WHOAAAAAAA.....AAHHH...HHH... ngantuk.....zzzzzzzzzzzz (---___---) ________________________________ Dari: RAHMAT SUTARMAN Terkirim: 02 Desember 2008 10:53 Ke: NANDASUNANDAR; Endra Surya; DONNYTIAWAN; YADIN DARMAWAN; HESTY KOMALASARI; ABDUL GHOFIR; Niken Palupi Suprihati; BAYU WANDI HAYASA; YOHANNES BAYU; Rory Andharta Subjek: FW: Ayam dan Bebek Rahmat Sutarman Kantor Pusat Pengolahan Data dan Dokumen Perpajakan Jl. Budi I Kebon Jeruk, Jakbar Telp. 021-53654028 HP 08158083079 [cid:[email protected]] [cid:[email protected]] AYAM & BEBEK Sepasang pengantin baru tengah berjalan bergandengan tangan di sebuah hutan pada suatu malam musim panas yang indah, seusai makan malam. Mereka sedang menikmati kebersamaan yang menakjubkan tatkala mendengar suara di kejauhan. "Kuek! Kuek!" "Dengar", kata si istri, "itu pasti suara ayam." "Bukan, bukan, itu suara bebek," kata si suami. "Nggak, aku yakin itu ayam," si istri bersikeras. "Mustahil. Suara ayam itu 'kukuruyuuuk! ' , bebek itu 'kuek! Kuek!' itu bebek, Sayang,' kata si suami dengan disertai gejala-gejala awal kejengkelan. "Kuek! Kuek!" terdengar lagi. "Nah, tuh! Itu suara bebek," kata si suami. "Bukan, Sayang. Itu ayam. Aku yakin betul," tandas si istri, sembari menghentakkan kaki. "Dengar ya! Itu a…da…lah…be…bek, B-E-B-E-K. Bebek! Mengerti?" si suami berkata dengan gusar. "Tapi itu ayam," masih saja si istri bersikeras. "Itu jelas-jelas bue…bek, kamu…kamu…" Terdengar lagi suara, "Kuek! Kuek!" sebelum si suami mengatakan sesuatu yang sebaiknya tak dikatakannya. Si istri sudah hamper menangis, "Tapi itu ayam…" Si suami melihat air mata yang mengambang di pelupuk mata istrinya, dan akhirnya, ingat kenapa ia menikahinya. Wajahnya melembut dan katanya dengan mesra, "Maafkan aku, Sayang. Kurasa kamu benar. Itu memang suara ayam kok." "Terima kasih, Sayang," kata si istri sambil menggenggam tangan suaminya. "Kuek! Kuek! Terdengar lagi suara di hutan, mengiringi mereka berjalan bersama dalam cinta. Maksud dari cerita bahwa si suami akhirnya sadar adalah siapa sih yang peduli itu ayam atau bebek? Yang lebih penting adalah keharmonisan mereka, yang membuat mereka dapat menikmati kebersamaan pada malam yang indah itu. Berapa banyak pernikahan yang hancur hanya gara-gara persoalan sepele? Berapa banyak perceraian terjadi karena hal-hal "ayam atau bebek?" Ketika kita memahami cerita tersebut, kita ingat apa yang menjadi prioritas kita. Pernikahan jauh lebih penting ketimbang mencari siapa yang benar tentang apakah itu ayam atau bebek. Lagi pula, betapa sering kita merasa yakin, amat sangat mantap, mutlak bahwa kita benar, namun belakangan ternyata kita salah? Lho, siapa tahu? Mungkin saja itu adalah ayam yang direkayasa genetik sehingga bersuara seperti bebek! "If we start judging people, we will be having no time to love them ..." Semoga bermanfaat dr milis tetangga --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ You received this message because you are subscribed to the Google Groups "bonjersatu" group, and of course the members are bonjersatu employees only. To post to this group, send email to [email protected] To unsubscribe from this group, send email to [EMAIL PROTECTED] For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/bonjersatu?hl=en -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
<<inline: image001.jpg>>
<<inline: image002.jpg>>
<<inline: image003.gif>>
