsda ini: http://kitsda/new/index.php?option=com_content&view=article&id=324:laskar-senja-mengejar-mimpi-modernisasi-oh-modernisasi&catid=70:artikel-umum&Itemid=83 smoga menjadi pencerahan bg kita smua apalagi yg wkt itu dah lulus test modern dgn segala perjuangannnya…. Smoga Allah memberikan jalan yg terbaik bagi kita….amiin Seperti kutipan tanggapan dr ibu ini yg sgt menyejukkan : “DJP kita sekarang sedang berbenah dari setiap lini.....hanya saja kita perlu bersabar di masa transisi ini.....keyakinan penuh setiap pegawai DJP itulah yang diperlukan, sehingga getaran energi kuat kita dapat berpengaruh hebat akan keberhasilan modernisasi DJP yang sesungguhnya. Dengan Keikhlasan, rasa syukur, berdoa terus menerus dan meyakini bahwa Tuhan Yang Maha Tahu akan memberikan yang terbaik buat kita, insya Allah kebahagiaan itu akan datang”. Dan ini tanggapan dari Pak Suryo, Pak Samon, dan Ibu Romadhaniah, MEc: dari Pak Suryo yang ini: Sdr. Isharyanto cs di tempat tugas. Ass.WWb. Pagi ini saya sudah membaca tulisan Isharyanto yang panjang lebar berjudul "Laskar Senja Mengejar Mimpi". Terima kasih dan tulisan tersebut bagus, menyentuh sekali, dan saya dapat mengerti serta memahaminya. Saya juga mempunyai pengalaman yang sama tatkala bertugas di Jakarta, bahkan Jayapura, padahal keluarga menetap di Yogya tercinta. Itu semua merupakan catatan atau sejarah hidup yang cukup menempa kita. Ada beberapa hal yang kadang terlewat dari pemikiran dan perasaan kita. Pertama bahwa kita adalah bagian dari suatu organisasi, bagian dari suatu sistem, sehingga goyangan di satu tempat akan mengait tempat lain. Demikian pula dalam permasalahan kepegawaian, dimana perubahan di satu tempat akan menimbulkan perubahan di tempat lain. Yang kedua, kita tidak sendirian.Jutaan orang merasakan hal yang sama dengan Isharyanto dan friends dengan segala tingkatan, kondisi dan profesi, mulai dari pedagang, pegawai negeri yang tanpa TKT, sopir taxi, karyawan swasta atau BUMN, bahkan sampai menteripun ada. Mereka berpikiran sama bahwa keluarga adalah tiang utama, tetapi tugas dan kewajiban sebagai bagian dari organisasi ternyata menghendaki lain. Karena itu, kondisi ini seyogyanya tidak menyurutkan semangat kita untuk melaksanakan tugas meneruskan tugas-tugas negara yang dibebankan kepada kita, utamanya dalam melaksanakan modernisasi di DJP yang masih membutuhkan banyak penyempurnaan ini. Saya menyadari, kadang kita merasa bosan, capai, melihat lingkungan yang tidak senada dengan pikiran dan keinginan kita, tetapi itulah kenyataan yang kita hadapi dan lakukan. Hendaknya rasakanlah hal tersebut sebagai suatu tantangan yang harus dapat diselesaikan dengan sebaik-baiknya dan se-wisdom mungkin. Negara masih sangat membutuhkan peranan kita semua, khususnya generasi muda seperti Isharyanto dan friends, untuk mewujudkan masa depan yang lebih-lebih baik. Kata-kata ini nampaknya memang klise, tetapi coba rasakanlah, pertimbangkanlah. Catatan saya diatas tidak berarti harus mengendurkan atau bahkan menghentikan upaya Isharyanto cs untuk mewujudkan harapannya berkumpul bersama keluarga. Tulisan anda memang layak untuk diteruskan kepada berbagai pihak, termasuk para pimpinan DJP terkait, sebagai bahan perenungan dan pertimbangan. Marilah kita bekerja bersama, dan bersama kita bisa. Akhirulkata, salam untuk teman-teman di sini dan tentu saja, untuk segenap keluarga tercinta. Wass. WWb dari Pak Samon Jaya Mas Ishar cerita anda dan teman-teman sungguh menyentuh. dan hebatnya anda memiliki solusi yang jitu. pengorbanan adalah merealisasikan niat dan perkataan dalam tindakan. ikhlas adalah kunci dalam mencapai tujuan yang sebenarnya kita inginkan. Cobaan datang dalam bentuk yang misteri dan pintu-pintu yang tidak kita sadari. Semua itu berujung pada keyakinan kita bahwa tuhan itu ada. Anda dan teman-teman telah menemukan itu. Perjuangan anda dalam memberikan pelayanan kepada wajib pajak adalah pelayanan kepada 220 juta penduduk Indonesia yang saat ini masih terus berjuang untuk mencapai negara kesejahteraan... Ikhlaslah..... dan yakinlah Tuhan akan menjaga anda dan keluarga anda. Dan Penjagaan Tuhan itu sepanjang waktu, dunia dan akhirat. Bayangkan bahwa keberhasilan modernisasi DJP tentunya akan berimbas kepada modernisasi seluruh birokrasi di Indonesia. Keberhasilan birokrasi akan berimbas kepada sistim sosial, budaya, dan politik kita yang saat ini jauh dari baik. MAS ISHAR dan teman-teman, saat ini di pundak anda ada dua beban, satu keluarga dan satu lagi warganegara Indonesia. Semoga Allah membimbing anda dan teman-teman dalam memutuskan yang terbaik untuk semua. dari Ibu Romadhaniah, MEc: Ass Wr Wb Pertama2 saya turut berempati kepada mas Ishar dan rekan2 Phenomena seperti itu sering saya dengar dari temen2 ayng kebetulan senasib dengan mas Ishar, berat memang, tapi mas Ishar dan teman2 harus kuat dan percaya, bahwa energi positf yang sudah dikeluarkan untuk DJP dan keluarga ini dampaknya tentu akan positif dan baik pula nantinya, begitu juga sebaliknya. Yang penting kita harus ikhlas, karena kerja adalah ibadah kita dan bersyukurlah dengan apa yang sudah diberikan Allah SWT, seperti fiman Allah dalam surat Ibrahim(14): 7 "......Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu, dan jika kamu mengingkari nikmatKu, maka sesungguhnya adzabKu sangat pedih". Mohon maaf mas Ishar bukan bermaksud menggurui, saya juga mengerti sekali perasaan mas Ishar (saya pernah merasakan hal yang sama) Saya yakin sekali bahwa DJP kita sekarang sedang berbenah dari setiap lini.....hanya saja kita perlu bersabar di masa transisi ini.....keyakinan penuh setiap pegawai DJP itulah yang diperlukan, sehingga getaran energi kuanta kita dapat berpengaruh hebat akan keberhasilan modernisasi DJP yang sesungguhnya. Dengan Keikhalasan, rasa syukur, berdoa terus menerus dan meyakini bahwa yang Maha Tahu akan memberikan yang terbaik buat kita, insya Allah kebahagiaan itu akan datang. Mohon maaf yan mas Ishar, saya bukan siapa2, hanya seseorang yang terketuk dan tersentuh dengan cerita mas Ishar. [10:22:07] isharyanto says: pak Samon (Saya pernah mempertanyakan pola mutasi yang tengah berjalan ini juga sebelumnya), kenapa mutasi AR pun dinasionalkan, seharusnya eselon 4 keatas (tingkat manager) saja yang dinasionalkan? kemudian saya usul, karena sudah kadung terjadi: misalnya seorang AR yang dimutasikan ke wilayah A, tapi homebase nya diwilayah B....dapat bertukar tempat denga AR yang tinggal diwilayah A, tapi dimutasikan ke wilayah B.... dengan demikian ada sedikit solusi...... Kemudian yang tidak kalah penting, kepastian berapa tahun seseorang akan dimutasikan kembali Sekali lagi saya mohon maaf, kalo salah dalam penyampaian Wassalam, Romadhaniah (Nia) KaPePe Menteng Tiga --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ You received this message because you are subscribed to the Google Groups "bonjersatu" group, and of course the members are bonjersatu employees only. To post to this group, send email to [email protected] To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED] For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/bonjersatu?hl=en -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
