Title: FW: Kisah 17 Agustus 1945- (melihat dari sisi lain kisah th 1945....
Are we a part of history like they who described below??


Sangat menarik...kisah nyata.....tidak menduga saja
kisahnya seperti ini....

>
> Tulisan berikut dikutip benar-benar persis dari
> Harian
> Suara Merdeka , hari Jumat, tanggal 18 Agustus 1995,
> halaman VII, dalam rangka memperingati 50 tahun
> kemerdekaan
> Indonesia. Kini 60 tahun sudah kemerdekaan
> indonesia, tetaplah
> berkarya dan berbuat yang terbaik untuk negeri ini.
>

>
> Pengantar Redaksi :
>      
> Sejarah bisa diceritakan dalam berbagai versi dan
> gaya. Kali ini, seorang pemerhati sejarah di
> Jakarta,
> Iwan Satyanegara, menyajikan "Lintasan Sejarah" dari
> sisi dan style lain. Selain bisa menambah wawasan,
> tulisan yang diramu dari berbagai sumber dan hasil
> renungan penulisnya itu diharapkan juga mampu
> memberikan hiburan segar dalam rangka nuansa
> Indonesia Emas.
>
>                                                     
>
> *******************
>      Mungkinkah Revolusi Kemerdekaan Indonesia
> disebut
> sebagai revolusi dari kamar tidur? Coba simak
> ceritanya. Pada 17 Agustus 1945 pukul 08.00,
> ternyata Bung Karno masih tidur nyenyak di kamarnya,
> di Jalan Pegangsaan Timur 56, Cikini. Dia terkena
> gejala malaria tertiana. Suhu badannya tinggi
> dan sangat lelah setelah begadang bersama para
> sahabatnya menyusun konsep naskah proklamasi di
> rumah
> Laksamana Maeda.
>      "Pating greges", keluh Bung Karno setelah
> dibangunkan dr Soeharto, dokter kesayangannya.
> Kemudian darahnya dialiri chinineurethan
> intramusculair
> dan menenggak pil brom chinine. Lalu ia  tidur lagi.
>      Pukul 09.00, Bung Karno terbangun. Berpakaian
> rapi putih-putih dan menemui sahabatnya, Bung Hatta.
> Tepat pukul 10.00, keduanya memproklamasikan
> kemerdekaan Indonesia dari serambi rumah.
>      "Demikianlah Saudara-saudara! Kita sekalian
> telah
> merdeka!", ujar Bung Karno di hadapan segelintir
> patriot-patriot sejati. Mereka lalu menyanyikan
> lagu kebangsaan sambil mengibarkan bendera pusaka
> Merah Putih. Setelah upacara yang singkat itu, Bung
> Karno kembali ke kamar tidurnya. masih meriang. Tapi
> sebuah revolusi telah dimulai...
>
>
> **********************
>      Upacara Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
> ternyata
> berlangsung tanpa protokol,  tak ada korps musik,
> tak
> ada konduktor dan tak ada pancaragam.
> Tiang bendera pun dibuat dari batang bambu secara
> kasar, serta ditanam hanya beberapa menit menjelang
> upacara. Tetapi itulah, kenyataan yang yang terjadi
> pada sebuah upacara sakral yang dinanti-nanti selama
> lebih dari tiga ratus tahun!
>
>
> ***********************
>      Bendera Pusaka Sang Merah Putih adalah bendera
> resmi pertama bagi RI.
> Tetapi  dari apakah bendera sakral itu dibuat? Warna
> putihnya dari kain sprei tempat tidur dan warna
> merahnya dari kain tukang soto!
>
>
> ***********************
>       Setelah merdeka 43 tahun, Indonesia baru
> memiliki seorang menteri pertama yang benar-benar
> "orang Indonesia asli". Karena semua menteri
> sebelumnya lahir sebelum 17 Agustus 1945. Itu
> berarti,
> mereka pernah menjadi warga Hindia Belanda dan atau
> pendudukan Jepang, sebab negara hukum Republik
> Indonesia memang belum ada saat itu.
>      "Orang Indonesia asli" pertama yang menjadi
> menteri adalah Ir Akbar Tanjung (lahir di Sibolga,
> Sumatera Utara, 30 Agustus 1945), sebagai Menteri
> Negara Pemuda dan Olah Raga pada Kabinet Pembangunan
> V
> (1988-1993).
>
>
> ***********************
>      Menurut Proklamasi 17 Agustus 1945, Kalimantan
> adalah bagian integral wilayah hukum Indonesia.
> Kenyataannya, pulau tersebut paling unik di dunia.
> Di pulau tersebut, ada 3 kepala negara yang
> memerintah! Presiden Soeharto (memerintah 4 wilayah
> provinsi), PM Mahathir Mohamad (Sabah dan Serawak)
> serta Sultan Hassanal Bolkiah (Brunei).
>
>
> ************************
>      Hubungan antara revolusi Indonesia dan
> Hollywood,
> memang dekat. Setiap 1 Juni, selalu diperingati
> sebagai Hari Lahir Pancasila semasa Presiden
> Soekarno. Pada 1956, peristiwa tersebut "hampir
> secara
> kebetulan" dirayakan di sebuah hotel Hollywood.
>      Bung Karno saat itu mengundang aktris
> legendaris,
> Marylin Monroe, untuk sebuah makan malam di Hotel
> Beverly Hills, Hollywood. Hadir di antaranya Gregory
> Peck, George Murphy dan Ronald Reagan (25 tahun
> kemudian menjadi Presiden AS). Yang unik dari pesta
> menjelang Hari Lahir Pancasila itu, adalah kebodohan
> Marilyn dalam hal protokol. Pada pesta itu, Maryln
> menyapa Bung Karno bukan dengan "Mr President" atau
> "Your Excellency", tetapi dengan "Prince Soekarno!"
>
>
> *************************
>      Ada lagi hubungan erat antara 17 Agustus dan
> Hollywood. Judul pidato 17 Agustus 1964, "Tahun
> Vivere
> Perilocoso" (Tahun yang Penuh Bahaya), telah
> dijadikan
> judul sebuah film The Year of Living Dangerously.
> Film
> tersebut menceritakan pegalaman seorang wartawan
> asing
> di Indonesia pada 1960-an.
> Pada 1984, film yang dibintangi Mel Gibson itu
> mendapat Oscar untuk kategori film asing!
>
>
> *************************
>      Naskah asli teks Proklamasi Kemerdekaan
> Indonesia
> yang ditulis tangan oleh Bung Karno dan didikte oleh
> Bung Hatta, ternyata tidak pernah dimiliki
> dan disimpan oleh Pemerintah! Anehnya, naskah
> historis
> tersebut justru disimpan dengan baik oleh wartawan
> BM
> Diah. Diah menemukan draft proklamasi itu di
> keranjang
> sampah di rumah Laksamana Maeda, 17 Agustus 1945
> dini
> hari, setelah disalin dan diketik oleh Sajuti Melik.
>      Pada 29 Mei 1992, Diah menyerahkan draft
> tersebut
> kepada Presiden Soeharto, setelah menyimpannya
> selama
> 46 tahun 9 bulan 19 hari.
>
>
> ************************
>      Ketika tiba di Pelabuhan Sunda Kelapa 9 Juli
> 1942
> siang bolong, Bung Karno mengeluarkan komentar
> pertama
> yang janggal didengar. Setelah menjalani pengasingan
> dan pembuangan oleh Belanda di luar Jawa, Bung Karno
> justru tidak membicarakan strategis perjuangan
> menentang penjajahan. Masalah yang dibicarakannya,
> hanya tentang sepotong jas!
>      "Potongan jasmu bagus sekali!" komentar Bung
> Karno pertama kali tentang jas double breast yang
> dipakai oleh bekas iparnya, Anwar Tjokoroaminoto,
> yang
> menjemputnya bersama Bung Hatta dan segelintir tokoh
> nasionalis.
>
>
>
> *************************
>       Rasa-rasanya di dunia ini, hanya the founding
> fathers Indonesia yang pernah mandi air seni. Saat
> pulang dari Dalat (Cipanasnya Saigon), Vietnam,13
> Agustus 1945, Soekarno bersama Bung Hatta, dr
> Radjiman
> Wedyodiningrat dan dr Soeharto (dokter pribadi Bung
> Karno) menumpang pesawat fighter bomber bermotor
> ganda. Dalam perjalanan, Soekarno ingin sekali buang
> air kecil, tetapi tak ada tempat.
>      Setelah dipikir, dicari jalan keluarnya untuk
> hasrat yang tak tertahan itu. Melihat lubang-lubang
> kecil di dinding pesawat, di situlah Bung Karno
> melepaskan hajat kecilnya. Karena angin begitu
> kencang
> sekali, bersemburlah air seni itu dan membasahi
> semua
> penumpang. Byuuur...
>
>
> ***************************
>      Berkat kebohongan, peristiwa sakral Proklamasi
> 17
> Agustus 1945 dapat didokumentasikan dan disaksikan
> oleh kita hingga kini. Saat tentara Jepang ingin
> merampas negatif foto  yang mengabadikan peristiwa
> penting tersebut, Frans Mendoer, fotografer yang
> merekam detik-detik proklamasi, berbohong kepada
> mereka. Dia bilang tak punya negatif itu dan sudah
> diserahkan kepada Barisan Pelopor, sebuah gerakan
> perjuangan. Mendengar jawaban itu, Jepang pun marah
> besar.
>      Padahal negatif film itu ditanam di bawah
> sebuah
> pohon di halaman Kantor harian Asia Raja. Setelah
> Jepang pergi, negatif itu diafdruk dan dipublikasi
> secara luas hingga bisa dinikmati sampai sekarang.
> Bagaimanakalau Mendoer bersikap jujur pada Jepang?
>
>
> ****************************
>       Kali ini, Bung Hatta yang berbohong demi
> proklamasi. Waktu masa revolusi, Bung Karno
> memerintahkan Bung Hatta untuk meminta bantuan
> senjata
> kepada Jawaharlal Nehru. Cara untuk pergi ke India
> pun
> dilakukan secara rahasia. Bung Hatta memakai paspor
> dengan nama "Abdullah, co-pilot".
>      Lalu beliau berangkat dengan pesawat yang
> dikemudikan Biju Patnaik, seorang industrialis yang
> kemudian menjadi menteri pada kabinet PM Morarji
> Desai. Bung Hatta diperlakukan sangat hormat oleh
> Nehru dan diajak bertemu Mahatma Gandhi. Nehru
> adalah
> kawan lama Hatta sejak 1920-an dan Dandhi mengetahui
> perjuangan Hatta.
>      Setelah pertemuan, Gandhi diberi tahu oleh
> Nehru
> bahwa "Abdullah" itu adalah Mohammad hatta. Apa
> reaksi
> Gandhi? Dia marah besar kepada Nehru, karena tidak
> diberi tahu yang sebenarnya. "You are a liar !" ujar
> tokoh kharismatik itu kepada Nehru
>
>
> ****************************
>       Bila 17 Agustus menjadi tanggal kelahiran
> Indonesia, justru tanggal tersebut menjadi tanggal
> kematian bagi pencetus pilar Indonesia. Pada
> tanggal itu, pencipta lagu kebangsaan "Indonesia
> Raya", WR Soepratman (wafat 1937) dan pencetus ilmu
> bahasa Indonesia, Herman Neubronner van der
> Tuuk (wafat 1894) meninggal dunia.
>
>
> ***************************
>      Bendera Merah Putih dan perayaan tujuh belasan
> bukanlah monopoli Indonesia. Corak benderanya sama
> dengan corak bendera Kerajaan Monaco dan hari
> kemerdekaannya sama dengan hari proklamasi Republik
> Gabon (sebuah negara di Afrika Barat) yang merdeka
> 17
> Agustus 1960.
>
>
> ****************************
>      Jakarta, tempat diproklamasikannya kemerdekaan
> Indonesia dan kota tempat Bung Karno dan Bung Hatta
> berjuang, tidak memberi imbalan yang cukup untuk
> mengenang co-proklamator Indonesia. Sampai detik
> ini,
> tidak ada "Jalan Soekarno-Hatta" di ibu kota
> Jakarta.
> Bahkan, nama mereka tidak pernah diabadikan untuk
> sebuah objek bangunan fasilitas umum apa pun sampai
> 1985, ketika sebuah bandara diresmikan dengan
> memakai
> nama mereka.
>
>
> ****************************
>      Gelar Proklamator untuk Bung Karno dan Bung
> Hatta, hanyalah gelar lisan yang diberikan rakyat
> Indonesia kepadanya selama 41 tahun! Sebab, baru
> 1986
> Permerintah memberikan gelar proklamator secara
> resmi
> kepada mereka.
>
>
> ****************************
>      Kalau saja usul Bung Hatta diterima, tentu
> Indonesia punya "lebih dari dua" proklamator. Saat
> setelah konsep naskah Proklamasi Kemerdekaan
> Indonesia
> rampung disusun di rumah Laksamana Maeda, Jl Imam
> Bonjol no 1, Jakarta, Bung Hatta mengusulkan semua
> yang hadir saat rapat dini hari itu ikut
> menandatangani
> teks proklamasi yang akan dibacakan pagi harinya.
> Tetapi usul ditolak oleh Soekarni, seorang pemuda
> yang
> hadir. Rapat itu dihadiri Soekarno, Hatta dan calon
> proklamator yang gagal : Achmad Soebardjo, Soekarni
> dan Sajuti Melik.
>      "Huh, diberi kesempatan membuat sejarah tidak
> mau", gerutu Bung Hatta karena usulnya ditolak.
>
>
> ****************************
>      Perjuangan frontal melawan Belanda, ternyata
> tidak hanya menelan korban rakyat biasa, tetapi juga
> seorang menteri kabinet RI. Soepeno,
> Menteri Pembangunan dan Pemuda dalam Kabinet Hatta,
> merupakan satu-satunya menteri yang tewas ditembak
> Belanda.
>      Sebuah ujung revolver, dimasukkan ke dalam
> mulutnya dan diledakkan secara keji oleh seorang
> tentara Belanda. Pelipis kirinya tembus kena peluru.
> Kejadian tersebut terjadi pada 24 Februari 1949 pagi
> di sebuah tempat di Kabupaten Nganjuk , Jawa Timur.
> Saat itu, Soepeno dan ajudannya sedang mandi sebuah
> pancuran air terjun.
>
>
> ****************************
>      Belum ada negara di dunia yang memiliki ibu
> kota
> sampai tiga dalam kurun waktu relatif singkat.
> Antara
> 1945 dan 1948, Indonesia mempunyai 3 ibu kota, yakni
> Jakarta (1945-1946), Yogyakarta (1946-1948) dan
> Bukittinggi (1948-1949).
>
>
> ****************************
>      Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia
> Jenderal Soedirman, pada kenyatannya tidak prnah
> menduduki jabatan resmi di kabinet RI. Beliau tidak
> pernah menjadi KSAD, Pangab, bahkan menteri
> pertahanan
> sekalipun!
>
>
> ****************************
>
>      Wayang ternyata memiliki simbol pembawa sial
> bagi
> rezim yang memerintah Indonesia. Betapa tidak, pada
> 1938-1939, Pemerintah Hindia Belanda melalui De
> Javasche Bank menerbitkan uang kertas seri wayang
> orang
> dan pada 1942, Hindia Belanda runtuh dikalahkan
> Jepang.
>      Pada 1943, Pemerintah Pendudukan Jepang
> menerbitkan uang kertas seri wayang Arjuna dan
> Gatotkoco dan 1945, Jepang terusir dari Indonesia
> oleh
> pihak Sekutu.
>      Pada 1964, Presiden Soekarno mengeluarkan uang
> kertas baru seri wayang dengan pecahan Rp 1 dan Rp
> 2,5
> dan 1965 menjadi awal keruntuhan pemerintahannya
> menyusul peristiwa G30S/PKI.
>
>
> *****************************
>      Perintah pertama Presiden Soekarno saat dipilih
> sebagai presiden pertama RI, bukanlah membentuk
> sebuah
> kabinet atau menandatangani sebuah
> dekret, melainkan memanggil tukang sate !!!
>      Itu dilakukannya dalam perjalanan pulang,
> setelah
> terpilih secara aklamasi sebagai presiden. Kebetulan
> di jalan bertemu seorang tukang sate bertelanjang
> dada
> dan  nyeker (tidak memakai alas kaki).
>      "Sate ayam lima puluh tusuk!", perintah
> Presiden
> Soekarno. Disantapnya sate dengan lahap dekat sebuah
> selokan yang kotor. Dan itulah, perintah
> pertama pada rakyatnya sekaligus  pesta pertama atas
> pengangkatannya sebagai pemimpin dari 70 juta jiwa
> lebih rakyat dari sebuah negara besar yang baru
> berusia satu hari.
>
>
> *****************************
>      Kita sudah mengetahui, hubungan antara Bung
> Karno
> dan Belanda tidaklah mesra. Tetapi Belanda pernah
> memberikan kenangan yang tak akan pernah dilupakan
> oleh Bun Karno.
>      Enam hari menjelang Natal 1948, Belanda
> memberikan hadiah Natal di Minggu pagi, saat orang
> ingin pergi ke gereja, berupa bom yang menghancurkan
> atap dapurnya. Hari itu, 19 Desember 1948, ibu kota
> Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda.
>
>
> ******************************
>      Sutan Sjahrir, mantan Perdana Menteri RI
> pertama,
> menjadi orang Indonesia yang memiliki prestasi "luar
> biasa" dan tidak akan pernah ada yang menandinginya.
> Waktu beliau wafat 1966 di Zurich, Swiss, statusnya
> sebagai tahanan politik. Tetapi waktu dimakamkan di
> Jakarta beberapa hari kemudian, statusnya berubah
> sebagai Pahlawan Nasional Indonesia
>



------ End of Forwarded Message


SPONSORED LINKS
School education Jakarta Pre school education
Bonsi Bonsi tree


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke