wah pas banget tuh , malem minggu kemaren ban gw juga bocor , pas di cek nancep 
paku yang masih
baru banget , ga ada item/lecet nya sama sekali , akhirnya motor nya gw tuntun 
, sampe 2 tukang tambal
didaerah ROXI nolak gw , yang  ke 1 , ga ada kunci pentil . yang ke 2 udah tua, 
ga kuat buka ban belakang 
gw yang gede ( 17/300 ), yang ketiga baru deh bisa , tapi sayang setelah di cek 
lobangnya ga 1 titik , tapi
berderet sekitar 10 titik , langsung deh abangnya ga mau tambel , ya udah , 
karena udah malem , terpaksa
gw beli ban bekas dia , ukurannya kecil lagi 2,75 , trus gw ditembak 25.000, 
setelah nego dng berbagai alasan
jadinya 20.000.
eh sialnya lagi , pas tadi pagi gw berangkan kerja , ditengah jalan ban gw 
kempes lagi , untung deket tukang 
tambal ban, setelah di cek ban dalam gue robek sekitar 15 cm , kayanya ga kuat 
tuh ban bekas nya , terpaksa lagi
deh gw beli ban dalem baru, rp 25.000. apes emang , sebelumnya ban gw tubles 
trus , yang ini masih baru jadi bannya
masih standart, belum ada duit beli battlax 17/300. depan belakang . 
ada info dmana gw bisa dapet 2 batlax depan 17/275 dan belakang 17/300, sekitar 
500 ribuan ?
kalo ada plis infonya yah 

irwan 


----- Original Message ----- 
  From: Satria Yuliafianto 
  To: Satria Yuliafianto 
  Sent: Monday, August 06, 2007 7:28 AM
  Subject: [bonsi97] Kirim SMS, Dikerjai Tukang Ban


  Segera ganti ban motor dgn ban tubeless. Minimal kalo kena paku, angin di
  ban gak langsung habis.

  Rgrds,
  satria

  Daerah Ranjau Paku di Jakarta
  Kirim SMS, Dikerjai Tukang Ban
  Nurul Hidayati - detikcom

  <http://ad.detik.com/link/peristiwa/prs-relion.ad>*Jakarta* - Di situ ada
  ranjau paku, di situ pula ada tukang tambal ban. Di beberapa tempat di
  Jakarta, hal itu mudah ditemukan. Seolah bandit penebar paku bersekutu
  dengan tukang tambal ban.

  Seperti yang dialami oleh Wishnu Hardi. Saat mengetik SMS ke kantornya
  memberitahu dia telat mengantor karena motornya kena ranjau paku, tukang
  tambal ban mengerjainya. Saat protes, tukang tambal ban malah memanggil
  rekan-rekannya.

  Berikut ini cerita Wishnu dan pembaca yang menginformasikan daerah rawan
  ranjau paku lainnya, Selasa (12/6/2007):
  *
  Wishnu Hardi*
  Singkat cerita, ketika ban saya dicek oleh tukang tersebut (sambil saya
  perhatikan dengan seksama) ternyata ada 1 kebocoran kecil (seukuran diameter
  paku kecil), lalu karena saya perlu menginformasikan ke kantor perihal
  keterlambatan saya dengan ber-SMS, yang mengakibatkan saya lengah, ternyata
  bocornya menjadi sebuah irisan sepanjang 10 cm. Si Tukang berkilah, kalau
  irisan tersebut terjadi terjadi karena ketika diisi angin untuk mengecek
  kebocoran, karet bannya tidak kuat menahan angin. Sungguh mengherankan,
  sebab karet ban memiliki sifat elastis dan tidak mungkin menyebabkan sebuah
  irisan yang rapi.

  Setelah nego harga disepakati ganti ban sebesar Rp 25.000 (sebelumnya
  ditawarkan Rp 28.000). Lalu si tukang langsung membuang ban motor yang saya
  (seakan hendak menyembunyikan fakta yang sebenarnya, bahwa irisan tersebut
  terjadi dengan sangat rapi dan letaknya jauh dari kebocoran yang
  sebelumnya).

  Setelah selesai ban diganti saya menyerahkan uang sebesar 50 ribu rupiah,
  tetapi yang mengesalkan ketika dikembalikan hanya Rp 22.000 (harga sebelum
  nego), lalu saya katakan bahwa tadi sudah disepakati harganya Rp 25 ribu.
  Kemudian dia menyahut dengan lebih galak.

  Saya protes dan meminta uang saya dikembalikan sesuai kesepakatan, tetapi si
  tukang malah mengambil kunci inggris buat menggertak dan memanggil
  kawan-kawannya. Karena sudah tidak sebanding lagi dan menghindari urusan
  yang lebih panjang, akhirnya saya pergi dengan dongkol.
  *
  Syamsiar*
  Jalan Kramat Raya II Jakarta Pusat menuju ke Kwitang (one way) Saya dalam 1
  minggu sudah 3 kali kena dan dengan model paku yang persis sama dan
  tergolong baru. Kemudian Minggu malam lalu saya memakai senter HP untuk
  melihat jalan tersebut dan ternyata paku tersebut memang disebarkan dijalan
  bukan hanya di pinggir tapi sampai marka jalan. Jumlah bukan hanya 2-3 tapi
  banyak banget.
  *
  Ery*
  Saya ingin menambahkan jalur yang rawan paku, yaitu dari Universitas
  Pancasila menuju ke Tanjung Barat. Saya sudah kena beberapa kali, bahkan
  yang lebih buruk lagi dalam 2 hari berturut-turut saya harus ganti ban
  karena paku-paku sialan ini. Yang lebih kejamnya lagi adalah paku yang
  mereka letakkan adalah paku yang kecil, sehingga jika waktu tertusuk masih
  dipaksa untuk berjalan, beberapa bagian ban dalam anda akan bolong-bolong.

  Sedikit tips dari saya jika ban Anda bocor:
  - Jika memungkinkan langsung berhenti dan carilah penyebab ban bocor
  terlebih dahulu. Hal ini dikarenakan, jika dipaksa jalan, akan mengakibatkan
  ban anda bocor di beberapa bagian, sehingga tidak dapat ditambal lagi alias
  harus mengganti ban.

  - Kalau bisa, berhentilah di tempat yang terang (pada malam hari) atau yang
  cukup ramai.
  *
  Delonika Yuki Eka Putra*
  Sepanjang jalan daan mogot rawan paku, paling parah dari Jembatan Gantung
  s/d Indosat, Kalideres sekitar terminal.
  *
  Made Widagda*
  Daerah rawan ranjau paku:
  1. Jalan Simatupang dari Nestle hingga perempatan Ragunan

  2. Ranjau paku juga bertebaran di daerah mampang sepanjang jalan dari pompa
  bensin Buncit Indah sebelum Imigrasi sampai dengan mampang flyover.
  Hati-hati jalur kiri dan naik trotoar.

  Dari arah keluar parkir timur Senayan sampai kolong Semanggi, tukang tambal
  tembak di kolong Semanggi. Ini sering sekali setiap pagi yang sibuk kerja
  1-3 motor bocor untuk ditambal.
  *
  Eddy*
  Lampu merah Departemen Agama tepatnya sebelum halte BI menuju monas,
  biasanya tukang tambal tembak naik sepeda di depan Indosat sampai lampu
  merah Istana Negara.

  Jalur flyover menuju Pondok Indah sebelum flyover Pakubuwono-Kebayoran Lama
  hingga saat ini masih rawan, dan juga jalur memotong menuju Hang Lekir yang
  ramai dilalui pengendara menuju Sudirman. *(Budi Sutria)*
  *
  Mahmud Ramady*
  Ada ranjau paku di depan Ditjen Imigrasi Mampang tepatnya di pinggir jalan
  di bawah jembatan penyeberangan busway. Tolong diperhatikan, pakunya
  menyebar banyak sekali, paku kecil ukuran 1 cm
  *
  Yunif)*
  1. Daerah sekitar ITC Cempaka Mas dari Jl Cempaka Putih sampai bawah tol
  layang

  2. Daerah sekitar Jl Raya Bekasi Barat sekitar bawah jalan tol Cakung menuju
  Bekasi dekat perumahan Taman Modern. Waktunya biasanya saat pergi kerja atau
  pulang kerja setelah magrib hingga malam hari.
  *
  Firman Fajar*
  Sekitar 2 bulan yang lalu saya pernah terpaksa ngerem dan jadi sebel karena
  tiba-tiba ada orang yang nyelonong di depan motor saya dan kemudian dia
  seperti memungut sesuatu dari jalanan. Ternyata orang itu mungutin paku
  cukup banyak.
  Tentunya saya justru jadi berterima kasih.

  Kejadiannya di daerah Mampang, di depan Hermina. Waktu itu sekitar pukul
  08.00 pas macet-macetnya orang mau berangkat kerja dan seperti biasa, motor
  selalu ambil jalur kiri karena bisa selap-selip. *(nrl/umi)*

  Paku & Tukang Tambal Ban Palsu
  Nurul Hidayati - detikcom

  <http://ad.detik.com/link/peristiwa/prs-relion.ad>*Jakarta* - Tak cuma uang
  saja yang palsu, tukang tambal pun ada juga yang jadi-jadian.
  "Korban-korban"-nya siapa lagi kalau bukan pengendara motor yang terkena
  ranjau paku.

  Bagaimana tukang tambal ban palsu ini beroperasi? Berikut ini kisahnya,
  lengkap dengan tambahan lokasi ranjau paku di Ibukota, Rabu (13/6/2007):
  *
  Anton*
  Di daerah Gatot Subroto tepatnya di sebelah Gedung Mandiri di sana sudah
  stand by beberapa orang tambal ban palsu dengan perlengkapan hanya pompa
  biasa, tanpa bawa ember air yang biasa untuk periksa tempat kebocoran ban,
  kenapa bisa begitu? Rahasianya adalah pada saat mencongkel untuk
  mengeluarkan ban dalam.

  Perhatikan saat mereka mereka mencongkel ban luar untuk mengeluarkan ban
  dalam, karena hasil congkelannya sungguh luar biasa, ban dalam jadi bisa
  sobek panjang, sehingga tidak dibutuhkan air lagi untuk mencari letak
  kebocoran karena keliatan jelas sekali sobek panjang. Kalau sudah mau tidak
  mau kita harus ganti ban dalam yang harganya selangit.
  *
  Yoseph*
  Ranjau paku itu banyak sepanjang Casablanca dari Tebet sampai kuningan,
  dilihat dari pertumbuhan tukang tambal ban, yang dari awalnya cuma 3
  sekarang sudah ada sekitar 7 penambal ban. Tolong diperhatikan ranjau paku
  banyak di sisi sebelah kanan dan kiri dan tiap hari pakunya update mirip
  dengan berita di detikcom :).
  *
  Andi *
  Saya ingin menambahkan wilayah yang terdapat ranjau paku. Kebetulan saya
  mengalami 3 kali bocor dalam 1 bulan sampai ganti ban dalam. Kejadian 4
  bulan yang lalu. Saya pengendara sepeda motor yang setiap hari melintas di
  jalan arah Tanjung Priok - Cawang.

  Paku yang sering saya jumpai mulai dari perempatan Cempaka Mas/Coca-cola
  sampai Plumpang. Yang terparah terdapat di seputar yang mau masuk ke arah
  Sunter.

  Betul posisi paku memang ada di sebelah kiri jalan baik jalur lambat maupun
  jalur cepat. Pada saat saya nambal ban selang beberapa menit ternyata ada 2
  motor lagi yang terkena paku mau menambal juga.

  Saya sempat kesal dibuatnya, berdasarkan informasi tukang tambal ban di
  sekitar situ katanya memang betul ada yang menebar paku pada tengah malam,
  paku tersebut dibakar dahulu dengan ban bekas biar berwarna hitam sehingga
  apabila terkena sinar lampu tidak terlihat.
  *
  Hafid*
  Saya seorang pegawai swasta yang berkantor di daerah Menteng, saya
  menginformasikan di daerah yang banyak menebar paku terutama:

  1. Daerah dari Tanah abang menuju arah cideng termasuk fly over sepanjang
  jalan menuju ke cideng banyak sekali paku yang disebarkan terutama pagi dan
  sore.

  2. Daerah RE Martadinata dari arah Sunter menuju arah ke Hailai Ancol
  terutama di sekitar jembatan goyang.

  3. Daerah Sawah Besar dan di sepanjang jalan yang berada di bawah rel kereta
  api Mangga Besar menuju Sawah Besar yang 4 kali pecah ban di daerah
  tersebut.

  4. Daerah Gunung Sahari yang arah dari pasar baru menuju Hotel Golden Truly
  dan langsung masuk ke daerah Kemayoran.

  5. Daerah Jiung Kemayoran yang arah dari Senen ke arah Kemayoran banyak
  sekali paku.

  6. Daerah Mangga dua sepanjang jalan menuju Stasiun Kota

  7. Daerah Pangeran jayakarta menuju kea rah Hotel Sheraton di sekitar gunung
  sahari.

  8. Daerah Terminal Tanjung Priouk menuju ke arah RE Martadinata banyak
  sekali penebar paku, dan arah dari terminal Tanjung Priuk menuju Cilincing
  banyak juga penyebar paku.

  9. Daerah Cempaka Putih menuju Cakung banyak penebar paku khususnya di
  sekitar terminal Pulogadung
  *
  Ali BSA*
  Pagi ini sekitar jam 06.00 Wib, saya berangkat kerja dengan mengendara motor
  dari Slipi menuju UKI melalui Jalan Otista ke arah Cililitan, tapi
  sesampainya di turunan Cawang ke arah Otista atau Dewi Sartika, motor saya
  terkena ranjau paku yang terbuat dari besi bekas kerangka payung sebanyak 4
  biji, akibatnya terpaksa saya harus ganti ban dalam dikarenakan ban dalam
  sobek.

  Itu pun plastik hitam pembungkus masih menempel di ban luar saya, maka untuk
  teman-teman pengendara mohon berhati-hati ketika melintas di daerah
  tersebut.

  Oh ya waktu itu posisi saya di jalur tengah, jadi kemungkinan si penebar
  paku sudah mulai menebar secara acak baik di tengah maupun pinggir.
  *
  Andi*
  Di sepanjang Jalan Casablanca Jaksel juga banyak ranjau yang ditebar
  orang-orang brengsek. Ban motor saya pernah kena ranjau yang dibuat dari
  rangka payung yang dipotong meruncing di kedua sisinya. Ranjau tersebut
  tidak menancap permanen seperti paku tapi hanya menggores dengan bentuk
  goresan V sehingga agak sulit ditambal.

  Parahnya, benda tersebut bisa mental, sehingga ada kemungkinan bisa merobek
  ban belakang. Terbukti ketika saya memeriksa ban belakang ternyata benda
  tersebut menancap di ban. Beruntung tidak kena ban dalam tapi hanya menancap
  disisi ban.

  Akhirnya saya ganti ban dalam seharga Rp 35 ribu. Lucunya, saat ditanya
  tukang ganti ban, saya kena di depan Graha Bank NISP yang ke arah Kp Melayu,
  si tukang bengkel langsung melihat tukang tambal ban yang ada di samping
  gedung itu.

  Kebetulan peristiwanya sekitar pukul 8 pagi dan saya terpaksa nyebrang
  lantaran di sepanjang jalan itu belum ada tambal ban yang buka.

  Melihat raut mukanya, saya curiga jangan-jangan sudah ada konspirasi di
  antara sesama tukang tambal ban di sepanjang jalur tersebut. Saya akhirnya
  membayar seharga yang ditawarkan tanpa protes sedikit pun karena percuma.
  Tapi saya berdoa supaya orang yang menebar ranjau tersebut sakit perut
  selama seminggu dan uangnya habis untuk biaya berobat.
  *
  Teguh Imam Santoso*
  Di lampu merah Tugu Tani Senen (dari arah Jalan Kebon Sirih-Kwitang) tepat
  sekali di lampu merahnya. Biasanya kena di lampu merah.

  Tepat di depan Hotel Aryaduta langsung kempes abis. Kalau pakai ban dalem,
  ban tersebut bakal sobek dan kita harus ganti ban baru. Tukang tambal bannya
  ada di sebelah jembatan setelah Hotel Aryaduta agak masuk edikit ke kiri.

  Saya sempat kena di situ di saat hari Minggu, dalam waktu 15 menit sudah 5
  motor yang kena, semuanya kena paku yang kondisinya masih baru/mengkilap.
  Kalau 1 motor sudah kena Rp 10-30 ribu, kebayang kan kalau sehari 10 motor.
  *
  Dani Wahyudi*
  Saya menambahkan untuk daerah Jakarta Pusat, itu di daerah underpass stasiun
  Senen, pada pagi hari terdapat banyak paku-paku berukuran kecil yang sengaja
  disebar oleh tukang tambal ban (tepatnya mangkalnya di samping deler motor
  Honda di depan Atrium Senen). Sebaiknya kepada para pengguna jalan yang
  melintasi jalur tersebut lebih baik memilih jalan lurus yang melintasi rel
  kereta api.

  Selain itu di tikungan Pejambon samping Hotel Borobudur juga terdapat banyak
  paku, sebaiknya jika melewati jalur tersebut kendaraan harus pelan karena
  trik agar paku tidak menancap pada ban itu laju kendaraan harus lambat.
  *
  Rantala Sikayo*
  Jam 9.30-an tadi saya melintas dari arah depan gedung MPR/DPR menuju
  Semanggi, di bawah fly over Senayan juga terdapat satu buah kantong kecil
  yang berbahan kain (sepertinya, karena kurang jelas) di sekitar kantong
  tersebut sudah berserakan paku-paku berukuran sedang dengan jumlah bisa
  mencapai piluhan paku. Kantong tersebut terletak di tengah jalan agak ke
  kanan. *
  (nrl/umi)*

  -- 
  Danu
  Marketing Executive for

  SHAKA DesignPromotion
  more details:
  0856 817 090



   

Kirim email ke