Note: forwarded message attached.
       
---------------------------------
Shape Yahoo! in your own image.  Join our Network Research Panel today!
--- Begin Message ---
Subject: Hukum Pygmalion


Hukum Pygmalion - Hukum Berpikir Positif

Pygmalion adalah seorang pemuda yang berbakat seni memahat. Ia sungguh 
piawai dalam memahat patung. Karya ukiran angannya sungguh bagus. Tetapi 
bukan kecakapannya itu menjadikan ia dikenal dan disenangi teman & 
tetangganya.

Pygmalion dikenal sebagai orang yang suka berpikiran positif. Ia memandang 
segala sesuatu dari sudut yang baik.
        *       Apabila lapangan di tengah kota becek, orang-orang 
mengomel.Tetapi Pygmalion berkata, "Untunglah, lapangan yang lain tidak 
sebecek ini."
        *       Ketika ada seorang pembeli patung ngotot menawar-nawar 
harga, kawan-kawan Pygmalion berbisik, "Kikir betul orang itu."
Tetapi Pygmalion berkata, "Mungkin orang itu perlu mengeluarkan uang untuk 
urusan lain yang lebih perlu".
        *       Ketika anak-anak mencuri apel dikebunnya, Pygmalion tidak 
mengumpat. Ia malah merasa iba, "Kasihan, anak-anak itu kurang
mendapat pendidikan dan makanan yang cukup di rumahnya."

Itulah pola pandang Pygmalion. Ia tidak melihat suatu keadaan dari segi buruk, 
melainkan justru dari segi 
baik. Ia tidak pernah berpikir buruk tentang orang lain; sebaliknya, ia mencoba 
membayangkan hal-hal baik dibalik perbuatan buruk orang lain.

Pada suatu hari Pygmalion mengukir sebuah patung wanita dari kayu yang 
sangat halus. Patung itu berukuran manusia sungguhan. Ketika sudah 
rampung, patung itu tampak seperti manusia betul. Wajah patung itu 
tersenyum manis menawan, tubuhnya elok menarik. Kawan-kawan Pygmalion 
berkata, "Ah, sebagus-bagusnya patung, itu cuma patung, bukan isterimu." 
Tetapi Pygmalion memperlakukan patung itu sebagai manusia betul. 
Berkali-kali patung itu ditatapnya dan dielusnya.

Para dewa yang ada di Gunung Olympus memperhatikan dan menghargai sikap 
Pygmalion, lalu mereka memutuskan untuk memberi anugerah kepada Pygmalion, 
yaitu mengubah patung itu menjadi manusia betul. Begitulah, Pygmalion 
hidup berbahagia dengan isterinya itu yang konon adalah wanita tercantik 
di seluruh negeri Yunani.

Nama Pygmalion dikenang hingga kini untuk mengambarkan dampak pola 
berpikir yang positif. Kalau kita berpikir positif tentang suatu keadaan atau 
seseorang, 
seringkali hasilnya betul-betul menjadi positif.

Misalnya :
       * Jika kita bersikap ramah terhadap seseorang, maka orang itupun 
akan menjadi ramah terhadap kita.
       * Jika kita memperlakukan anak kita sebagai anak yang cerdas, 
akhirnya dia betul-betul menjadi cerdas.
       * Jika kita yakin bahwa upaya kita akan berhasil, besar sekali 
kemungkinan upaya dapat merupakan separuh keberhasilan.

Dampak pola berpikir positif itu disebut dampak Pygmalion. Pikiran kita memang 
seringkali mempunyai dampak fulfilling prophecy atau 
ramalan tergenapi, baik positif maupun negatif.

       * Kalau kita menganggap tetangga kita judes sehingga kita tidak mau 
bergaul dengan dia, maka akhirnya dia betul-betul menjadi judes.
        * Kalau kita mencurigai dan menganggap anak kita tidak jujur, 
akhirnya ia betul-betul menjadi tidak jujur.
        * Kalau kita sudah putus asa dan merasa tidak sanggup pada awal 
suatu usaha, besar sekali kemungkinannya kita betul-betul akan gagal.

Pola pikir Pygmalion adalah berpikir, menduga dan berharap hanya yang baik 
tentang suatu keadaan atau 
seseorang.

Bayangkan, bagaimana besar dampaknya bila kita berpola pikir positif 
seperti itu. Kita tidak akan berprasangka buruk tentang orang lain. Kita 
tidak menggunjingkan desas-desus yang jelek tentang orang lain.

Kita tidak menduga-duga yang jahat tentang orang lain. Kalau kita berpikir 
buruk tentang orang lain, selalu ada saja bahan untuk menduga hal-hal yang 
buruk. Jika ada seorang kawan memberi hadiah kepada kita, jelas itu adalah 
perbuatan baik.

Tetapi jika kita berpikir buruk, kita akan menjadi curiga, "Barangkali ia 
sedang mencoba membujuk," atau kita mengomel,  "Ah, hadiahnya cuma barang 
murah." Yang rugi dari pola pikir seperti itu adalah diri kita sendiri. 
Kita menjadi mudah curiga. Kita menjadi tidak bahagia.

Sebaliknya, kalau kita berpikir positif, kita akan menikmati hadiah itu 
dengan rasa gembira dan syukur, "Ia begitu murah hati. Walaupun ia sibuk, 
ia ingat untuk memberi kepada kita." 
Warna hidup memang tergantung dari warna kaca mata yang kita pakai.  Kalau 
kita memakai kaca mata kelabu, segala sesuatu akan tampak kelabu. Hidup 
menjadi kelabu dan suram.Tetapi kalau kita memakai kaca mata yang terang, 
segala sesuatu akan tampak cerah. 
Kaca mata yang berprasangka atau benci akan menjadikan hidup kita penuh 
rasa curiga dan dendam. Tetapi kaca mata yang damai akan menjadikan hidup 
kita damai. Hidup akan menjadi baik kalau kita memandangnya dari segi yang 
baik.

Berpikir baik tentang diri sendiri. Berpikir baik tentang orang lain. 
Berpikir baik tentang keadaan. Berpikir baik tentang Tuhan.

Dampak berpikir baik seperti itu akan kita rasakan. Keluarga menjadi 
hangat. Kawan menjadi bisa dipercaya. Tetangga menjadi akrab. Pekerjaan 
menjadi menyenangkan. Dunia menjadi ramah. Hidup menjadi indah.

Seperti  Pygmalion, begitulah....

 _____

Cheers (",

--- End Message ---

Kirim email ke