Bel..,
Gue kira yg nyuratin SBY Inu anak Bonsi97...hehehehe..... 
Sorry..., waktu buka n baca e-mail ini mata gue udah suntuk bgt...

Regards..,
Tirtonadi



Satria Yuliafianto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                   
  
 ------ Forwarded Message
 From: "didit.s banuardi.n" 
 Reply-To: <[EMAIL PROTECTED]>
 Date: Tue, 10 Apr 2007 09:41:42 +0700
 Subject: [TI97_ITI] Inu Surati SBY tentang 17 Kematian Praja yang Tidak Wajar
 
  
  
  
 
 
 Inu Surati SBY tentang 17 Kematian Praja yang Tidak Wajar
 Erna Mardiana - detikcom
 
 Sumedang - Dosen IPDN yang diskors, Inu Kencana Syafi'i, menyurati Presiden
 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Isi surat itu mengabarkan mengenai adanya
 kematian 34 praja sejak tahun 1993. 17 Praja di antaranya meninggal dunia
 secara tidak wajar.
 
 "Saya kirimkan surat tadi pagi pada presiden dengan lampiran data mengenai
 kematian praja di lingkungan IPDN (dulu STPDN-red). Ini untuk meluruskan
 pemberitaan kalau saya hanya omong kosong belaka. Memang tidak semua
 kematian itu tidak wajar, tapi telah saya tandai kematian yang tidak wajar
 dan saya sampaikan kepada presiden," katanya kepada wartawan di rumah
 dinasnya di Komplek dosen IPDN, Jalan Jatinangor, Sumedang, Senin
 (9/4/2007).
 
 Dalam lampiran yang diperlihatkan kepada wartawan, tercantum 34 praja yang
 meninggal sejak tahun 1993 hingga 2007. Terakhir kematian mengenaskan Nindya
 Praja (tingkat 2-red) Cliff Muntu. Inu sengaja melingkari data kematian
 praja yang diyakininya meninggal dunia secara tidak wajar.
 
 Berikut data kematian praja : 8 Mei 1993 Madya Praja Aliyan kontingen
 Kalimantan Barat jatuh dari barak Bengkulu. 1994, Madya Praja Gatot
 kontingen Jatim meninggal pada saat selesai latihan dasar kemiliteran, di
 dadanya ditemukan bekas kebiru-biruan dengan tulang dada retak. "Saya
 melihat dengan mata kepala saya sendiri kematian Gatot," tutur Inu.
 
 Tahun 1995, Madya Praja Alfian kontingen Lampung meninggal di barak dengan
 kepala pecah, 1997 Madya Praja Fahrudin kontingen Jateng meninggal di kelas
 tanpa sebab yang jelas dan STPDN mencegah untuk melakukan visum, 1999 Madya
 Praja Edy meninggal dunia dengan dalih belajar notor waktu praktek lapangan
 dan STPDN menolak visum, 2000 Madya Praja Arizal kontingen Sulsel meninggal
 dengan dalih tenggelam di Danau Toba, 2000 Madya Praja Purwanto kontingen
 Jateng meninggal setelah lulus dari STPDN karena dada retak.
 
 Tahun 2000 Madya Praja Obeth Nego Indow kontingen Papua meninggal di tempat
 kos kakak kelasnya karena muntah darah dengan dada retak. 3 Maret 2000, Eri
 rahman kontingen Jabar meninggal di rumah sakit setelah dipukuli tujuh praja
 senior yang tetap lulus setelah dipenjarakan. 2000, Nindya Praja Utari
 Mustika kontingen DKI Jakarta meninggal akibat pendarahan aborsi dan
 mayatnya ditinggalkan di sebuah masjid di Cimahi, Jabar.
 
 25 Juli 2002, Muda Praja Teddy Frederich Hendra kontingen Maluku meninggal
 dunia di pantai Cilacap setelah berenang dan mayatnya terapung di pawang
 laut, 2002 Madya Praja Wirman Nurman kontingen Sulsel meninggal dan STPDN
 menyatakan sebagai korban kecelakaan, 2003 Madya Praja Wahyu Hidayat asal
 Jabar meninggal dunia akibat penganiayaan seniornya. 2004, Madya Praja
 Arizal Sasad kontingen Jateng meninggal dan diumumkan karena kecelakaan.
 
 2005 Madya Praja Irfan Albert Hibo kontingen Papua meningggal di tempat kos
 dan pejabat IPDN mengatakan bunuh diri dengan baygon tapi terindikasi over
 dosis. 2006, Wasana Praja Manfred Hubi kontingen Papua meninggal di kampus
 IIP Cilandak Jakarta dan diklaim lever tapi tidak diotopsi, dan terakhir
 Cliff Muntu.
 
 "Perbedaan data saya dengan pejabat STPDN yang menyebutkan meninggal 29
 karena mereka tidak memasukkan praja yang meninggal dunia secara misterius
 dan tidak dilakukan otopsi," tegasnya. Hal ini, lanjutnya, harus menjadi
 bahan pengusutan bagi tim investigasi yang dibentuk Depdagri. (ern/asy)
 -- 
 best regards,
 didit ~> http://diditho.net 
  
     
 
 ------ End of Forwarded Message
     
     
                       

       
---------------------------------
Don't get soaked.  Take a quick peak at the forecast 
 with theYahoo! Search weather shortcut.

Kirim email ke