Note: forwarded message attached.
Bring words and photos together (easily) with
PhotoMail - it's free and works with your Yahoo! Mail.
SPONSORED LINKS
| School education | Jakarta | Pre school education |
| Bonsi | Bonsi tree |
YAHOO! GROUPS LINKS
- Visit your group "bonsi97" on the web.
- To unsubscribe from this group, send an email to:
[EMAIL PROTECTED]
- Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
--- Begin Message ---
Note: forwarded message attached.
Bring words and photos together (easily) with
PhotoMail - it's free and works with your Yahoo! Mail.--- Begin Message ---
Penebang Kayu
Suatu ketika, hiduplah seorang penebang kayu muda. Dia tinggal
bersama seorang istri yang baik. Setiap hari, penebang ini pergi ke
hutan, dan menebang setiap pohon yang layak untuk dipotong, lalu
menjualnya ke kota.
Pada suatu pagi, si Penebang berkata pada istrinya, "Bu, aku akan
menebang 10 pohon hari ini. Aku merasa, aku masih kuat untuk itu
semua." Sang istri merasa senang. Ia pun lalu melepas kepergian
suaminya ke hutan. Betul saja, di senja hari, Penebang itu kembali
dengan membawa uang hasil penjualan 10 pohon.
Hal itu terus berlaku dari hari ke hari. Pagi-pagi sekali, Penebang
muda itu selalu bergegas pergi untuk menebang pohon. Namun, lama
kemudian, hasil di dapat dirasakan makin menurun.
Minggu berikutnya, si penebang hanya mampu menghasilkan 8 pohon. Lalu
6 pohon di minggu berikutnya. Sampai akhirnya si penebang muda ini
cuma mampu menebang 3 pohon.
"Ah, mengapa ini semua terjadi. Bukankan aku masih muda dan kuat?",
keluh si Penebang, "Untuk orang seusiaku, pasti, akan ada lebih
banyak pohon yang dapat ditebang."
Sang istri hanya mendengarkan. "Hmm...atau apakah aku sudah mulai
tua?", keluhnya lagi.
Istrinya yang semula diam, mulai angkat bicara. "Suamiku, engkau
memang masih muda, dan ya, aku yakin, engkau bisa menebang lebih
banyak lagi. "Namun, engkau juga harus ingat, engkau harus mengasah
kapak-kapakmu sebelum pergi bekerja. Sia-sialah semua tenagamu, kalau
kau hanya punya kapak yang tumpul.
"Suamiku, kita tak dapat selalu berharap hasil tebangan yang banyak,
kalau kita selalu lupa untuk mengasah kapak yang kita miliki."
***
Teman, kita, adalah juga si penebang muda tadi. Terlalu sering kita
berharap, untuk mendapatkan banyak hasil, tanpa berusaha melihat ke
dalam diri kita. Terlalu sering kita bermohon kepada Allah, untuk
mendapatkan pahala dan imbalan yang sesuai, namun, dengan kualitas
ibadah yang minim sekali.
Kerapkali, cuma sedikit waktu yang kita berikan untuk mengasah
keimanan kita, dengan harapan pahala yang berlimpah. Kita sering
lupa, untuk mengasah semuanya. Padahal disekeliling kita, ada banyak
sekali hal bisa dijadikan pengasah batin dan iman kita.
Kebajikan- kebajikan sosial, adalah salah satunya.
Dan teman, teruslah memberikan hikmah kita pada orang sekitar.
Forwardkan mail ini kepada orang di sekitar kita. Sebab,
bukankah keharuman bunga akan selalu semerbak, pada tangan-tangan
yang sering memberikan bunga?
--- End Message ---
--- End Message ---
