Note: forwarded message attached.
        
---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.
--- Begin Message ---
Dari milis cantik:
  
  waspadai sosis, kornet, nugget 
    
    >>Salam sehat,
    Melihat judulnya, saya awalnya juga tidak tertarik membacanya. Tapi 
    karena penulisnya adalah mantan bos saya di Trubus, sekaligus teman 
    diskusi yang asik, saya akhirnya baca. Dan akhirnya saya 
    menemukan "sesuatu" ...
    
    >> Pada awalnya, saya tidak tertarik membaca artikel ini. Salah 
    seorang teman dekat menyarankan saya membacanya. Artikel yang sangat 
    menarik, tentang industri makanan yang ternyata berasal dari limbah 
    hewan. >> Mudah-mudahan artikel ini memberikan manfaat bagi Anda 
    semua, menambah wawasan kita tentang apa yang sesungguhnya kita 
    konsumsi atau beli di pasar swalayan.
    
    > Petaka Sodom dan Gomora 
    > Oleh: F Rahardi 
    > 
    > Flu burung (avian influenza, AI) tiba-tiba menjadi hantu yang sama 
    menakutkan dengan AIDS. Inilah kutukan dari Sodom dan Gomora modern. 
    > 
    > Agroindustri unggas modern sebenarnya telah menentang alam, 
    sekaligus menantang hukum Allah. Itulah yang harus diubah, bukan 
    hanya sekadar restrukturisasi menyangkut pembagian kapling. 
    > 
    > Flu sebenarnya merupakan penyakit lama. Ada tiga tipe virus 
    influenza: tipe A yang bisa menyerang hewan maupun manusia dan tipe 
    B serta C yang hanya bisa menyerang manusia. Virus tipe A masih 
    terdiri atas beberapa subtipe, yakni H (1-15) dan N (1-9). AI 
    sendiri sudah terdeteksi sejak 1978 di Italia, tetapi AI subtipe 
    baru dengan virus H5N1 pertama kali terdeteksi di Hongkong tahun 
    1997. Sejak itu, flu burung menjadi mirip AIDS, menimbulkan gejolak 
    atas bisnis perunggasan, sekaligus mengancam hidup manusia. 
    > 
    > Ketika AI menyerang unggas, virus ini belum menjadi wabah yang 
    mendunia. Agroindustri perunggasan lalu menjadi massal dan mendunia, 
    dengan benih (DOC/DOD), pakan, hormon pertumbuhan, antibiotik, dan 
    obat-obatan dalam dosis tinggi secara intensif. Inilah pemicu utama 
    terciptanya virus subtipe baru. Terlebih setelah agroindustri 
    peternakan hanya mementingkan keuntungan, tanpa memikirkan dampak 
    negatif yang ditimbulkan. 
    > 
    > Wabah sapi gila di Inggris juga kutukan. Virus penyakit gila ini 
    sebenarnya hanya berjangkit pada domba, dan tidak pernah menjadi 
    wabah. Namun, agroindustri peternakan di Inggris terlalu rakus. 
    Limbah dari rumah potong hewan, terutama tulang-tulang- terdiri 
    tulang domba, kambing, sapi, babi, dan ternak lain-digiling dan 
    dicampurkan ke konsentrat. Tujuannya adalah efisiensi. Dampaknya, 
    terjadi degradasi genetik dan penularan penyakit. Penyakit gila yang 
    sebelumnya hanya menyerang domba berjangkit pula ke sapi. 
    > 
    > "Nuggets" dan sosis tulang 
    > Pada agroindustri perunggasan, terutama ayam petelur, yang akan 
    dipelihara hanyalah DOC betina. DOC jantan harus dibuang. Jika DOC 
    jantan diberikan kepada ikan, dampak negatifnya hampir tidak ada. 
    Namun sekali lagi demi efisiensi, DOC jantan langsung dimasukkan ke 
    penggilingan dan dicampurkan ke pakan. "Kanibalisme" inilah antara 
    lain yang telah mengakibatkan degradasi genetik, sekaligus ikut 
    berperan memicu terciptanya virus AI subtipe baru. 
    > 
    > Namun itu semua belum terlalu mengerikan. Kini, tampaknya konsumen 
    kurang jeli melihat (atau tidak menduga) sosis (sapi dan ayam), 
    nuggets (ayam), dan kornet (sapi), yang dikonsumsi, sebenarnya bukan 
    dari daging, tetapi limbah tulang-belulang. Limbah rumah pemotongan 
    hewan dan rumah pemotongan ayam selalu menghasilkan limbah berupa 
    tulang keras, tulang rawan, sumsum, urat, dan sedikit daging yang 
    masih melekat. Tulang kerasnya dipisahkan dan disebut MBM atau meat 
    and bone meal. Ini merupakan bahan campuran industri pakan ternak, 
    termasuk unggas. 
    > 
    > Tulang rawan, urat, sumsum, dan daging disebut meat and bone 
    meal (MDM). Produk inilah yang semula menjadi bahan campuran 
    industri sosis, kornet, dan nuggets. Kini, MDM menjadi bahan utama 
    makanan pabrik itu. Terlebih dalam sosis ayam. Yang dimaksud MDM 
    unggas sebenarnya semua limbah ayam digiling, sebab sekeras apa pun 
    tulang ayam masih amat lunak untuk menjadi sosis dan nuggets. Kita 
    tidak pernah diberi tahu oleh Asosiasi Produsen Makanan Olahan 
    Daging (National Association Meat Producer = NAMPA), berapa persen 
    sebenarnya kandungan MDM pada tiap sosis dan nuggets. Jangan-jangan 
    sudah 100 persen. 
    > 
    > Pola industri ternak seperti ini sebenarnya sudah melawan hukum 
    alam, sekaligus hukum Allah. Sapi dan domba aslinya herbivora. Dalam 
    industri modern mereka dipaksa menjadi karnivora, bahkan kanibal. 
    Unggas makan biji-bijian dan kadang serangga serta cacing. Tetapi 
    mereka tidak pernah kanibal. Bahkan elang dan gagak yang karnivora 
    pun tidak pernah kanibal. Tetapi manusia telah memaksa ayam dan itik 
    menjadi kanibal. Bahkan DOC, anak ayam yang baru menetas pun, harus 
    kembali digiling untuk dimakan oleh induk-induk mereka. Ini sudah 
    lebih sadis dibanding kisah Sodom dan Gomora. 
    > 
    > Limbah dari AS 
    > Rakyat AS relatif cerdas dalam melihat "penyimpangan" atas hukum 
    alam ini. Selain cerdas, mereka kaya. Itu sebabnya mereka tidak 
    menyantap bagian lain dari ayam, kecuali daging dada. Kulit, daging 
    paha, daging sayap, hati, ampela, tabu disantap. Apalagi kepala, 
    leher, pantat, dan ceker. Semua itu harus dibuang. Lembaga konsumen 
    AS juga ketat hingga limbah itu tidak bisa digiling begitu saja dan 
    dijadikan pakan. Kasus sapi gila di Inggris membuat rakyat AS lebih 
    waspada. 
    > 
    > Ke manakah limbah yang masih layak makan itu dibuang? 
    Tentu ke negara yang penduduknya banyak dan ekonominya lemah. 
    Sasaran utama membuang paha dan sayap ayam adalah RRC, India, dan Indonesia.
    
    MDM hasil penggilingan limbah unggas juga dibuang ke negara berkembang 
    dan negara miskin. Untuk sarana pembuangan, kota-kota besar di 
    negara berkembang siap dengan restoran cepat saji dan pasar 
    swalayan. Saat memungut sosis ayam dan nuggets, ibu-ibu pasti tak 
    pernah membayangkan, bahan utama produk itu bukan daging, tetapi 
    limbah. 
    > 
    > Sebenarnya pemerintah harus mulai memperkuat agroindustri 
    perunggasan tradisional peternakan itik sebagai penyeimbang. 
    Kelembagaan peternakan rakyat ini sebenarnya sudah amat kuat. Hanya 
    alokasi modal dan fasilitas lain tidak pernah tertuju ke mereka, 
    sebab mereka bukan pengusaha yang punya kapling dalam Gabungan 
    Perusahaan Perunggasan Indonesia (Gappi). Jika para peternak itik 
    yang sudah massal pun tak tersentuh perhatian pemerintah, ayam 
    kampung lebih tak terperhatikan lagi. Rakyat memang harus tabah 
    dalam menerima petaka Sodom dan Gomora modern berupa wabah flu 
    burung. 
    > 
    > F Rahardi Wartawan; Penyair
    > OPINI, Kompas, Jumat, 19 Januari 2007, halaman 6
  
  sial.. padahal g suka banget ama nugget n temen2nya  
  
 Send instant messages to your online friends http://uk.messenger.yahoo.com 

--- End Message ---


Kirim email ke