Subject: [alumni_ti_iti] Tetap berteman dengan mantan pacar


 
>     TETAP BERTEMAN DENGAN MANTAN PACAR
>    
>   Setelah melewati masa pemulihan karena patah hati,
> biasanya kita akan masuk pada fase  menentukan
> sikap, antara tetap berteman dengan si mantan atau
> menyingkirkannya sama sekali dari hidup kita. "Agar
> kehidupan Anda kembali normal setelah sembuh dari
> patah hati, Anda perlu memastikan hubungan seperti
> apa yang paling tepat untuk dijalani dengan si
> mantan supaya ia tidak mempengaruhi hubungan Anda
> dengan kekasih yang baru kelak" kata Janice Levine,
> Ph.D, seorang konselor. Agar kita bisa menempatkan
> si mantan pada posisi yang tepat ; menjadi teman
> atau melupakan sama sekali, uraian berikut mungkin
> bisa membantu Anda.
>   
>   Tetap berteman jika...
>   - Sudah tidak ada lagi ketertarikan (chemistry),
> rasa suka, kangen, kagum, dsb.
>  - Bahkan ketika masih berpacaran, hubungan Anda
> dengannya hanya seperti kakak-adik
>  - Ada tidak cemburu ketika si dia menceritakan
> kekasih barunya, atau kalau ia masih belum punya
> pengganti, Anda justru berinisiatif mencarikannya
> pasangan.
>  - Ia teman yang menyenangkan untuk semua orang.
> Anda bisa bercerita padanya tentang apapun.
>   Jika kondisi di atas Anda alami atau jika hubungan
> telah bersifat platonik,  maka sangat mungkin bagi
> Anda untuk berteman dengan si mantan. Apalagi kalau
> si mantan masih ingat mengapa dulu ia jatuh cinta
> pada Anda dan bisa memberikan dorongan jika Anda
> memerlukannya.
>   Sisi buruknya, jika Anda berdua sama-sama masih
> jomblo, Anda mungkin akan malas mencari pria lain
> karena Anda sudah terlalu nyaman dengan si mantan.
> Pastikan kalau Anda tidak menutup kemungkinan pria
> lain untuk mendekati.
>   Dijadikan ’ban serep’, jika...
>   - Perasaan Anda dengannya sudah padam, tetapi Anda
> menyukai saat-saat intim bersamanya
>  - Anda tidak ingin makan malam atau malas tampil di
> muka umum bersamanya
>  - Setelah ngobrol semalaman di telepon dengannya,
> perasaan Anda tetap stabil
>  - Anda tidak marah atau tersinggung saat ia
> mengatakan sedang tidak ingin bertemu
>   Punya ’ban serep’ seperti ini bagi banyak
> wanita sebenarnya menyenangkan. Bukankah lebih aman
> jalan bersama mantan saat Anda sedang butuh teman
> daripada mencari pria di cafe. Selama maksud Anda
> dan dia adalah sekedar fun. Yang perlu diwaspadai
> meski Anda sudah tidak ingin lagi menjadi pacarnya,
> sesekali pasti muncul pertanyaan mengapa si dia tak
> lagi cinta, dan perasaan ini bila dibiarkan bisa
> melukai ego.
>   Cukup dihubungi sesekali, jika...
>   - Anda masih ingin tetap keep in touch, tetapi
> tidak ingin tahu detail tentang hidupnya sekarang
>  - Ia orang yang tepat untuk dimintai pendapat
>  - Perasaan dan emosi Anda kepadanya sudah datar
>  - Kadang muncul perasaan menyesal telah putus,
> tetapi setelah bertemu dengannya Anda makin yakin
> kalau ia memang bukan orang yang tepat.
>   Hanya sedikit hubungan yang berakhir baik-baik,
> tetapi ada juga yang setelah putus justru
> hubungannya lebih baik. Ini karena Anda tidak lagi
> terlibat secara langsung dengan hidup si mantan,
> sehingga Anda tidak lagi punya keterkaitan emosi dan
> bisa melihatnya sebagai individu, bukannya seorang
> mantan yang pernah membuat sakit hati.
>   Hanya memikirkan si mantan sesekali, mencari tahu
> apa yang Anda cari dan inginkan, bisa memacu Anda
> untuk mendapatkan kekasih baru yang lebih baik.
> Selama perasaan Anda dengannya sudah mati, Anda bisa
> tetap makan malam bersama atau meneleponnya untuk
> minta saran soal pekerjaan, tanpa mengorek luka
> lama.
>   Jauhi si mantan, jika...
>   - Hanya dengan memikirkannya bersama orang lain,
> bisa membuat Anda menangis.
>  - Anda berbohong kepada teman-teman, padahal Anda
> diam-diam sering bertemu dengannya atau selalu
> memikirkannya, karena teman-teman Anda tak akan
> setuju.
>  - Anda begitu terobsesi pada si mantan, yang
> berpengaruh pada pekerjaan, teman-teman, bahkan
> hubungan Anda dengan kekasih sekarang.
>  - Anda putus nyambung lebih dari dua kali dalam
> setahun.
>   Semua perbuatan di atas hanya memiliki satu akibat
> : semakin membuat hidup Anda menderita. Jadi segera
> singkirkan si bad boy ini dari hidup Anda. Banyak
> yang berpendapat, kebiasaan yang tidak sehat dan
> merusak, sulit dihentikan. "Ada orang tertentu yang
> punya pengaruh seperti obat bagi Anda. Mereka
> mendatangkan reaksi kimia tertentu di otak,
> melepaskan endorphin, adrenalin dan oxytocin.
> Akibatnya secara mental dan fisik Anda seperti
> kecanduan orang tersebut", kata Levine lagi.
>   Yang membuat hubungan itu lebih terasa
> menggairahkan adalah ketidak konsistenan sikapnya.
> Ia mungkin menelepon Anda setiap hari, tapi mendadak
> Anda tidak mendapat kabar darinya selama dua minggu.
> Bersamanya perasaan Anda seperti roller coaster,
> kadang Anda bertekad menjauhinya, tapi lain hari
> Anda begitu menginginkannya. Pada beberapa kasus, si
> mantan ini mungkin juga memiliki ketergantungan
> kepada Anda. Ia tidak bisa memberikan apa yang Anda
> minta tetapi ia juga tidak mau melepaskan Anda.
>   Tips melupakan si mantan
>   Seringkali si mantan menjadi candu (addiction),
> seburuk apapun ia. Untuk mengusir perilaku buruk
> ini, lakukan tips berikut :
>   Alihkan perhatian
>   Langkah pertama adalah menghilangkan obsesi.
> Ketika ia muncul dalam pikiran, katakan pada diri
> sendiri untuk berhenti dan jangan biarkan diri Anda
> memikirkannya, bahkan sedetikpun. Kalau cara ini
> tidak berhasil, lalukan hal lain untuk mengalihkan
> perhatian, seperti bermain game, bersenandung, dan
> masih banyak lagi.
>   Tipu diri
>   Jika perasaan Anda sangat menggebu-gebu untuk
> bertemu atau mendengar suaranya, coba trik berikut :
> biarkan namanya tetap dalam daftar kontak di ponsel
> Anda, tetapi ganti nomornya dengan nomor sahabat,
> jadi setiap kali Anda desperate dan ingin men-dial
> nomor itu, Anda malah bisa curhat kepada sahabat
> (tapi jangan keseringan, bisa-bisa sahabat bosan).
> Blok semua nomor teleponnya dan alamat emailnya,
> sehingga ia tidak bisa menghubungi Anda.
>   Daftar realitas
>   Buatlah daftar kelakuan buruknya dan tulis dalam
> secarik kertas lalu simpan dalam dompet sehingga
> sewaktu-waktu bisa Anda lihat. Setiap kali rasa
> rindu muncul, segeralah buka dompet dan akan tahu
> betapa brengseknya dia. (An)
>           Fakta
>    Menurut survey yang   dilakukan oleh Public
> Opinion Strategies, 50 persen pria merasa lebih
> terluka   dan sulit melupakan mantan, sedangkan
> wanita yang memiliki perasaan demikian hanya   27
> persen. Hanya saja, pria bersikap lebih rasional dan
> lebih suka mencari   pacar baru untuk mengobati luka
> hatinya.
>            
>   
>   
>      
>   
>   


SPONSORED LINKS
School education Jakarta Pre school education
Bonsi tree


YAHOO! GROUPS LINKS




Kirim email ke