Guru Spiritual Opick Ternyata Dukun Palsu
Print Email -->
Rabu, 14 Mei 2008 | 05:39 WIB
BATAM, RABU - Tak banyak warga Kota Batam mengenal nama Hajah Salbiah (74).
Namun nama itu tidak asing bagi kalangan pejabat dan pengusaha karena kemampuan
supranaturalnya. Sejumlah pejabat di lingkup Pemko Batam, Provinsi Kepulauan
Riau (Kepri), dan Otorita Batam (OB), biasa bertanya kepada Hj Salbiah apakah
nama mereka masuk dalam bursa atau tidak.
Tak hanya pejabat dan pengusaha. Tidak sedikit artis ibu kota juga sangat
mengenal, bahkan dekat dengan Hj Salbiah. Sebut saja Opick, pelantun tembang
Tombo Hati. Opick menjadikan Hj Salbiah sebagai guru spiritualnya.
Tren untuk melihat nasib dan pesugihan tersebut juga dimanfaatkan oleh mereka
yang terjun di partai politik. Banyak dari kalangan anggota DPRD di Batam dan
Kepri memanfaatkan jasa Hj Salbiah untuk meramal nasib mereka. Mereka percaya
kepada wanita itu karena diyakini wejangannya ampuh untuk mengubah status orang
dari biasa menjadi luar biasa.
Tamu yang minta petunjuk Hj Salbiah tentu tidak datang dengan tangan kosong.
Sebagai tanda terima kasih, biasanya mereka memberikan sejumlah uang. Nilainya
mulai dari jutaan rupiah hingga miliaran.
Ternyata keahlian Hj Salbiah tidak hanya sebagai tukang ramal nasib. Senin
(12/5) malam, Polisi menangkap yang bersangkutan dan langsung menetapkannya
sebagai tersangka kasus penipuan. Ia dijerat Pasal 378 dan atau 372 yo 335
KUHPidana dengan ancaman hukuman di bawah 5 tahun. Hj Salbiah ditahan di
Mapolsek Kota sejak Senin malam.
Polisi membekuk Hj Salbiah berdasar laporan ibu-ibu yang mengenalnya dari
sesama teman pengajian. Pasalnya aksi Hj Salbiah yang mengaku sebagai utusan
dan kepercayaan dari mendiang Ibu Tien Soeharto, mampu mengait uang korbannya
hingga mencapai Rp 4,4 miliar. Korban diyakinkan dengan menyetor uang minimal
Rp 7,5 juta maka dalam waktu singkat akan kembali uang tersebut senilai Rp 1
miliar.
Menurut AKP Ardiyanto Kapolsekta Batam Kota melalui penyidiknya, kasus ini
telah dilaporkan korban bernama Siti Aisyah istri dari pengusaha Sujak Motor,
sejak November 2007. Karena tidak lengkapnya barang bukti berupa bukti
transaksi, akhirnya kepolisian menunggu dan menggumpulkan laporan dari
sejumlahn saksi lainnya.
"Setelah terkumpul 10 orang saksi sekaligus korban, barulah kita menggelar
perkara ini. Dengan bantuan bidang Hukum Polda Kepri, dan disaksikan Kasat II
Reskrim Polda Kepri, kita gelar perkara ini. Mendengar keterangan korban dan
pelaku, maka diputusakan ibu Salbiha menjadi tersangka awal terkait upayanya
melakukan penipuaan dengan sistem banyak uang sejumlah jutaan rupiah , maka
akan kembali senilai miliaran rupiah. Dengan janji tersebut, maka polisi
menetapkan, ibu Salbiah menjadi tersangka penipuan," ujar AKP Ardiyanto, Selasa
(13/5).
Diceritakannya, Ibu Salbiah memiliki berat badah hampir 100 kilogram lebih,
diakuinya dia lahir di Kisaran Sumatera Utara, tahun 1935. Kehadirannya di
Batam berkat peran anak-anaknya yang terlebih dulu merantau. Sejak di tahan,
ibu Salbiah memiliki temperatur emosi labil. Salbiah adalah Ibu dari tujuh
orang anak, beliau masuk ke Batam sejak tahun 2002 dengan profesi sebagai
Paranormal dan ahli pijat.
Ardiyanto mengungkapkan, untuk menghasilkan uang hingga miliaran rupiah,
Salbiah mengaku titisan dan orang kepercayaan ibu Tien Soeharto. Korban
terperdaya sekitar sepuluh istri pengusaha hingga istri pejabat. Modusnya setor
sejumlah uang maka dalam waktu singkat jadi berlipat ganda hingga miliaran
rupiah. Setoran uang merupakan dana awal untuk mengambil uang hibah milik ibu
Tien Soeharto yang di simpan di sebuah bank di Singapura.
"Dijelaskan kalau uang hibah yang diterima dari ibu Tien itu dapat dikeluar dan
ditarik dari Bank Singapura untuk kepentingan masyarakat miskin atau dari
organisasi sosial. Jumlahnya mencapai puluhan miliar jumlahnya. Sehingga dana
Rp 7,5 juta merupakan biaya pengganti saja," ujar Ardiyanto lagi.
Kejadian ini terungkap setelah sekitar lima orang istri pengusaha ini
melaporkan ke polsek Batam Kota atas dugaan penipuan November 2007. Salbiah
mengaku kepada korban kalau dirinya adalah dukun dan orang pintar, sudah 32
tahun menjadi orang kepercayaan alamarhum Ibu Tien Soeharto di Cendana Jakarta.
"Kebanyakan korban adalah istri pengusaha, tidak hanya ratusan juta ada juga
yang sampai miliaran rupiah. Modus lain, dia menunjukkan barang berupa kuningan
dalam bentuk batangan, ia juga mengaku kalau batangan yang ia tunjukan adalah
emas murni," ujarnya.
Supaya lebih percaya beberapa korban diajak ke tempat spiritual yang ada di
Jawa, diantaranya berkunjung ke beberapa makam walisongo. Tidak hanya itu saja
Salbiah juga mengajak korban hingga ke makam seorang wali yang ada di
Singapura, dan semua korban harus membayar uang tunai.
Selama setahun (November 2006) korban diajak keliling dan mengunjungi beberapa
tempat keramat. Diantara yang menjadi korban salah satunya adalah Siti Aisyah
istri seorang pengusaha sampah di Batam. Siti mengalami kerugian hingga Rp
261,5 juta. Uang merupakan uang hasil mengumpulkan lagi dari sejumlah sanak
saudara dan teman-teman keluarga Siti. Korban Siti sendiri mengenal ibu Salbiah
dari sejumlah teman, dimana untuk menyakinkan korban pertamanya, Salbiah
memberikan uang senilai Rp 60 juta, setelah korban Meri menyerahkan dana segar
kisaran jutaan rupiah saja.
"Dari mulut ke mulut hingga kemampuannnya diakui banyak pejabat hingga kalangan
artis inilah membuat orang-orang terpengaruh. Namun, apa yang dijanjikan hanya
tinggal janji, uang yang terkumpul selama setahun berakhir mencapai Rp 4,4
miliar. Dana itu diakui pelaku untuk berbagai biaya perjalanan ke sejumlah
kota. Sedangkan, sebagian besar dana terkumpul hingga kini diketahui dibawa
oleh anaknya yang bernama Irwansyah, salah seorang pendiri Partai PIS yang
gagal di berdiri di Batam," ujar Kapolsek menetapkan Irwansyah sebagai DPO.
Artis Opick Ikut Percaya
Seorang penyidik di Polsekta Batam Kota menjelaskan, tidak hanya banyak pejabat
di Pemko Batam dan Otorita Batam yang memanfaatkan jasa supranatural ibu
Salbiah ini, sejumlah artis pun pernah memanfaatkan jasanya.
"Dua minggu lalu, sebelum ibu Salbiah kita tahan, hadir artis penyanyi Opick
yang terkenal dengan Tombo Hati, di ruangan ini mendampingi ibu Salbiah. Dari
keterangan ibu Salbiah, apa yang dilakukannya itu menghasilkan yang hingga saat
itu ada rasa kedekatannya. Terbukti artis Opick membantunya dalam proses
pemeriksaan waktu itu," ujar penyidik Unit I Polsekta Batam Kota.
Penyidik ini memperlihatkan sejumlah nama-nama pejabat dan pengusaha yang
diakui oleh Salbiah pernah memanfaatkan jasa supra naturalnya. Hanya saja,
penyidik itu tidak ingin nama-nama pejabat tersebut muncul di muka publik.
"Kalau tersebar siapa pejabatnya tentu orang itu akan malu sendiri," ujar
Penyidik mengakhiri. (Tribun Batam/Dedy Suwadha)
[Non-text portions of this message have been removed]