Note: forwarded message attached.
       
---------------------------------
 Meet people who discuss and share your passions.  Join them now.
--- Begin Message ---


----- Pesan Diteruskan ----
Dari: Darmadi Sutjiadi <[EMAIL PROTECTED]>
Kepada: Herdi Avesta <[EMAIL PROTECTED]>
Terkirim: Selasa, 15 April, 2008 13:58:12
Topik: Fwd: Fw: [Everyone] "NDESO" dari milis Tetangga {01}


 "NDESO" dari milis Tetangga {01}


" N D E S O " 
 Deso (baca ndeso) itulah sebutan untuk orang yang norak, kampungan,

udik, sock culture, Countrified dan sejenisnya. Ketika mengalami atau

merasakan sesuatu yang baru dan sangat mengagumkan, maka ia merasa

takjub dan sangat senang, sehingga ingin terus menikmati dan tidak

ingin lepas, kalau perlu yang lebih dari itu. Kemudian ia menganggap

hanya dia atau hanya segelintir orang yang baru merasakan dan

mengalaminya. Maka ia mulai atraktif, memamerkan dan sekaligus mengajak

orang lain untuk turut merasakan dan menikmatinya, dengan harapan orang

yang diajak juga sama terkagum-kagum sama seperti dia. 




Lebih dari itu ia berharap agar orang lain juga mendukung terhadap

langkah-langkah untuk menikmatinya terus-menerus. Hal ini biasa,

seperti saya juga sering mengalami hal demikian, tetapi kita terus

berupaya untuk terus belajar dari sejarah, pengalaman orang lain, serta

belajar bagaimana caranya tidak jadi orang norak, kampungan alias deso.



Semua kampus di Jepang penuh dengan sepeda, tak terkecuali dekan atau

bahkan Rektorpun ada yang naik sepeda datang ke kampus. Sementara si

Pemilik perusahaan Honda tinggal di sebuah apartemen yang sederhana.

Ketika beberapa pengusaha ingin memberi pinjaman kepada pemerintah

Indonesia mereka menjemput pejabat Indonesia di Narita. Dari Tokyo naik

kendaraan umum, sementara yang akan di jemput, pejabat Indonesia naik

mobil dinas Kedutaan yaitu mercy.



Ketika saya di Australia berkesempatan melihat sebuah acara ceremoni

dari jarak yang sangat dekat, dihadiri oleh pejabat setingkat menteri,

saya tertarik mengamati pada mobil yang mereka pakai Merk Holden baru

yang paling murah untuk ukuran Australia. Yang menarik, para

pengawalnya tidak terlihat karena tidak berbeda penampilannya dengan

tamu-tamu, kalau tidak jeli mengamati kita tidak tahu mana pengawalnya.



Di Sidney saya berkenalan dengan seorang pelayan restoran Thailand. Dia

seorang warga Negara Malaysia keturunan cina, sudah selesai S3,

sekarang lagi mengikuti program Post Doc, Dia anak serorang pengusaha

yang kaya raya. Tidak mau menggunakan fasilitas orang tuanya malah jadi

pelayan. Dia juga sebenarnya dapat beasiswa dari perguruan tingginya.



Satu bulan saya di jepang tidak melihat orang pakai hp komunikator,

mungkin kelemahan saya mengamati. Dan setelah saya baca Koran ternyata

konsumen terbesar hp komunikator adalah Indonesia. Sempat berkenalan

juga dengan seorang yang berada di stasiun kereta di Jepang, ternyata

dia anak seorang pejabat tinggi Negara, juga naik kereta. Yang tak

kalah serunya saya juga jadi pengamat berbagai jenis sepatu yang di

pakai masyarakat jepang ternyata tak bermerk, wah ini yang deso siapa

yaa?



Sulit membedakan tingkat ekonomi seseorang baik di jepang atau di

Australia, baik dari penampilannya, bajunya, kendaraannya, atau

rumahnya. Kita baru bisa menebak kekayaan seseorang kalau sudah tahu

pekerjaan dan jabatanya di perusahaan. Jangan-jangan orang jepang

diajak ke Pondok Indah bisa Pingsan melihat rumah segitu gede dan

mewahnya. Rata-rata rumah disana memiliki tinggi plafon yang bisa

dijambak dengan tangan hanya dengan melompat. Sehingga duduknyapun

banyak yang lesehan.



Sampai akhir hayatnya Rasulullah tidak membuat istana Negara dan

Benteng Pertahanan (khandaq hanyalah strategi sesaat, untuk perang

ahzab saja), padahal Rasulullah sudah sangat mengenal kemawahan istana

raja-raja Negara sekelilingnya, karena Beliau punya pengalaman

berdagang. Ternyata Beliau tidak menjadi silau terus ikut-ikutan latah

ingin seperti orang-orang. Lalu dimana aktivitas kenegaraan dilakukan?

Mengingat beliau sebagai kepala Negara. Jawabannya ya di masjid.



Beliau punya banyak jalan yang legal untuk bisa membangun istana. Di

mekkah nikah dengan janda kaya, di madinah jadi kepala Negara, punya

hak prerogative dalam mengatur harta rampasan perang, dan ada jatah

dari Allah untuk dipergunakan sekehendak beliau, belum hadiah dari

raja-raja. Tetapi mengapa beliau sering kelaparan, ganjal perut dengan

batu, puasa sunnah niatnya siang hari, shalat sambil duduk menahan

perih perut dan seterusnya.



Ketika Indonesia sedang terpuruk, Hutang lagi numpuk, rakyat banyak

yang mulai ngamuk, Negara sedang kere, banyak yang antri beras, minyak

tanah, minyak goreng dll. Maka harga diri kita tidak bisa diangkat

dengan medali emas turnamen olah raga, sewa pemain asing, banyak

ceremonial yang gonta-ganti bajuseragam, baju dinas, merek mobil,

proyek mercusuar, dll, dsb, dst



Bangsa ini akan naik harga dirinya kalo utang sudah lunas, kelaparan

tidak ada lagi, tidak ada pengamen dan pengemis, tidak ada lagiwanita

tidak solat (WTS) , angka criminal rendah, korupsi berkurang,

punyaposisi tawar terhadap kekuatan global. Maka orang Deso (alias

norak) tidak mampu mengatasi kerisis karena tidak bisa menjadikan

krisis sebagai paradigma dalam menyusun APBD dan APBN. Nah karenayang

menyusun orang-orang norak maka asumsi dan paradigma yang dipakai

adalahNegara normal atau bahkan mengikut Negara maju. Bayangkan ada

daerah yang menganggarkan Sepak Bola 17 Milyar sementara anggaran

kesranya 100 juta,wiiieh!



Akhirnya penyakit norak ini menjadi wabah yang sangat mengerikan dari

atas sampai bawah:

-Orang bisa antri raskin sambil pegang hp

-Pelajar bisa nunggak SPP sambil merokok

-Orang tua lupa siapkan SPP, karena terpakai untk beli tv dan kulkas

-Orang kampung mabok patungan Orang bule mabuk kelebihan uang

-Lagi mabok muntah keluar kangkung, genjer toge

-Pengemis bisa pake walkman sambil goyang kepala

-Para Pengungsi bisa berjoged dalam tendanya

-Orang mo beli Gelar akademis di ruko-ruko tanpa kuliah

-Ijzah S3 luar negeri bisa di beli sebuah rumah petakan gang sempit di

cibubur

-Kelihatannya orang sibuk ternyata masih intensive keluar masuk Mc

Donald

-Kelihatannnya orang penting, ternyata sangat tahu detail dunia

persepakbolaan. Jadi masih sempat ngurusin kulit bulat diisi angin

-Kelihatan seperti aktivis tapi habis waktu untuk mencetin hp

-62 tahun merdeka, lomba-lombanya masih makan kerupuk saja

-Agar rakyat tidak kelaparan maka para pejabatnya dansa dansi di acara

tembang kenangan.

-Agar kampanye menang harus berani sewa bokong-bokong bahenol ngebor

-Agar masyarakat cerdas maka sajikan lagu goyang dombret dan wakuncar

-Agar bisa disebut terbuka maka harus bisa buka-bukaan

-Agar kelihatan inklusif maka harus bisa menggandeng siapa saja, kalo

perlu jin tomang bisa digandeng



Yang lebih mengerikan adalah supaya kita tidak terlihat kere, maka

harus bisa tampil keren. Makin kiamatlah kalo si kere tidak tahu

dirinya kere. (*)



between 0000-00-00 and 9999-99-99  


      ________________________________________________________ 
Bergabunglah dengan orang-orang yang berwawasan, di di bidang Anda! Kunjungi 
Yahoo! Answers saat ini juga di http://id.answers.yahoo.com/

--- End Message ---

Kirim email ke