udah baca , udah baca , udah baca ....
yah itulah negri kita tercinta ini .........


  ----- Original Message ----- 
  From: AdAm WiSnU 
  To: smu 12 ; arlina ; aat syafaat ; alin jovi ; dewi sandi ; Dian anggraini ; 
hendrizal 
  Sent: Monday, May 07, 2007 4:18 PM
  Subject: [bonsi97] PEMBUNUH yang kabur pake Tape


  Dari Milis sebelah....

  Kalau menurut Anda, cerita ini bikin geli, bikin haru, atau malah bikin
  miris ?

  Terus terang, meski sudah beberapa kali mengadakan penelitian Kriminal
  di LP, pengalaman kali ini adalah pengalaman pertama saya ngobrol
  langsung dengan seseorang yang didakwa kasus pembunuhan berencana.
  Dengan jantung dag dig dug, pikiran saya melayang-layang mengira-ngira
  gambaran orang yang akan saya temui. Sudah terbayang muka keji hanibal
  lecter, juga penjahat-penjahat berjenggot palsu ala sinetron, dan
  gambaran-gambaran pembunuh berdarah dingin lain yang sering saya temui
  di cerita TV.

  Well, akhirnya setelah menunggu sekian lama berharap-harap cemas, salah
  satu sipir membawa seorang anak kehadapan saya.Yup, benar seorang anak
  berumur 8 tahun. Tingginya tidak lebih dari pinggang orang dewasa dengan
  wajah yang diliputi senyum malu-malu. Matanya teduh dengan gerak-gerik
  ! yang sopan.

  Saya pun membaca berkas kasusnya yang diserahkan oleh sipir itu. Sebelum
  masuk penjara ternyata ia adalah juara kelas di sekolahnya, juara
  menggambar, jago bermain suling, juara mengaji dan azan di tingkat
  kanak-kanak. Kemampuan berhitungnya lumayan menonjol. Bahkan dari balik
  sekolah di dalam penjara pun nilai sekolahnya tercatat kedua terbesar
  tingkat provinsi. Lantas kenapa ia sampai membunuh? Dengan rencana pula?

  Kasus ini terjadi ketika Arif sebut saja nama anak ini begitu, belum
  genap berusia tujuh tahun. Ayahnya yang berdagang di sebuah pasar di
  daerah bekasi, dihabisi kepala preman yang menguasai daerah itu. Latar
  belakangnya karena si ayah enggan membayar uang 'keamanan' yang begitu
  tinggi.
  Berita
  ini rupanya sampai di telinga Arif. Malam esok harinya setelah ayahnya
  dikebumikan ia mendatangi tempat mangkal preman tersebut. Bermodalkan
  pisau dapur ia menantang orang yang membunuh ayahnya.

  "siapa yang bunuh ayah saya!" teriaknya kepada orang yang ada di tempat
  itu.

  "Gue terus kenapa?" ujar kepala preman yang membunuh ayahnya sambil
  disambut gelak tawa di belakangnya.

  Tanpa banyak bicara anak kecil itu sambil melompat menghunuskan pisau ke
  perut si preman. Dan tepat mengenai ulu hatinya, pria berbadan besar itu
  jatuh tersungkur ke tanah. Arif pun langsung lari pulang ke rumah
  setelahnya. Akhirnya selesai sholat subuh esok paginya ia digelandang ke
  kantor polisi.

  "Arif nih sering bikin repot petugas di Lapas!" ujar kepala lapas yang
  ikut menemani saya mewawancarai arif sambil tersenyum. Ternyata sejak di
  penjara dua tahun lalu. Anak ini sudah tiga kali melarikan diri dari
  selnya. Dan caranya pun menurut saya tergolong ajaib.

  Pelarian pertama dilakukannya dengan cara yang tak terpikirkan siapapun.
  Setiap pagi sampah-sampah dari Lapas itu di jemput oleh mobil
  kebersihan.
  Sadar akan hal ini, diam-diam Arif menyelinap ke dalam salah satu
  kantung sampah. Hasilnya 1-0 untuk Arif. Ia berhasil keluar dari
  penjara.

  Pelarian kedua lebih kreatif lagi. Anak yang doyan baca ini pernah
  membaca artikel tentang fermentasi makanan tape (ingat loh waktu
  wawancara usianya baru 8 tahun). Dari situ ia mendapat informasi bahwa
  tape mengandung hawa panas yang bersifat destruktif terhadap benda
  keras. Kebetulan pula di Lapas anak ini disediakan tape uli dua kali
  dalam seminggu. Setiap disediakan tape, arif selalu berpuasa karena
  jatah tape itu dibalurkannya ke dinding tembok sel tahanannya. Hasilnya
  setelah empat bulan, tembok penjara itu menjadi lunak seperti tanah
  liat. Satu buah lubang berhasil dibuatnya.
  2-0
  untuk arif. Ia keluar penjara ke dua kalinya.

  Pelarian ke tiganya dilakukan ala Mission Imposible. Arif yang ditugasi
  membersihkan kamar mandi melihat ember sebagai sebuah solusi. Besi yang
  berfungsi sebagai pegangan ember itu di simpannya di dalam kamarnya.
  Tahu
  bahwa dirinya sudah diawasi sangat ketat, Arif memilih tempat
  persembunyian paling aman sebelum memutuskan untuk kabur. Ruang kepala
  Lapas menjadi pilihannya. Alasannya jelas, karena tidak pernah satu pun
  penjaga berani memeriksa ruangan ini. Ketika tengah malam ia menyelinap
  keluar dengan menggunakan besi pegangan ember untuk membuka pintu dan
  gembok. Jangan tanya saya bagaimana caranya, pokoknya tahu-tahu ia sudah
  di luar. 3-0 untuk Arif.

  Lantas kenapa ia bisa tertangkap lagi? Rupanya kepintaran itu masih
  berada di sebuah kepala bocah. Pelarian-pelarianny a didorong dari rasa
  kangennya terhadap ibunya. Anak ini keluar dari penjara hanya untuk ke
  rumah sang ibunda tercinta. Jadi dari Lapas tanggerang ia
  menumpang-numpang mobil omprengan dan juga berjalan kaki sekian
  kilometer dengan satu tujuan, pulang!

  Karena itu pula pada pelarian Arif yang ketiga, kepala Lapas yang juga
  seorang ibu ini meminta anak buahnya untuk tidak segera menjemput Arif.
  Hasilnya dua hari kemudian Arif kembali lagi ke lapas sambil membawa
  surat untuk kepala Lapas yang ditulisnya sendiri.

  *Ibu kepala Arif minta maaf, tapi Arif kangen sama ibu Arif.* Tulisnya
  singkat.

  Seorang anak cerdas yang harus terkurung dipenjara. Tapi, saya tidak
  lantas berpikir bahwa ia tidak benar-benar bersalah dan harus
  dibebaskan.
  Bagaimanapun juga ia telah menghilangkan nyawa seseorang. Tapi saya
  hanya berandai-andai jika saja, polisi bertindak cepat menangkap
  pembunuh si ayah (secepat polisi menangkap si Arif) pastinya saat ini
  anak pintar dan rajin itu tidak akan berada di tempat seperti ini. Dan
  kreativitasnya yang tinggi itu bisa berguna untuk hal yang lain.
  Sayangnya si Arif itu cuma anak pedagang sayur miskin sementara si
  preman yang dibunuhnya selalu setia menyetor kepada pihak berwajib
  setempat. Itulah yang namanya keadilan!




------------------------------------------------------------------------------
  Looking for earth-friendly autos? 
  Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center. 

   

Kirim email ke