Fajar Gumay <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
To: himti 97 <[EMAIL PROTECTED]>
From: Fajar Gumay <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Tue, 19 Sep 2006 22:07:37 -0700 (PDT)
Subject: [Himti-97] Fwd: [Lucu-Lucu] Fw: Realitas dan Uang 150 ribu rupiah
ocha <[EMAIL PROTECTED]com> wrote:To: aa' <[EMAIL PROTECTED]com>, abang <[EMAIL PROTECTED] com>, [EMAIL PROTECTED] com,
adis <adiskeyscobain@yahoo.com>,
Gendro Duto angkoro <korban_tabrakan_[EMAIL PROTECTED] com>, [EMAIL PROTECTED] com,
[EMAIL PROTECTED]com, arum_ariani@ yahoo.com, auly_amq1986@ yahoo.com,
cayones2003@yahoo.com, [EMAIL PROTECTED] com, cepopo <warinsidemy@ yahoo.com>,
[EMAIL PROTECTED]com, [EMAIL PROTECTED] com, dody_valent@ yahoo.com,
dv <[EMAIL PROTECTED]com>, [EMAIL PROTECTED] com, [EMAIL PROTECTED] com,
fajar <ikhwan_cool87@yahoo.com>, [EMAIL PROTECTED] com, [EMAIL PROTECTED] com,
sweet heart <sweet_heart19822001@yahoo.com>, [EMAIL PROTECTED] com,
jalaludin.konik@flexi.com. my, jepit jepit <japra_purwa@ yahoo.com>,
anak karbitan <anakkarbitann@yahoo.com>, mira_onepiece@ yahoo.com,
[EMAIL PROTECTED]com, kodel <del_mafioso@ yahoo.com>, komet_harley2002@ yahoo.com,
Reni Kristina <[EMAIL PROTECTED]com>, [EMAIL PROTECTED] ps.com,
meatball_pasta@yahoo.com, [EMAIL PROTECTED] com, nyet2 <[EMAIL PROTECTED] com>,
nyi <batman_life2000@yahoo.com>,
rang pariaman1 <rang_pariaman1@yahoo.co. id>, [EMAIL PROTECTED] com,
ricky <[EMAIL PROTECTED]com>, Rien <rinie_ericka@ yahoo.com>,
yuris rizal <[EMAIL PROTECTED]com>, sae <pool_learning@ yahoo.com>,
sasq <noteasy_tobeme@yahoo.com>, senior <jack_hunter98@ yahoo.com>,
senorita_lois@yahoo.com, shane <kopisusucoklat@ yahoo.com>,
tebarkebaikan@yahoo.com, ucup <warrior_coepoe@ yahoo.com>,
unyil <ivan_mcwild@yahoo.com>, wisnu <[EMAIL PROTECTED] co.uk>,
fajar <ikhwan_cool87@yahoo.com>, [EMAIL PROTECTED] com,
erik erawan <[EMAIL PROTECTED]co.id>, bang indra <[EMAIL PROTECTED] com>
From: ocha <[EMAIL PROTECTED]com>
Date: Mon, 28 Aug 2006 20:46:07 -0700 (PDT)
Subject: [Lucu-Lucu] Fw: Realitas dan Uang 150 ribu rupiah
friends,
hanya mau sharing pengalaman saya yang dialami semalam aja .. please, take
time to read this .. setidaknya baca bagian terakhir .. mungkin ada yang
bisa membantu ..
Semalam saya ke rumah sakit Carolus, dalam rangka kebutuhan mendesak ke
dokter. Pas lagi nunggu obat di apotik, lagi ngobrol sama temen yang nemenin
saya ke sana, tiba-tiba mendadak saya diajak ngobrol sama ibu-ibu yang
menggendong anak, yang duduk di kursi tepat di depan saya.
tadinya saya ga terlalu ngeh sama dia. i mean, ibu-ibu itu berkulit gelap,
menggendong anaknya dengan kain lusuh, menggenggam sebuah amplop berisi
kertas yang sudah lecek, dan sedari tadi dia duduk di kursi depan saya. tapi
saya pikir wajar bila orang seperti dia ada di sana, secara saya ada di
rumah sakit, dan pemandangan seperti itu kan wajar saja.
sampai mendadak dia curhat ke kita.
Ibu itu namanya Ibu Dede. anaknya, namanya Rahman, adalah penderita tumor
ganas di bagian panggul belakang sejak lahir (sekarang usianya 6 tahun).
tumor ganas itu yang membuat anaknya nggak bisa jalan, dan kakinya lumpuh.
selama ini penyakit diatasi dengan berobat jalan, yang tentunya nggak
efektif dalam usaha penyembuhan penyakit separah itu. Dia bekerja sebagai
kuli cuci, anaknya lima (Rahman adalah anaknya yang paling kecil, dan anak
tertuanya sudah kelas 3 SMP) dan suaminya kabur sejak Rahman usia 2 tahun.
Hari ini dia datang ke apotik St Carolus, untuk meminta obat gratis, dan
rumah sakit menjawab TIDAK. Sebelumnya dia sudah mencoba ke RSCM, dan
jawabannya tetap sama. Meski dia sudah menggenggam lembaran surat keterangan
tidak mampu dari RT/RW dan kelurahan rumahnya di Bekasi.
Dia tidak membawa resep dari dokter anaknya, karena ia sangsi akan
mendapatkan obat gratis. dia bilang baru akan ke dokter (yang lokasinya di
dekat situ) kalau dia sudah pasti bisa mendapatkan obat gratis. obat gratis,
yang katanya bila ditaksir, seharga Rp. 150.000,-.
Dia sudah mencoba mengirimkan ceritanya ke RCTI, berharap mendapatkan
bantuan, namun belum mendapat jawaban.
saya dan temen saya terhenyak mendengar cerita dia.
kita bisa melihat bahwa obat jalan itu merupakan usaha yang sia-sia, karena
obat sebanyak apapun nggak akan bisa menyembuhkan tumor ganas yang diderita
anaknya. anaknya butuh operasi, yang memakan sekitar Rp. 20 juta.
jumlah segitu pun terasa sangat besar buat kita, apalagi buat dia ..
sangat ingin membantu, namun kita tahu kita juga nggak berdaya saat itu.
kita nggak punya duit 20 juta untuk membayari operasi anaknya. sempat
terpikir ingin menebus obat untuk anaknya, namun kita sadar bahwa itu solusi
yang sementara. yang sia-sia.
Tapi Ibu itu bilang, sebenarnya bisa sangat terbantu kalau dia punya yang
namanya kartu JAKIN. Kartu ini diterima di banyak rumah sakit, dan pemegang
kartu ini akan dibebaskan dari segala biaya perawatan.
Kita nggak tahu apakah kartu JAKIN itu, dan bagaimana prosedur untuk
mendapatkan kartu itu. Yang jelas, dia cerita, kartu JAKIN tersebut
dikeluarkan oleh Kelurahan. Dan Kelurahan tempat dia bermukim bilang, dia
harus membayar Rp. 150,000,- kalau mau kartu JAKINnya keluar dalam waktu
seminggu.
Tanpa uang sejumlah itu, dia harus menunggu kartu keluar tahun 2009.
APA?!
saya nggak ngerti kenapa kartu yang begitu berarti buat rakyat miskin harus
dimanfaatkan juga untuk mencari uang tambahan.
oke, mungkin saya nggak tahu persis prosedur pembuatan kartu itu. bisa jadi
memang prosedurnya seperti itu. uang sejumlah itu mungkin memang harus
dibayarkan. tapi saat kemarin dengar cerita itu, yang saya pikirkan hanya mental govt
officials kita yang korup, yang membuat saya langsung berpikir negatif -
bahwa uang sejumlah itu adalah pungli yang dibebankan kepada rakyat miskin
yang nggak berdaya.
*oh well. *
*anyway, *akhirnya kita hanya bisa membantu sekedarnya, agar Ibu itu bisa
pulang ke rumahnya, memberi makan malam yang layak untuk dia dan anaknya,
setelah sebelumnya meminta nama dan alamatnya di Bekasi.
kita sebenarnya nggak tahu apa yang bisa kita lakukan ..
tapi rasanya ingin mengusahakan bantuan untuk dia
meski masih belum tahu bagaimana caranya ..
sigh.
rasanya takjub aja dunia yang dijalani bisa aja sama
tapi nasib bisa begitu berbeda
dunia yang saya jalani sehari hari adalah dunia dimana uang seratus
limapuluh ribu rupiah hanya bisa digunakan untuk membeli sehelai
t-shirt Zara atau biaya makan di luar untuk dua orang ..
dunia yang ibu itu jalani adalah dunia dimana uang seratus lima puluh ribu
rupiah bisa membuka jalan akses pengobatan yang bisa menyelamatkan nyawa ..
ironic, huh?
saat sedang merenungkan hal itu, mendadak ada telepon dari temen seangkatan
dulu, menanyakan apakah saya ikut melayat teman seangkatan yang meninggal ..
mendadak dia suruh saya untuk hold, karena ada telepon masuk
saya protes, karena menurut saya hold adalah pembuangan pulsa yang sia-sia
..
akhirnya telepon saya matikan ..
saya seolah ditarik kembali ke realitas
realitas saya, bukan realitas ibu itu ..
dimana uang seratus lima puluh ribu rupiah mungkin hanya habis untuk pulsa
telepon ..
*friends, kalau ada yang punya teman/kolega/ sarana yang memungkinkan ibu ini
dibantu, langsung aja kontak :
Ibu Dede Sulastri
nama anak : Rahman (6 th)
Kp. Dirgahayu RT 10, RW 011
Kel. Jatirahayu, Rawacerewet
Bekasi Barat
*
(ini alamat yang saya catat semalam, semoga tidak salah, sehingga bila ada
yang mau membantu bisa menemukan ibu ini kembali)
*
mungkin aja lewat word-of-mouth, anak ibu itu bisa terbantu ..
siapa tahu bersama-sama kita bisa menyelamatkan sebuah nyawa ..*
Regards,.
